Tanah Grogot dahulu termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Kemudian, dahulunya lagi di sini telah berdiri Kesultanan Paser (yang sebelumnya bernama Kerajaan Sadurangas) adalah sebuah kerajaan yang berdiri pada tahun 1516 dan dipimpin oleh seorang wanita (Ratu I) yang dinamakan Putri Di Dalam Petung. Wilayah kekuasaan kerajaan Sadurangas meliputi Kabupaten Paser yang ada sekarang, ditambah dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, Balikpapan dan Pamukan. Menurut perjanjian VOC-Belanda dengan Kesultanan Banjar, negeri Paser merupakan salah satu bekas negara dependensi (negara bagian) di dalam “negara Banjar Raya”. Dalam tahun 1853 penduduk Kesultanan Paser 30.000 jiwa.

Urutan Penguasa Kesultanan Paser 

Nama Penguasa, Gelar dan Tahun Berkuasa kesultanan Paser, sebagai berikut adalah Pertama, Putri Di Dalam Petung (1516-xxxx). Kedua, Aji Mas Anom Indra bin Aji Mas Pati Indra (1607–1644). Ketiga, Aji Anom Singa Amulana bin Aji Mas Anom Indra (1644–1667). Keempat, Aji Perdana bin Aji Anom Singa Maulana Penambahan Sulaiman (1667–1680). Kelima, Aji Duwo bin Aji Mas Anom Singa Maulana Penambahan Adam (1680–1705). Keenam, Aji Geger bin Aji Anom Singa Maulana Sultan Aji Muhammad Alamsyah/Sultan Pasir I (1703–1726). Ketujuh, La Madukelleng La Madukelleng/Sultan Pasir, Arung Matoa Kerajaan Wajo, Bugis,(1726–1736). Kedelapan, Aji Negara bin Sultan Aji Muhammad Alamsyah Sultan Sepuh Alamsyah Sultan Pasir II, (1738–1768). Kesembilan, Aji Dipati bin Panembahan Adam Sultan Dipati Anom Alamsyah/Sultan Pasir III, (1768–1799). Kesepuluh, Aji Panji bin Ratu Agung Sultan Sulaiman Alamsyah/Sultan Pasir IV, (1799–1811).

Kesebelas, Aji Sembilan bin Aji Muhammad Alamsyah Sultan Ibrahim Alamsyah (1811–1815). Keduabelas, Aji Karang bin Sultan Sulaiman Alamsyah Sultan Mahmud Han Alamsyah (1815–1843). Ketigabelas, Aji Adil bin Sultan Sulaiman Alamsyah Sultan Adam Alamsyah (1843–1853). Keempatbelas, Aji Tenggara bin Aji Kimas Sultan Sepuh II Alamsyah (1853–1875). Kelimebelas, Aji Timur Balam Sultan Abdurahman Alamsyah (1875–1890). Keenambelas, Sultan Muhammad Ali Alamsyah (1880–1897). Ketujuhbelas, Pangeran Nata bin Pangeran Dipati Sulaiman Sultan Sulaiman Alamsyah (1897–1898). Kedelapanbelas, Pangeran Ratu bin Sultan Adam Alamsyah Sultan Ratu Raja Besar Alamsyah (1898–1900). Kesembilanbelas, Pangeran Mangku Jaya Kesuma Sultan Ibrahim Khaliluddin (1900–1906).

Di antara raja atau Sultan yang disebut di atas, tak diketahui yang mana punya gelar Arung Tarawe yang menjadi mertua Pangeran Amir dari Kesultanan Banjar. Apakah Arung Matoa yang berkuasa di kesultanan Paser 1726-1736?  Ataukah ada yang lain lagi ? Tak taulah yang jelas kesultanan Paser ini menjalin tali kekeluargaan dengan kesultanan Banjar lewat jalur perkawinan. Dari hasil perkawinan Pangeran Amir dengan salah satu Puteri Arung Tarawe yang kemudian hari menurunkan Pangeran Antasari.

Pada tanggal 5 Juli 2020, Aji Muhammad Jarnawi SH bin Aji Mashuri bin Aji Lambat bin Aji Mesri bin Aji Bagus/Pangeran Suryanata bin Sultan Ibrahim bin Sultan Muhammad bin Pangeran Nata Negara bin Ratu Agung Tuo bin Aji Muhammad bin Aji Anum Indra bin Aji Maspati Indra bin Pangeran Indrajaya/Aji Putri Petung, yang terpilih sebagai Sultan Paser XX yang sah, walaupun tidak lagi mempunyai kekuasaan, tapi ia mempunyai kewibawaan kultural bagi masyarakat Tana Grogot dan sekitarnya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *