Sebuah kisah ketauladanan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yg diceritakan oleh istrinya Aisyah binti Abu Bakar;
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَجُلًا اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَآهُ قَالَ بِئْسَ أَخُو الْعَشِيرَةِ وَبِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ فَلَمَّا جَلَسَ تَطَلَّقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَجْهِهِ وَانْبَسَطَ إِلَيْهِ فَلَمَّا انْطَلَقَ الرَّجُلُ قَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ حِينَ رَأَيْتَ الرَّجُلَ قُلْتَ لَهُ كَذَا وَكَذَا ثُمَّ تَطَلَّقْتَ فِي وَجْهِهِ وَانْبَسَطْتَ إِلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ مَتَى عَهِدْتِنِي فَحَّاشًا إِنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ شَرِّهِ
“Ada seorang yang meminta izin (bertamu) kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Setelah melihatnya, beliau berkomentar; “dia itu orang yg buruk, gak baik”.
Namun, Nabi tetap mempersilahkan dan menemuinya. Ketika ia telah duduk, Nabi bemuka manis dan berlemah lembut kepadanya.
Dan, Ketika orang itu telah pergi, maka Aisyah berkata; “Wahai Rasulullah, ketika engkau pertama kali melihatnya, engkau mengatakan demikian dan demikian, namun (saat duduk bersamanya ), engkau bermuka manis dan berlemah lembut kepadanya? “
Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Wahai Aisyah kapankah engkau pernah mendapatiku sebagai seorang yang buruk perangainya. Sesungguhnya seburuk-buruk manusia kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah: Seseorang yang dijauhi manusia, karena ia takut dari gangguan keburukannya.
Ketika seseorang ditamui oleh siapapun, maka hendaklah ia menyambutnya dgn ramah dan baik. Namun, ia diperkenankan untuk menilai tamu yg datang, demi untuk mawas diri dan kehati-hatian.
Misalnya saja; bila ada jurkam/politisi yang bawa duit, atau orang-orang pembawa proposal, dan penarik donasi, datang bertamu, maka sambutlah mereka dengan harmoni dan keramahan.
Tetapi, kita harus tetap waspada dan merdeka serta independen dalam menilai dan ambil keputusan.

No responses yet