Penulis: Fauziah Afriza Zahra (Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka)
Keluarga sakinah adalah keluarga di mana setiap anggotanya merasakan kasih sayang, rasa aman, ketenangan, perlindungan, kebahagiaan, berkah, kehormatan, penghargaan, kepercayaan, dan rahmat dari Allah SWT (Zuhrah, 2022). Secara umum, tujuan pernikahan adalah untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, Membangun keluarga sakinah saat ini lebih menantang dibandingkan dengan masa lalu karena meningkatnya tuntutan hidup (Jamil, 2022).
Bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, ada tantangan tersendiri dalam mempertahankan nilai-nilai Islami dalam pernikahan. Pernikahan dalam Islam dianggap sebagai amanah dari Allah SWT. sehingga keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga proses yang bertujuan meraih kebahagiaan yang lebih tinggi, yaitu kebahagiaan di akhirat. Tantangan dalam era digital semakin terlihat dalam upaya menciptakan sakinah dalam keluarga, karena dibutuhkan komitmen ekstra untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai agama dan dinamika kehidupan modern.
Untuk mewujudkan keluarga sakinah, pasangan suami istri harus mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan material secara seimbang. Keluarga sakinah terdiri dari beberapa unsur penting yang perlu dipenuhi, seperti keharmonisan, religiusitas, ketaatan kepada Allah, dan kelangsungan pernikahan itu sendiri (Arifin, 2020).
Strategi praktis yang dapat diterapkan oleh Genrasi Z untuk membagun keluarga sakinah di era digital adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan pemahaman agama secara mendalam
Sebelum memasuki jenjang pernikahan, calon pasangan perlu pemahaman keagamaan yang memadai. Pemahaman tentang hak dan kewajiban masing-masing pasangan serta bagaimana cara membangun rumah tangga yang berlandaskan ajaran islam. Hal ini menjadi penting bagi Generasi Z, untuk mengadaptasikan nilai-nilai islami dalam kehidupan mereka secara kontekstual.
2. Meningkatkan komunikasi satu sama lain
Komunikasi menjadi elemen kunci dalam sebuah hubungan, termasuk dalam rumah tangga islami. Bagi Generasi Z, yang tumbuh di era digital, komunikasi tidak hanya secara langsung tetapi juga melalui teknologi. Pasangan suami dan istri harus memastikan bahwa komunikasi mereka jujur, terbuka, dan penuh rasa baik dalam interaksi sehari-hari maupun melalui perangkat digital.
3. Membangun rasa cinta satu sama lain
Adanya hubungan cinta dan ikatan kasih sayang yang erat merupakan pondasi penting yang dapat menentukan harmonisnya sebuah keluarga, apabila dalam suatu keluarga tidak mempunyai hubungan yang erat, maka antar anggota keluarga tidak ada lagi rasa saling memiliki dan rasa kebersamaan akan kurang. Bagi Generasi Z, yang hidup di tengah dinamika modern, membangun rasa cinta dalam keluarga memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kebersamaan dan rasa saling memiliki.
4. Pemanfaatan teknologi secara positif
Media sosial dapat digunakan untuk memperkuat fondasi spiritual pasangan muda, misalnya melalui kajian online ataupun platform yang membantu dalam pengelolaan rumah tangga islami. Hal seperti itu dapat menjadi sarana untuk mengakses kajian islami, sehingga pasangan Generasi Z dapat memahami cara untuk membangun rumah tangga yang berlandaskan syariat islam.
5. Menyeimbangkan antara kebutuhan material dan spiritual
Generasi Z perlu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan materi, seperti finansial dan pekerjaan, dengan kebutuhan spiritual melalui penguatan nilai-nilai agama. Aktivitas rutin seperti shalat berjamaah dan membaca Al-Qur’an bersama dapat mempererat hubungan keluarga sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga tercipta keharmonisan dan keberkahan dalam rumah tangga.
Membangun keluarga sakinah adalah idaman setiap pasangan, terutama Generasi Z yang menghadapi tantangan era digital. Untuk mencapainya, pasangan suami istri harus mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan material secara seimbang, dilandasi nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Keharmonisan, religiusitas, ketaatan kepada Allah, serta kelestarian pernikahan menjadi unsur penting dalam mewujudkan keluarga sakinah. Dengan komitmen yang kokoh dan usaha berkesinambungan, keluarga sakinah yang harmonis dan diberkahi bukan hanya menjadi tujuan hidup, tetapi juga jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Referensi
Arifin, Z. (2020). Tantangan Membentuk Keluarga Sakinah Pada Generasi Milenial. Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 197–211. http://wahanaislamika.ac.id
Jamil, M. (2022). Tantangan Keluarga Sakinah Era Generasi Milenial. 8(4), 39–49.
Zuhrah, F. (2022). Memperjuangkan Keluarga Sakinah Di Tengah Globalisasi Di Indonesia. 3(1).

No responses yet