Categories:

Oleh: Muhammad Faris Ibadurrahman (2408015106)
1D Psikologi Uhamka

Islamic parenting atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai parenting islam merupakan sebuah metode yang mengedepankan poin-poin ke islamian pada anak dari usia dini bahkan dari janin. Metode ini berfokus pada aspek keimanan, akhlak, serta Pendidikan untuk membuat fondasi pribadi yang berakhlak mulia serta berbudi pekerti (Hasan & Aziz, 2023).

Peran keluarga sangatlah penting untuk anak, karena dari keluarga lah seorang anak dapat mendapatkan ilmu-ilmu kehidupan yang akan terus dipakai saat seorang anak menjalani hidup nya. Tidak hanya ilmu-ilmu kehidupan, keluarga adalam lingkungan pertama dan utama bagi anak untuk mempelajari islam (Nasution, 2019). Keteladanan orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua akan membentuk pola pikir, perilaku, serta akhlak anak dalam menjalani ibadah, menghormati orang lain, serta dapat mengembangkan nilai dan ilmu agama islam (Arif, Aziz, Harus dan Ma’arif, 2023).

Parenting Islami dikenal juga sebagai Tarbiyyah al-Awladdan, yaitu prinsip yang berlandaskan tauhid, iman, dan akhlak mulia. Menurut Darajat pola asuh islam ialah suatu metode pengasuhan yang utuh berdasarkan sikap dan perilaku orang tua terhadap anak sejak dini serta memberikan Pendidikan berdasarkan Al-qur’an dan sunnah.

Ada beberapa cara yang dicontohkan Rasullullah dalam mendidik anak

  1. Mendidik anak hingga usia 2 tahun
  2. Doa untuk proses kelahiran

Proses melahirkan adalah proses yang sangat menyakitkan bagia seorang ibu, maka dari itu Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk banyak ber-doa dan berdzikir untuk menyertai proses kelahiran anak

  • Mendidik anak pada hari pertama kelahiran

“ketika Fatimah melahirkan anaknya Hasan bin Ali, aku melihat Rasulullah mengumandangkan adzan sebagaimana adzan untuk sholat di  telinga Hasan” (HR Ahmad).

  • Aqiqah

Dari Samurah bin Jundub berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

Setelah anak sudah mau menginjak remaja, Rasulullah juga mengajarkan beberapa metode pengasuhan, seperti :

  1. Menampilkan suri tauladan yang baik

Orang tua sebagai role model bagi anak, sehingga anak dapat mencontoh sifat dari kedua orang tua nya dan juga dapat mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual, dan etos sosial anak. Selain itu juga bisa mempengaruhi kepribadian anak.

  • Mencari waktu yang tepat untuk memberikan pengarahan

Dalam hal ini orang tua harus dapat memehami situasi hati anak, terkadang anak tidak mau mendengarkan nasihat tidak berarti sang anak tidak mau mendengarkan tetapi bisa jadi suasana hati sang anak sedang tidak baik-baik saja. Rasulullah mengatakan ada 3 waktu yang tepat saat ingin memberikan nasihat pada anak, yaitu saat makan, saat di perjalanan, dan saat anak sakit.

  • Bersikap adil

Bersikap adil dalam memberikan kasih saying dan jyga perhatian.

  • Menunaikan hak-hak anak

Ada 4 hak yang wajib ditunaikan, yaitu hak perlindungan, hak untuk hidup dan berkembang, hak Pendidikan, dan hak mendapatkan nafkah serta warisan

  • Doa yang terbaik untuk anak

Doa merupakan landasan yang sangat penting untuk anak dalam menjalani hidup nya. Tentu dengan doa yang terbaik dari orang tua nya, kegiatan anak di luar rumah Insyaallah akan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah.

  • Larangan untuk mendoakan keburukan untuk anak

Setiap kegiatan yang dilakukan anak harus mendapatkan restu dan ridho dari kedua orang tua. Jika orang tua tidak meridhoi kegiatan anak, sebaiknya tetap mendoakan yang terbaik untuk kesalamatan seorang anak, karena doa dari orang tua sangatlah mudah untuk di ijabah oleh Allah.

  • Membantu anak untuk berbakti dan taat pada perintah Allah dan orang tua

Mempersiapkan serta menyediakan sarana untuk anak agar anak dapat patuh serta berbakti kepada kedua orang tua.

  • Larangan untuk marah dan mencela anak

Saat mencela dan marah pada anak hal tersebut dapat  merusak mental dan hati seorang anak. Maka dari itu, jika orang tua sedang mengalami emosi, sebaiknya menenangkan diri terlebih dahulu.

Pada kesimpulan nya penerapan metode pola asuh Islami (Islamic Parenting) merupakan pola asuh yang selalu lekat dengan ajaran islam yang berdasarkan Al-qur’an dan As-sunnah. Parenting ini bertujuan untuk mendidik anak untuk selalu tunduk dan patuh kepada perintah orang tua dan agama nya sendiri. Anak merupakan titipan yang sangat berharga dari Allah SWT yang hharus dijaga dengan baik serta penuh tanggung jawab, tidak hanya itu anak juga harus diberikan perlindungan serta hidup yang layak dari kedua orang tuanya. Hak-hak anak didalam Al-qur’an anatara nya adalah Radaah (susuan), Hadhanah (Pendidikan), walayah (perlindungan), dan nafkah.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *