Categories:

Oleh:Aswa Zuyyina Derusiam, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Secara umum mencintai diri sendiri atau yang biasa dikenal dengan self-love adalah mencintai diri sendiri dengan memberikan rasa syukur ketika seseorang mampu menentukan pilihan untuk tumbuh secara fisik, mental, dan psikologis. Pada dasarnya, self love adalah tentang menerima kekurangan anda, memperbaikinya, dan memanfaatkan kelebihan sebaik-baiknya agar nantinya anda dapat menemukan kepuasan hidup melalui usaha sendiri.  Self love juga bisa disebut degan kemampuan seseorang untuk memperlakukan dirinya dengan cara terbaik. Menurut laporan halodoc, self love adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui dan menerima dirinya sendiri, memiliki pemahaman yang baik tentang siapa dirinya, dan menghargai dirinya sendiri.

Menerapkan konsep self love berarti bukan hanya memuaskan keinginan pribadi, seperti memakai pakaian bagus, merias wajah dengan produk mahal, atau mengklaim bahwa anda sudah mencintai diri sendiri. Self love adalah lebih kepada tindakan cinta yang dilakukan secara fisik dan non-fisik.

Oleh karena itu, konsepnya adalah tentang percaya bahwa diri ini dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Seseorang yang mencintai dirinya sendiri dengan baik menjadikan dirinya pribadi yang rendah hati dan menjadikannya pribadi yang mudah menghargai hal-hal yang dimiliki orang lain, baik kekurangan dan kelebihannya karena dirinya sendiri sudah mampu menghargai semua kekurangan dan kelebihan yang ada di dalam dirinya.

Islam mengatakan bahwa kita perlu mengenal dan mencintai diri kita sendiri sebagai manusia untuk mengenal dan mencintai Pencipta kita Allah SWT. Seperti yang dikatakan Imam Ghazali: “Mencintai diri sendiri sama dengan menyelamatkan diri dari azab Allah dengan menjauhi dosa, taubat, amal saleh dan ikhlas sebelum menyelamatkan orang lain.” Bagi umat muslim orang yang mencintai diri sendiri, itu adalah kewajiban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Kenyataannya masih banyak orang yang belum memahami konsep self love.

Sesungguhnya mencintai diri sendiri adalah perintah dari Allah SWT. Cintai dirimu sendiri dengan menerima segala ketidaksempurnaanmu dan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Jika kita diciptakan oleh Allah  yang maha mencintai, mengapa kita tidak mencintai diri kita sendiri? Dengan konsep self love islami kita tidak pernah membuat keputusan yang menghancurkan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Ini karena kita menghargai dan menjaga segala sesuatu yang Allah amanahkan kepada kita yaitu tubuh, hati, dan pikiran.

Self love juga merupakan bentuk cinta kepada Allah SWT. Logikanya sederhana jika kita tidak mencintai diri kita sendiri, kita tidak mencintai Allah SWT yang menciptakan kita. Dalam Islam disebut Ujub. Mencintai diri sendiri datang dari lubuk hati dan jiwa kita yang paling dalam dengan sepenuh hati dan tanpa syarat. Di sisi lain, memuji diri sendiri atau ujub bisa diartikan sebagai terlalu membanggakan diri sendiri. Atau istilah lain: narsis. Sifat ini merupakan sifat yang memalukan dan termasuk penyakit hati yang harus dihindari oleh umat Islam. ujub bisa menonjolkan sifat riya dan sombong.

Kesimpulannya adalah setiap orang berhak untuk mencintai dirinya sendiri agar dapat hidup bahagia, tenang dan penuh semangat. Di zaman modern ini, banyak orang yang tahu bahwa self love itu sangat penting. Self love sendiri berarti mengenal dan mencintai diri sendiri, dan tujuannya adalah untuk bahagia dalam diri sendiri. Namun, sebagian orang mengartikan self-love sebagai rasa percaya diri dan kebanggaan atas kemampuannya.

Ada cara untuk mencintai diri sendiri. Pertama menjaga diri sendiri, Kedua, belajar bersyukur. Ketiga bijak dalam semua keputusan. Keempat, jauhi pertemanan dan lingkungan yang toxic. Kelima, kejar kebahagiaanmu sendiri Keenam, ekspresikan dirimu. Ketujuh, berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Delapan, percaya pada diri sendiri.

Referensi:

Faradilah Nur Afifah. ‘MENCINTAI DIRI SENDIRI DALAM Al-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL (Analisis Penafsiran Ayat-Ayat Self-Love dengan Pendekatan Psikologi)’, (Surabaya: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Sunan Ampel, 2022)

Giriani Ayu Sabilla.  ‘ Self Love dalam Islam (1) Mengenal Diri Sendiri.’ Diakses dari https://rahma.id/self-love-dalam-islam-1-mengenal-diri-sendiri/ 25 Agustus 2021

dr. Kevin Adrian. ‘Pentingnya Self-Love dan Cara Menerapkannya’. Diakses dari https://www.alodokter.com/pentingnya-self-love-dan-cara-menerapkannya 19 November 2022

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *