Oleh: Rini Suharni, Mahasiswi Fakultas Psikologi, Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Menerima takdir Allah SWT merupakan konsep paling penting dalam Islam, takdir sendiri merupakan ketetapan yang sudah Allah beri untuk kita, yang di dalamnya terdapat ketetapan akan maut, jodoh atau apa pun mengenai masa depan kita sebagai hambanya. Dalam Al Quran sendiri Allah SWT menjelaskan dalam surat Ar – Ra’d ayat 39 :
يَمۡحُوۡا اللّٰهُ مَا يَشَآءُ وَيُثۡبِتُ ۖ ۚ وَعِنۡدَهٗۤ اُمُّ الۡكِتٰبِ
Yamhul laahu maa yashaaa’u wa yusbitu wa ‘indahuuu ummul Kitaab
Artinya : Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).
Menerima takdir mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang sulit dilakukan padahal sebenarnya dibalik kesulitan itu ada keistimewaan yang sangat besar . Menerima takdir merupakan hal yang kompleks karena ini melibatkan sikap tulus dan ikhlas dalam menerima semua keputusan dan ketetapan yang Allah ciptakan untuk kita. Dalam konteks psikologi sendiri, menerima takdir Allah dapat menjadi kunci untuk menenangkan hati dan pikiran seseorang dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Dalam Islam, keikhlasan merupakan ujung tombak dari sebuah penerimaan, di mana keikhlasan merupakan representasi yang cocok jika kita membicarakan mengenai “ menerima takdir “.
Keikhlasan sendiri merupakan bentuk kerelaan akan takdir yang Allah SWT berikan (Kristina, 2023)
Menerima takdir dengan lapang dada juga membantu kita agar senantiasa terkoneksi dengan Allah SWT kapan pun dan di mana pun kita berada. Karna dengan menerima takdir seseorang akan senantiasa merasa bahwa dirinya dekat dengan Allah SWT dan merasakan ketenangan batin dan jiwa sesuai dengan janji Allah SWT dalam surat Ar – Ra’d ayat 28 :
اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ
Allaziina aamanuu wa tatma’innu quluubuhum bizikril laah; alaa bizikril laahi tatma’innul quluub
Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Menerima takdir sendiri merupakan representasi dari rukun iman ke enam , yaitu percaya pada qada dan qadar. Ketika kita percaya pada takdir Allah, bukankan itu membawa kedamaian pada hati kita? Dan kedamaian itulah yang membawa dampak positif pada kondisi mental kita. Menurut penelitian dari beberapa ahli psikologi melalui pendekatan psikologi Islam juga menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap qada dan qadar dapat membantu memperkuat kestabilan mental seseorang dalam menerima takdirnya sendiri.(KHAIRUNNAS RAJAB & WAN MUHAMMAD FARIQ, n.d.)
Dalam ilmu psikologi terdapat teori CBT (Cognitive Behavioral Therapy ) yang dikemukakan oleh Aaron Beck pada tahun 1960-an, di mana dalam konsep teori ini didasarkan pada hubungan antara proses kognitif, emosi perasaan, dan perilaku seseorang. Dalam konteks teori CBT, pasien akan diarahkan untuk menemukan sudut pandang berpikir yang baru untuk sudut pandang mereka.(dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ, n.d.) Oleh karena itu, teori ini sangat cocok jika dikaitkan dengan representasi menerima takdir, karna dengan teori ini dapat digunakan untuk membantu individu mengatasi perasaan negatif dan mengembangkan mental kesehatan dalam menerima takdir Allah SWT dengan lebih baik.
Selain teori tersebut, dalam artikel ini juga penulis akan membahas cara menenangkan hati dengan menerima takdir Allah menggunakan ilmu psikologi :
- Sabar, Ikhlas dan Tabah, dalam hal ini, sabar adalah konsep psikologi yang menggali dinamika hati yang memungkinkan individu bertahan dan mengatasi ketidaknyamanan hidup. Sabar sendiri mampu membuat individu mengatasi perasaan negatif dan ketidaknyamanan hidup.
- Menerima takdir dengan semangat yang tulus , membuat individu akan lebih siap dalam menghadapi tantangan dan menguatkan mental ke depannya.
Adapun Islam mengajarkan cara menenangkan hati agar senantiasa ikhlas akan takdir yang Allah beri, seperti :
- Shalat sebagai cara mengatasi masalah, shalat menjadi cara terbaik untuk menenangkan hati dalam menyikapi kesulitan hidup.
- Sabar, sama halnya seperti konsep psikologi, Islam juga mengajarkan konsep sabar di mana sabar menjadi cara terbaik dalam mendatangkan jalan keluar dengan bersujud dan merendahkan diri di hadapan Allah, di mana kita sebagai hambanya sadar bahwa kita hanyalah makhluk kecil yang tidak bisa apa-apa tanpa bantuan darinya .(Putri Asriyani, 2022)
Allah SWT menciptakan langit dan bumi turut beserta isinya dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri, menetapkan apa yang ada dilangit dan dibumi dengan penuh keindahan dan kebaikan, dan pastinya semua itu sudah sesuai porsinya masing-masing. Oleh karena itu, tenangkan hati dengan keyakinan penuh pada Allah SWT, karna pada dasarnya Allah SWT tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hambanya.
Demikian artikel ini saya buat, semoga apa yang saya tulis bisa membantu dan memberikan dampak positif pada diri pembaca, dan semoga kita senantiasa berada dalam keyakinan dengan penuh ke syukuran kepada Allah SWT.
Referensi
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ. (n.d.). COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT). Https://Www.Alomedika.Com/Tindakan-Medis/Psikiatri/Cognitive-Behavioral-Therapy/Teknik.
KHAIRUNNAS RAJAB, & WAN MUHAMMAD FARIQ. (n.d.). PSIKOLOGI QADHA’ DAN QADAR.
Kristina. (2023). Apa Itu Ikhlas? Begini Pengertiannya dalam Islam Baca artikel detiknews, “Apa Itu Ikhlas? Begini Pengertiannya dalam Islam” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5585678/apa-itu-ikhlas-begini-pengertiannya-dalam-islam. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/. DetikNews, Keikhlasan.
Putri Asriyani. (2022). SABAR SEBAGAI PENGUAT HATI. Https://Fpscs.Uii.Ac.Id/Blog/2022/03/11/Sabar-Sebagai-Penguat-Hati-2/.

No responses yet