“Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu”
Secara sederhana, makna ungkapan di atas adalah: Apa pun yang dikatakan orang lain tentang kita, jangan sampai menjadi penghambat kemajuan kita. Jika itu berupa pujian, jangan sampai membuat kita tinggi hati, sehingga berpuas diri. Jika itu berupa cacian, jangan sampai membuat kita sakit hati, kemudian patah semangat dalam menjalani hidup ini.
Saya teringat dengan prinsip hidup yang diucapkan oleh Siti Nurhaliza, penyanyi asal dari negeri jiran, Malaysia, ketika suatu saat diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia. Dia mengatakan: “Siti tak hidup kerana puji, dan tak mati kerana caci.”
Apa yang dikatakan Siti Nurhaliza menunjukkan bahwa dia hidup bukan karena untuk mendapatkan pujian dan sanjungan di kanan-kiri. Dia juga tidak akan mati hanya karena cacian dan makian orang-orang yang tidak suka kepadanya. Dia jalani hidup ini dengan penuh semangat, percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Kalaupun ada sanjung puji itu hanyalah bonus atas kerja kerasnya selama ini. Sedangkan kalau ada caci maki, bukan kritik yang membangun, dia anggap sebagai angin lalu yang tidak perlu ditanggapi.
Makna lain dari ungkapan di atas adalah: Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang datang silih berganti dalam proses perjuangan kita meraih impian serta cita-cita, jangan pernah membuat kita berhenti melangkah, kita harus tetap melangkah pasti menuju impian dan cita-cita yang telah kita rencanakan. Anggaplah semua rintangan dan hambatan itu sebagai penempa mental kita, pendewasa sikap kita, ‘bumbu penyedap’ yang akan semakin menguatkan cita rasa kesuksesan kita kelak.
The show must go on. Abaikan segala aral melintang yang menghalangi impian dan cita-cita kita meraih sukses dalam hidup ini. Jalan terjal nan berliku yang kita lalui, akan menjadi cerita indah ketika kita sukses di kemudian hari nanti.
* Ruang Inspirasi, Sabtu, 3 Juli 2021.

No responses yet