Oleh : Yeni Nuraini (Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka)
Kesabaran adalah kemampuan menahan diri untuk tidak bereaksi secara emosional, berpikir jernih, berbicara bijak, dan bertindak dengan niat baik tanpa melanggar norma atau aturan yang ada (El Hafiz & Almaududi, 2015). Bersabar memungkinkan anggota keluarga untuk menghadapi masalah dengan lebih baik, menjadi pendengar yang lebih baik, dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari. Kesabaran juga membantu keluarga memahami bahwa membangun hubungan yang sehat dan harmonis membutuhkan waktu dan tenaga serta membuahkan hasil yang positif.
Menurut (Basir et al., 2019)Setiap orang memimpikan memiliki keluarga yang penuh cinta, kasih sayang, perlindungan dan rasa hormat, yang disebut dengan keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah. Namun, menciptakan keluarga seperti itu tidaklah mudah. Hal ini memerlukan upaya serius dan dukungan dari seluruh anggota keluarga, baik ayah, ibu maupun anak.
Keluarga sakinah adalah keluarga yang penuh kedamaian dan ketenangan. Keluarga ini juga sering dianggap sebagai keluarga bahagia. Dengan demikian, keluarga sakinah merupakan kondisi ideal sebuah keluarga yang berdasarkan ajaran Al-Quran dan Sunnah, dengan tujuan mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. (Basir et al., 2019). Keluarga sakinah yang dibangun dengan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan Sunnah mempunyai nilai-nilai yang sangat penting. Kedamaian dan ketentraman dalam keluarga Sakinah tidak hanya sebatas pada aspek fisik saja, namun juga mencakup keharmonisan emosional dan spiritual antar anggota keluarga.
Untuk menciptakan kedamaian pada keluarga Sakinah, penting juga untuk berkomunikasi antar anggota keluarga, Ketika anggota keluarga mampu terbuka dan jujur mereka akan lebih mampu memahami satu sama lain dan mampu menyelesaikan konflik dengan baik. Selain itu penting juga nilai-nilai kesabaran untuk menciptakan keluarga yang sakinah.
Adapun berikut Peran-Peran Kesabaran yang mampu menciptakan keluarga yang Bahagia dan Sakinah :
- Mampu mempertahankan ketenangan saat konflik, kesabaran membantu anggota keluarga agar rileks dan tidak terburu-buru saat menghadapi konflik, dengan kesabaran mereka mengelola emosinya dengan baik.
- Menciptakan hubungan yang kuat, Kesabaran memungkinkan anggota keluarga untuk memberikan dukungan dan pemahaman saat menghadapi masalah dan kesusahan.
- Memberikan nilai positif, kesabaran juga menjadi contoh bagi anak-anak Ketika melihat orang tua bersikap sabar akan mengajarkan untuk mengontrol diri dan bersabar dalam setiap situasi.
- Membangun kepedulian dan empati, kesabaran membantu anggota keluarga menjadi lebih peduli dan empati kepada perasaan orang lain dan kebutuhan orang lain, dengan kesabaran dapat memberikan perhatian yang lebih Ketika mendengarkan satu sama lain.
Dengan demikian kesabaran memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan keluarga yang Bahagia dan keluarga yang sakinah, karena mampu mengendalikan emosi, membentuk kepribadian yang peduli dan empati, dan bersikap sabar dalam menghadapi berbagai situasi.
Referensi :
Basir, S., Bimbimbingan, D., Islam, D. P., Dakwah, F., Uin, K., & Makassar, A. (2019). Membangun Keluarga Sakinah (Sofyan Basir) MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH.
El Hafiz, S., & Almaududi, A. A. (2015). Peran pola asuh otoriter terhadap kematangan emosi yang dimoderatori oleh kesabaran.

No responses yet