Categories:

Oleh: Salsha Nur Fauziah (mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dari fakultas psikologi)

Di zaman sekarang ini banyak perubahan yang terjadi di segala aspek begitu cepat dan menuntut seseorang untuk mengikuti setiap perubahan yang terjadi, padahal tidak semua orang mampu melakukan sehingga yang terjadi manusia yang menyimpan banyak masalah. Akibatnya seseorang yang berbagai masalah psikis dan fisik yang menimbulkan masalah batin dalam dirinya,dengan demikian di butuhkan cara yang efektif untuk mengatasinya. Islam memiliki dimensi batin dan esoteris yang dikenal sebagai tasawuf, dimana di dalamnya terdapat laku spiritual yang juga mencangkup pembahasan batin, jiwa dan kondisi – kondisinya.

Di Tengah krisis kehidupan yang sangat sulit secara ekonomi maupun psikologis,tasawuf bisa memberikan obat terhadap kerohanian yang mereka sudah tidak mengenal siapa dirinya dan arti tujuan hidupnya, karena sebab itu membuat penderitaan batin berkepanjangan. Sesungguhnya agama adalah terapi bagi penyakit jiwa atau mental, karena ia bisa memperbarui, mengubah, memperbaiki jiwa. Agamapun memberikan kekuatan kepada manusia ketika ia berhadapan dengan kebimbangan, dan memberikan kesabaran disaat manusia dilanda frustasi,

Tasawuf merupakan jalan yang ditempuh seseorang untuk mengetahui tingkah laku dan sifat – sifat nafsu, baik yang buruk maupun yang baik. Karena itu kedudukan tasawuf dalam islam diakui sebagai ilmu agama yang berkaitan dengan moral dan tingkah laku. Dalam Tasawuf, islam tidak sebatas dijadikan sebagai ritual keagamaan tanpa penghayatan. Tetapi, islam juga memiliki dampak yang luas terhadap pemeluknya.

Dalam Psikologi, salah satu cara pengobatan permasalahan psikologi (jiwa) dengan menggunakan metode psikoterapi. Caplin (1981), mengatakan bahwa psikoterapi diartikan sebagai teknik khusus dalam proses penyembuhan penyakit kejiwaan, batin dan kesulitan menyesuaikan diri. Namun, menurut Omar alishah dalam bukunya : “Tasawuf sebagai terapi” menawarkan cara islami untuk mengobati gangguan kejiwaan yang dialami manusia, yaitu dengan cara terapi sufi. Hadirnya terapi tasawuf bukan semata – mata ingin menggantikan posisi terapi medis (psikoterapi) yang telah lama dilakukan, justru cara terapi tasawuf ini bisa menjadi alternatif terapi yang belum dapat diselesaikan dengan metode terapi medis atau psikoterapi.

Dengan begitu, terapi tasawuf atau sering disebut dengan terapi sufi, sebagai penyembuhan secara islami melalui hidup kejiwaan yang didasari nilai keagamaan, tetapi tidak mengubah keimanan dan kepercayaan pasien melainkan membangkitkan kekuatan dan semangat batin pasien untuk membantu proses penyembuhan.

Ada beberapa metode penyembuhan dengan metode terapi sufi (pengobatan tasawuf) diantaranya :

  1. Metode Taubat

Taubat berarti penyesalan atau menyesal karena telah melakukan suatu perbuatan dosa dengan jalan berjanji bahwa tidak akan mengulangi perbuatan dosa atau kesalahan yang sama dan kembali kepada Allah SWT. Taubat adalah kunci bagi petunjuj kepada jalan yang lurus, sara bagi penyucian hati dan jiwa.

Saat semua masalah pada masyarakat modern telah banyak terjadi pada setiap individu, maka psikoterapi yang pertama adalah dengan jalan taubat. Dan oada dasarnya taubat memiliki 4 prinsip, yaitu :

Pertama, adalah bentuk taubat, batas batasnya dan ilmunya. Taubat yang sebenar benarnya adalah kewajiban yang mengikat seseorang setelah ia melakukan dosa. Rasa penyesalan yang mendalam harus dilakukan dengan ikhlas dan tulus.

Kedua, berpaling dan menjauhkan diri dari semua dosa, maksiat, dan kejahatan, mengetahui dosa besar dan dosa kecil, mengetahui kewajiban kewajiban kepada Allah dan mengetahui kewajiban kewajiban terhadap manusia.

Ketiga, mengetahui syarat – syarat taubat, meneliti dosa dosa pada masa lalu dan cara meninggalkan dosa tersebut. Ada 2 ; rasa sesal dan niat atau kemauan yang kuat

Keempat, mengetahui sebab sebab yang menggerakkan kepada taubat dan obat obatan yang membuat kecanduan.

  1. Metode riyadhah atau mujahadah

Riyadhah (latihan) merupakan suatu usaha yang sedang dilakukan seseorang yang sedang berusaha untuk merubah kebiasaan dirinya yang tidak baik menuju pada kebiasaan dan tingkah laku yang baik. Mujahadah (usaha sungguh sungguh ke jalan Allah) merupakan usaha yang harus dilakukan seseorang yang berasal pada tahap riyadhah. Riyadhah dan mujahadah tidak dapat dipisahkan, keduanya slaing terhubung dan berkesinambungan.

Riyadhah dan mujahadah, dapat mengembalikan eksistensinya sebagai hamba Allah, karena karena untuk bisa kejalan Allah ia harus membimbing nafsu syahwat dan amarah kedalam kendali akal dan syariat.

  1. Metode Zuhud

Zuhud atau mengesampingkan hal – hal duniawi adalah salah satu kedudukan mulia pada diri orang yang sedang mengejar ridha Allah SWT. Dalam Ihya’ ‘ulumuddin Al – Ghazali meletakan zuhud sebagai psikoterapi terhadap masalah – masalah manusia modern yang cenderung hidup mewah, materialistik dan mengukur kebahagiaan dengan uang.

Dengan demikian, pada kehidupan modern ini masyarakat sudah dipenuhi teknologi yang canggih yang mengakibatkan terisolasi dari pemahaman yang baik tentang tujuan kita semua hidup di dunia ini. Maka zuhud termasuk hal yg positif untuk diterapkan sebagai nafas kehidupan, karena dengan berzuhud seseorang tidak akan terobsesi dengan gemerlapnya dunia dan segala isinya.

  1. Metode Sabar

Setelah orang orang berzuhud, maka setelah itu ia diwajibkan untuk bersabar dengan semua hasil yang diperoleh. Allah SWT, telah memuji orang orang yang sabar dan senantiasa sabar dalam menghadapi segala keadaan, di dalam Al – Qur’an, dia menyebutkan bahwa sebagian besar perbuatan baik dan kebajikan terkait erat dengan sabar. Dalam firman – nya surah As – sajdah Allah berfirman “Dan kami menjadikan mereka itu para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami setelah mereka bersabar. Dan adalah mereka meyakini ayat ayat kami”.

Sabar adalah sarana yang paling efektif dalam menerapi jiwa manusia dari berbagai penyakitnya sebab ia adalah upaya pembersihan dan persiapan dengan bimbingan ketuhanan dan pengarahan Kemaha kasihan. Sabar adalah membersihkan dari musuh dan menghilangkan berbagai kecenderungan jiwa yang bersifat biologis sebagaimana ia merupakan perhiasan jiwa dengan sifat-sifat yang indah,tidak mau membalas perlakuan tidak baik, dan menjauhkan berbagai penyakit. Dengan demikian, kesehatan jiwa (mental) yang dituju oleh setiap manusia akan terbukti nyata melalui kesabaran.

  1. Metode Tawakal

Tawakal adalah bersandar kepada Allah SWT dalam segala hal. Tawakal dapat menimbulka ketenangan jiwa, kestabilan, dan ketentraman bagi orang mukmin, layaknya seperti sabar. Seseorang yang bertawakal yakin tidak ada perubahan pada bagian bagian rezeki yang telah ditetapkan, sehingga apa yang telah ditetapkan untuknya tidak akan terlepas darinya, dan begitu pula dengan takdir.

Orang yang bertawakal bukan berarti hanya diam saja tanpa bekerja ataupun usaha, bukan menyerah semata mata kepada keadaan dan nasib, melainkan bekerja keras dan berjuang untuk mencapai suatu tujuan. Begitu pula dengan pembahasan tawakal sebagai psikoterapi bagi masalah masalah kehidupan modern. Setelah semua usaha yang telah dilakukan seseorang untuk kembali kepada Allah telah dilakukan lalu mendapat ridha Allah SWT, maka ia juga harus bertawakal. Yaitu mempasrahkan semua yang hasil usaha yang telah dilakukan hanya kepada Allah, artinya tidak bergantung lagi kepada makhluk lainnya kecuali Allah SWT.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *