Oleh : Safna Dinie Syaswani (Prodi : Ilmu Komunikasi Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
Keluarga adalah sekelompok orang yang memiliki hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, hidup bersama dalam sebuah rumah tangga, dan berbagi tanggung jawab serta dukungan emosional. Dalam sebuah keluarga pasti ada seorang kepala keluarga atau orang yang sering kita panggil Ayah. Konsep kepala keluarga mungkin berbeda di setiap budaya dan masyarakat. Secara tradisional, ayah, sebagai kepala keluarga, diharapkan mendukung dan membimbing keluarga serta memainkan peran utama dalam pengambilan keputusan keluarga. Namun, peran-peran ini telah berkembang dan kini terdapat kecenderungan tanggung jawab dan keterlibatan didistribusikan secara lebih merata di antara para mitra. Dan peranan ayah sebagai kepala keluarga juga mencakup beberapa aspek.
Dalam konteks modern, ayah adalah pencari nafkah, yaitu pemberi sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan ayah adalah wpemimpin dan pendidik, yang membimbing anak-anaknya dengan memberikan pendidikan moral dan nilai-nilai sosial. Dan diharapkan dapat mendukung perkembangannya. Sebagai seorang pemimpin, seseorang yang mengambil peran kepemimpinan dalam keputusan penting keluarga. Dukungan emosional adalah pemberian dukungan emosional dan kesejahteraan psikologis kepada seluruh anggota keluarga. Dan kemudian partisipasi aktif berarti berpartisipasi aktif dalam kehidupan sehari-hari keluarga, seperti pekerjaan rumah tangga dan kegiatan anak.
Namun perlu diingat bahwa peran-peran tersebut dapat berubah dan harus selalu disesuaikan dengan dinamika keluarga dan nilai-nilai modern yang menekankan kesetaraan dan keterlibatan aktif kedua orang tua.
Pada akhir tahun 2019, telah tejadi penyebaran virus yang dapat menginfeksi manusia bahkan dapat mematikan, virus tersebut adalah covid-19. Oleh karena penyebaran virus yang tidak kunjung menurun maka pemerintah mengeluiarkan kebijakan yang secara khusus untuk menangani pandemi covid-19, yaitu PSBB.
Pandemi covid-19 secara global menimpa seluruh keluarga baik dari kalangan bawah, menengah dan atas. Beberapa perubahan yang dialami oleh keluarag diantaranya adalah pendidikan, ekonomi, kesehatan,sosial, dan lainnya sehingga mempengaruhi kondisi seluruh keluarga. Dengan terganggunya faktor ekonomi tersebut, disini dibutuhkan peranan anggota kelurag guna mempertahakan keluraga dan kesehatan dalam menghadapi keadaan tersebut. Upaya yang dialkukan kepala keluarga selain mengharapkan bantuan dari pemerintah atau dengan mandiri membuka usaha mikro kecil dari rumah.
Studi Kasus
Penyebaran covid-19 memberikan dampak yang besar bagi keluarga. Masyarakat diberikan kebijakan untuk bekerja dari rumah. Dengan adanya kebijakan tersebut menyulitkan masyarakat yang memang tidak bisa bekerja dari rumah untuk mencari nafkah bagi keluarga. Dalam menghadapi perekonomian yang berubah drastis pada masa pandemi covid-19, sebagai kepala keluarga tetap bertanggungjawab pada kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, berdasarkan beberapa orang yang kami wawancara bahwa ada berbagai cara yang dilakukan kepala keluarga.
Indikator ketahanan keluraga selama masa pandemi Covid-19, pertama ketahanan agama harus diperkuat dikarenakan situasi pandemi Covid-19 seluruh keluarga lebih banyak di rumah daripada diluar, sehingga alangkah lebih baiknya mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan mendalami ilmu agama memberikan solusi bagi berbagai persoalan , termasuk dalam rumah tangga. Kedua ketahanan sosial keluarga di masa pandemi Covid-19 sangat perlu. Karena hal ini dapat dilihat dari interaksi yang terjalin antar anggota keluarga sehingga terjalin hubungan yang baik antar istri-suami dan anak-orangtua.
Ketiga ketahanan fisik keluarga di masa pandemi Covid-19 termasuk tinggi. Dapat dilihat berdasarkan fakta yang ada selama pandemi sebagian besar keluarga masih mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi tidak sedikit juga keluraga yang menyajikan makanan yang gizinya menurun. Meskipun begitu tidak sampai menyebabkan terjadinya gizi buruk. Keempat psikologi, hal ini pengontrolan emosi terutama kepala keluarga harus diperhatikan. pengontrolan emosi yang baik akan menghasilkan konsep diri yang positif. Ketika kepala keluraga dapat mengelola emosi dengan baik maka ketika menghadapi masalah dalam keluarga akan dicarikan solusi yang tepat. Kelima ketahanan ekonomi keluarga termasuk rendah. Karena tidak sedikit kepala keluarga yabg diPHK. Untuk itu sebagai kepala keluarga harus menemukan solusi lain untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu kepala keluarga bahwa ada beberapa cara yang dilakukan untuk mempertahakan perekonomian di era covid-19. Yang pertama dilakukan adalah komunikasi yang baik dengan anggota keluraga, ini bertujuan untuk menghindari konflik dinatra keluraga sehingga anggota keluraga dapat diajak kerjasama dalam menghadapi mewabahnya virus tersebut dan menagnggulangi ekonomi yang mulai melemah. Kedua fokus pada berkebun, tujuannya ini adalah untuk mengurangi pembelian kebutuhan dapur diluar dan mengurangi pengeluaran. Ketiga membuka usaha mikro kecil dari rumah baik berupa makanan ringan ataupun aksesoris lain yang kemudian dapat dijajakan melalui media sosial.
Selain itu banyak hal yang dapat dilakukan keluraga selama pandemi covid-19. Kepala keluarga beserta anggota keluarga dapat melakukan olahraga rutin guna menjaga kesehatan fisik dan sehingga mengurangi pengeluaran biaya ketika sakit. Kegiatan olahraga ini dapat dilakukan di halaman rumah atau sekitar rumah. Selanjutnya anak dan keluraga disediakan makanan yang bergizi dan sehat.
Teori Tindakan Sosial
Pandemi Covid-19 menyebar dengan begitu pesat selain membatasi menghambat kegiatan sosial juga membtasi segala aktivitas diluar. Semua kegiatan dialihkan dari rumah. Hal ini memberikan dampak pada segala aspek, baik pendidikan, sosial, kesehatan dan ekonomi. Sebagai kepala keluraga yang bertanggungjawab atas nafkah bagi keluarganya adanya pandemi menghambat aktivitasnya.
Berdasarkan wawancara peneliti dengan salah satu kepala keluarga dalam mempertahankan perekonomian masa pandemi covid-19 seperti mengisi kegiatan sehari-hari dengan hal yang positif. Salah satu kepala keluarga berinisiatif selama masa pandemi covid-19 berkebun. Hal ini dilakukannya untuk mengurangi pengeluaran yang digunakan untuk membeli kebutuhan pokok bagi keluarga. Selain itu, dengan membuka usaha mikro kecil ini bertujuan untuk menambah pemasukan keluraga pada masa pandemi covid-19. Karena dalam masa pandemi covid-19 makanan rumahan akan sangat diminati oleh pembeli selain sehat juga mengurangi konsumsi makanan instan di tengah mewabahnya pandemi covid.

No responses yet