Categories:

Oleh: Siti Nurhalizah

Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka

Keluarga adalah lingkungan pertama yang dihadapi anak dalam proses tumbuh kembangnya. Di dalam keluarga, anak menjalin banyak interaksi, terutama dengan orang tua, sehingga pola perkembangan dan pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh peran mereka. Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah pembentukan harga diri (self-esteem). Keluarga sakinah hadir menjadi kunci utama dalam membangun rasa percaya diri yang positif bagi generasi mendatang. Lingkungan keluarga yang dipenuhi dengan nilai-nilai Islam, kasih sayang, dan pemahaman menjadi tempat yang ideal bagi perkembangan kepribadian anak yang sehat.

Hubungan antara keluarga sakinah dan pembentukan self esteem anak merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Fondasi keluarga sakinah yang dibangun atas dasar keimanan dan kasih sayang menciptakan lingkungan optimal bagi tumbuh kembang kepercayaan diri anak. Dalam keluarga sakinah, anak mendapatkan afirmasi positif berbasis nilai Islam, dimana mereka dihargai bukan sekadar karena prestasi atau penampilan, melainkan karena nilai hakiki mereka sebagai makhluk Allah SWT. Pola asuh yang menyeimbangkan kasih sayang dan disiplin membangun rasa aman pada anak, mengajarkan mereka tentang nilai diri sekaligus tanggung jawab.

Aspek spiritual memainkan peran penting dalam membentuk self-esteem anak. Keyakinan akan nilai diri di mata Allah SWT memberikan dasar kepercayaan diri yang kokoh, terlepas dari penilaian eksternal. Dukungan tanpa syarat dari orang tua mendorong anak untuk menggali potensi dan mencoba hal baru tanpa takut gagal.

Melalui interaksi harian, anak belajar keterampilan sosial penting, seperti menyelesaikan konflik secara positif dan mengekspresikan emosi dengan sehat. Keluarga sakinah menyediakan ruang aman untuk anak berekspresi, menghargai pendapat mereka, dan membangun rasa percaya diri yang akan mendukung interaksi di lingkungan sosial yang lebih luas. Dengan demikian, keluarga sakinah menjadi wadah ideal pembentukan self esteem anak, menciptakan generasi yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan emosional yang kuat.

  1. Karakteristik Keluarga Sakinah

Konsep keluarga sakinah menurut ‘Aisyiyah adalah keluarga yang dibangun berdasarkan ajaran Islam, di mana setiap anggotanya berperilaku dengan akhlak yang mulia (Hamzah, M. Dwi Fajri 2013). Dengan demikian, terdapat beberapa faktor yang menjadi karakteristik keluarga sakinah, yaitu: 1) niat yang tulus (Islâh al-Niyyah) dan hubungan yang kuat dengan Allah (Quwwatu shilah billâh), 2) kasih sayang, 3) keterbukaan (Mushârohah), kesantunan, dan kebijaksanaan (Mu’asyarah bil Ma’rûf), 4) komunikasi dan musyawarah, 5) toleransi (Tasâmuh) dan sifat pemaaf, 6) keadilan dan kesetaraan, serta 7) kesabaran dan rasa syukur (Chadijah 2018).

Kasih sayang menjadi landasan utama dalam keluarga sakinah, dengan penekanan pada pentingnya komunikasi dan musyawarah. Pola hubungan yang bersifat demokratis ini menciptakan komunikasi yang dialogis, yang pada akhirnya menghasilkan ketenangan, kedamaian, dan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Dengan nilai-nilai ini, keluarga sakinah tidak hanya menjadi tempat bertumbuhnya rasa percaya diri dan keberanian, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.

  1. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Self-Esteem Anak

Hubungan antara orang tua dan anak sejatinya sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua. Ketika orang tua menunjukkan sikap yang positif, hubungan dengan anak akan terjalin lebih harmonis dan penuh kehangatan. Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak mengembangkan harga diri mereka. Salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan adalah pencapaian identitas diri, yang menjadi fondasi penting dalam membentuk kekuatan anak sebagai individu (Bahruddin 2022).

Sebagai pilar utama dalam membangun self-esteem anak, orang tua dalam keluarga sakinah dapat menerapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan rasa percaya diri anak secara optimal, yakni:

  1. Memberikan Kasih Sayang tanpa Syarat

Kasih sayang tanpa syarat membantu anak merasa dihargai dan diterima apa adanya. Hal ini dapat diwujudkan melalui perhatian penuh, sentuhan hangat, dan ungkapan cinta yang konsisten. Penelitian mengungkapkan bahwa anak yang menerima kasih sayang tanpa syarat dari orang tua cenderung memiliki self-esteem yang lebih kuat dibandingkan mereka yang sering mendapatkan kritik.

  • Menerapkan Pola Komunikasi yang Positif

Komunikasi yang positif memungkinkan anak merasa dihargai dan didengarkan. Dalam keluarga sakinah, orang tua berusaha mendengarkan pendapat anak dengan penuh perhatian tanpa menghakimi, serta memberikan tanggapan menggunakan bahasa yang empatik. Penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang sehat dalam keluarga berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri anak.

  • Membiasakan Rasa Syukur dan Tawakal

Dalam keluarga sakinah, orang tua juga menanamkan nilai syukur atas segala nikmat dari Allah SWT dan mengajarkan sikap tawakal saat menghadapi tantangan. Pendekatan ini membangun fondasi spiritual yang kokoh bagi anak, memungkinkan mereka mengembangkan self-esteem yang tidak hanya bergantung pada pengakuan duniawi.

  • Memberikan Keteladanan

Anak belajar melalui pengamatan. Ketika orang tua memperlihatkan sikap percaya diri, rasa syukur, dan kemampuan mengatasi tantangan dengan bijaksana, mereka memberikan contoh yang baik bagi anak. Contoh ini menjadi panduan bagi anak dalam membangun konsep diri yang positif.

  • Menghargai Keunikan Anak

Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang unik. Dalam keluarga sakinah, orang tua berperan penting dalam mengenali serta mendukung keunikan tersebut, tanpa membandingkan anak dengan saudara atau anak lainnya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri anak, tetapi juga memotivasi mereka untuk mengembangkan potensi diri secara optimal.

  1. Kesimpulan:

Keluarga sakinah berperan penting dalam pembentukan self-esteem anak melalui penerapan nilai keimanan, kasih sayang, dan komunikasi yang positif. Karakteristik seperti niat yang tulus, hubungan yang kuat dengan Allah SWT, keterbukaan, toleransi, dan kesabaran menciptakan lingkungan yang mendukung rasa percaya diri anak.

Orang tua dalam keluarga sakinah memberikan kasih sayang tanpa syarat, menghargai keunikan anak tanpa membandingkan, serta menanamkan nilai syukur dan tawakal. Melalui komunikasi yang empatik dan teladan sikap positif, anak belajar membangun konsep diri yang kuat dan percaya diri. Pendekatan ini tidak hanya membantu anak mengembangkan self-esteem yang sehat, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan kokoh.

Referensi:

Bahruddin. 2022. “Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan.” VI(2): 113–27. https://jurnal.iain-bone.ac.id.

Chadijah, Siti. 2018. “Karakteristik Keluarga Sakinah Dalam Islam.” Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan 14(1): 113–29.

Hamzah, Afni Rasyid , Rahmat Dahlan, Arif, and Hilal Ramadhan, Muhammad Dwi Fajri. 2013. MU’AMALAH. ed. Tohirin Afni Rasyid. Jakarta Selatan: UHAMKA PRESS.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *