Categories:

Oleh : Elviyana Zarra Mahasiswi S1 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA

Dizaman modern dengan masuknya budaya asing membuat adanya perubahan-perubahan dalam diri seseorang, khusus nya wanita atau muslimah adalah dalam gaya berpakaian. Gaya berpakaian yang sekarang sedang tren diikuti dikalangan remaja hingga dewasa adalah tren idol kpop ataupun artis korea yang mempunyai ciri-ciri unik, nakal (badas/keren), lucu, ataupun eye catching. Hal ini dikarenakan sebuah believe system (keyakinan yang salah) dari seseorang terhadap fungsi pakaian yaitu hanya sebagai pelindung tubuh, ajang pamer, dan bukan hal yang perlu diatur atau dipermasalahkan dalam pengunaannya. Sehingga terkadang seseorang menggunakan pakaian berdasarkan tren yang kurang memperhatikan moral dan value nya tetapi hanya keindahan nya saja.
Didalam Islam pakaian bukan sekadar kain yang melindungi tubuh ataupun ajang pamer, melainkan juga sebuah bentuk perwujudan dari nilai-nilai agama dan etika. Adab berpakaian menjadi penting sebagai bagian dari tata krama dan kesopanan yang diajarkan oleh Islam. Islam sangat menjunjung tinggi adab dan akhlak dalam berbicara, berperilaku, maupun berpakaian. Dalam keindahan berbusana, terkandung pesan-pesan mendalam tentang kesantunan, ketaatan, dan kepatuhan terhadap norma-norma agama. Salah satu tokoh wanita didalam islam yang sangat bermoral dan high value adalah Sayyidah Fatimah yang merupakan putri Nabi Muhammad Saw. Berikut adalah beberapa aspek adab berpakaian dalam Islam yang memancarkan keindahan pada individu yang memakai nya serta mengandung moral dan value seorang wanita muslimah seperti Sayyidah Fatimah :

  1. Aurat yang dilindungi dengan Indah
    Adab berpakaian Islam menuntut perlindungan aurat dengan penuh keindahan. Dalam islam salah satu hal utama mengenai adab ketika berpakaian adalah menggunakan pakaian yang tertutup (auratnya), tidak ketat dan nyaman ketika dipakai. Hal ini berdasarkan ayat Al-Qur’an Surah Al-A’raf : 26 yaitu :
    يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
    Artinya : Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
    Berdasarkan ayat diatas dijelaskan pentingnya memilih pakaian yang digunakan untuk menutupi aurat. Jika masuk ke konsep psikologi, hal ini bisa memberikan efek psikologis terhadap orang lain berupa persepsi bahwa pakaian yang kita gunakan adalah indah karena menutupi aurat. Pemakaian busana yang indah namun tetap mematuhi aturan menutup aurat, menciptakan harmoni antara estetika (orang yang memakai ataupun melihatnya) dan bentuk ketaatan kepada ajaran agama.
  2. Kombinasi Warna yang Harmonis
    Islam memberikan kebebasan dalam memilih warna pakaian. Dalam adab berpakaian, penting untuk menciptakan kombinasi warna yang harmonis dan tidak mencolok.Warna-warna yang dianjurkan untuk wanita adalah warna gelap ataupun warna putih yang tidak transparan yang melambangkan kesucian. Adapun warna kesukaan Nabi Muhammad SAW yaitu hijau yang melambangkan warna islam. Warna hijau memiliki makna simbolis seperti kesuburan, dan kehidupan. Dalam Al-Qur’an surah Al-Kahfi ayat 31, menggambarkan penduduk surga memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal. Ini mencerminkan sikap yang tenang, damai, dan tidak mencari perhatian berlebihan. Untuk wanita muslimah yang masih suka gaya modis dan warna tidak terlihat tua, bisa warna-warna ceria seperti coklat muda, biru muda, pink, ungu muda, hijau muda, abu-abu, creme, dll.
  3. Keteraturan dan Kebersihan Busana
    Keindahan dalam berpakaian tidak hanya terletak pada desain atau warna pakaian, tetapi juga pada keteraturan dan kebersihannya. Adab berpakaian mengajarkan untuk menjaga pakaian agar selalu bersih dan teratur, menunjukkan rasa hormat terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Hal ini terdapat dalam surah Al-Muddasir ayat : 4-5 yaitu :
    وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
    Yang artinya : Pakaianmu, bersihkanlah!
  4. Pemilihan Bahan yang Menyenangkan dan Tidak Menggoda
    Islam mendorong umatnya untuk memilih bahan pakaian yang nyaman namun tidak merangsang atau menggoda. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan kesopanan dalam berpakaian, menciptakan keseimbangan antara kenyamanan dan adab. Hal ini terdapat dalam Surah Al-Insan ayat 21 yaitu :
    عٰلِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَّاِسْتَبْرَقٌۖ وَّحُلُّوْٓا اَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍۚ وَسَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُوْرًا
    Yang artinya : Mereka berpakaian sutra halus yang hijau, sutra tebal, dan memakai gelang perak. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang suci.
  5. Sederhana Namun Anggun
    Adab berpakaian dalam Islam mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu terletak pada kemewahan atau kesan mewah. Sederhana namun anggun adalah kunci utama dalam adab berpakaian, menciptakan citra yang bersahaja namun tetap menarik. Citra yang terpancar dari seseorang bukan hanya berasal dari pakaian saja, tetapi juga dari iman dan akhlak nya sehingga dinilai memiliki moral dan value.
  6. Menghindari Pakaian yang Membuat Riya
    Keindahan berpakaian dalam Islam juga terkait dengan niat dan tujuan penggunaan pakaian. Adab berpakaian mengingatkan untuk menjauhi pakaian yang digunakan dengan maksud pamer atau mencari perhatian, sebab keindahan sejati terletak pada kesucian hati dan ketundukan kepada Allah. Hal ini terdapat banyak di ayat dalam beberapa surah di Al-Qur’an salah satunya yaitu Surah An-Nisa ayat 38.
  7. Menjaga Citra Muslim di Mata Masyarakat
    Adab berpakaian dalam Islam juga berperan dalam menjaga citra umat Muslim di mata masyarakat. Pakaian yang mencerminkan nilai-nilai kesopanan dan ketertiban membantu menciptakan persepsi positif terhadap Islam dan umatnya.
    Kesimpulan
    Dengan mengaplikasikan adab berpakaian dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam dapat menjadikan pakaian sebagai sarana untuk memancarkan keindahan yang dihiasi oleh kesopanan serta ketaatan kepada ajaran agama. Kesadaran akan adab berpakaian ini tidak hanya menciptakan keindahan visual, tetapi juga menyuburkan keindahan moral dan spiritual dalam kehidupan seorang Muslim/Muslimah. Baik orang yang memakai ataupun yang memandang nya akan dapat merasakan keindahan dari cahaya adab yang terpancar dari pakaiannya. Sehingga orang tersebut akan dianggap orang lain menjadi wanita yang mempunyai moral dan value seperti Sayyidah Fatimah yang selalu menjaga dirinya dari pandangan lelaki.

Sumber Referensi :
Firdasari, D. M. (2021). Adab Berpakaian bagi Wanita dalam Kitab Riyadus Salihin Karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Sharaf an-Nawawiy ad-Dimashqiy. IAIN PONOROGO.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *