Alquran dan Realitas: Menghitung Fitrah dalam Keterlibatan Sosial Perempuan

47
547

Judul Buku : Al-Quran dan Kodrat Perempuan ( Sebuah Tawaran Pembacaan Metodologis atas Realitas Masyarakat)
Penulis: Kusmana,Ph.D
Penerbit: RAJAWALI PERS
Cetakan/hal: 2018/82 halaman

Buku yang ditulis salah satu dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pada dasarnya merupakan penelitian individual yang ia lakukan pada tahun 2013. Penelitian yang ia lakukan merupakan sebuah inspirasi dari penelitian program doktornya mengenai persepsi kodrat perempuan di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Tulisan yang bersumber dari sebuah penelitian ini ternyata telah dimuat di jurnal ilmiah. Artikel tersebut berjudul “ Refleksi tentang Kodrat dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia: Mendayung di antara Penafsiran Islam dan Feminisme’. Tulisan ini telah terbit di Harkat: Media komunikasi Islam tentang Gender dan Anak,Vol.10,No.1,2014,57-70. Penulis juga menghadirkan beberapa referensi yang sama dalam memberikan pengetahuan mengenai perempuan, diantaranya Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas wacana Agama dan Gender karya Hussein Muhammad, Kodrat Perempuan dalam Perspektif al-Quran,”dalam memposisikan Kodrat: Perempuan dan Perubahan dalam Perspektif Islam karya Nasaruddin Umar, kemudian buku karya Faqihuddin Abdul Kadir yang berjudul Bangga Jadi Perempuan:Perbincangan dari Sisi Kodrat dalam Islam, dan masih banyak lagi.

Adapun materi yang disajikan dalam buku ini sangat lugas dan sederhana sehingga mudah dipahami oleh para pembaca dan mampu menjadi sumber bacaan bagi para mahasiswa, akademisi, maupun praktisi. Sebagai seorang mahasiswi, tulisan ini sangat membantu memberikan pengalaman dan menginformasikan makna eksistensi kodrat perempuan yang sampai saat ini masih banyak diperdebatkan di kalangan masyarakat. Ini sangat wajar, karena mereka memandang kodrat perempuan tentu dari berbagai aspek yang ada. Begitu juga, sebagai perempuan biologis daerah Sunda, saya sangat memahami realita sebagian perempuan yang tidak merasakan kekhalayakannya dalam dunia pendidikan, bahkan pekerjaan. semua aktivitas ini seakan-akan diskontruksi dan mereka memberikan mindset bahwa tempat paling berharga bagi perempuan adalah rumah. Dalam kasus ini, kita bisa melihat bagaimana kaum laki-laki yang tidak menganggap perempuan sebagai manusia utuh, yang punya potensi kerja keras dan pantang menyerah, kebaikan dan keburukan, sebagaimana laki-laki.

Perempuan sunda yang konon katanya memiliki karakter lemah lembut dan rasa simpati yang tinggi, mereka rela mengorbankan jerih payah pendidikannya dan memilih untuk berhenti sebagai ibu rumah tangga. Menurut saya, ini sangat memprihatinkan bagi perempuan yang akan menjadi calon ibu, karena mereka akan haus akan keilmuan dan pengalaman yang harusnya mereka dapatkan dan akan berdampak negative kepada sang anak. Sang anak akan tumbuh dan berkembang dalam pangkuan ibu dan bimbingan ibu. Lantas, bagaimana sang ibu itu sendiri akan mendidik, memberikan nutrisi keilmuan yang dalam kepada anak, mengantarkan anak untuk berani melawan kerasnya dunia, bila ia sendiri tidak memiliki pengalaman akan pendidikan? Tentu ini semua kembali kepada perempuan.
Tulisan yang dimuat dalam buku ini terdapat 5 bab yang mengupas dan memberikan jawaban yang sangat lugas kepada para pembaca mengenai relevansi antara al-Quran dan Kodrat Perempuan. Dalam buku ini, penulis mengutip argumentasi dari para mufassir al-Quran zaman klasik seperti al-Qurtubhi, mufassir pasca modern seperti Sayyid Quthb, sampai mufassir nusantara seperti Quraish Shihab. Bahkan, penulis juga mengambil argumentasi dari para pemikir islam seperti Katherine Robinson, Zaitunah Subhan, dan Faqihudin Abdul Qadir. Masing-masing mufassir membahas kodrat perempuan baik itu secara dimensi esensial maupun empiris. Kemudian, ia menyinggung makna kodrat perempuan yang ditinjau dari segi budaya yang mana gagasan peranan dan kedudukan perempuan dilihat secara tingkat-tingkat dari sisi harapan, nilai dan keadaban sosialnya. Dan yang terakhir, penulis menggabungkan beberapa relevansi kodrat perempuan yang dibagi menjadi tiga bagian, diantaranya relevansi Qur’ani, relevansi Persepsional, dan relevansi Konseptual.

Berbicara tentang kodrat, diambil dari bahasa Arab yaitu qudrah. Penulis melacak kata qudrah itu sendiri dalam kamus al-Maurid yang mana arti terma dari kata qudrah adalah sama halnya dalam pengertian secara kodrati yaitu “a pre-determined God given nature or distinctive, original and natural quality of being”. Pengertian lain juga bisa kita ambil sebagai “ menetapkan segala sesuatu dengan adil dan bijaksana yang mana hal tersebut sesuai dengan kehendak dan ketetapan mutlak yang menaungi atau melingkupinya. Kata kadrat sendiri juga terdapat dalam beberapa ayat dalam al-Quran yang mana ia memiliki banyak derivasi (musytaq) di dalamnya. Seperti yang terdapat dalam QS.Al-Syuara’/42:27 yang diartikan sebagai ukuran, QS.an-Nisa/4:133 diartikan sebagai kekuasaan, dan yang terakhir QS.al-Muddatstsir/74:18 yang diartikan sebagai ketentuan.

Dua orang mufassir Indonesia, Qu3raish Shihab dan Nasharuddin Umar mewakili pandangan mayoritas ulama Islam di Indonesia dalam hal pewacanaan kodrat perempuan. Mengenai hal ini, Quraish Shihab menjelaskan relevansi kodrat perempuan dengan semangat kebijaksanaan yang ada, dimana posisi perempuan memiliki posisi ruang dan kesempatan yang sama seperti lelaki dengan syarat tidak melupakan kadratnya sebagai perempuan. Kemudian, Nasaruddin Umar ikut andil dalam memberikan argumennya mengenai pewacanaan kodrat. Apa yang Umar sampaikan memilki perspektif yang sama dengan Shihab, hanya saja Umar lebih memanfaatkan ilmu kesehatan / kedokteran untuk mengulas wacana kodrat perempuan ini. Sedangkan Shihab lebih mengarah kepada aspek psikologi sebagaimana rujukan pikirannya mengambil dari Helen Deutsch, seorang pakar psikolog yang menerangkan tentang kejiwaan perempuan.

Faqihuddin Abdul Qadir, pemikir islam dan penulis buku Qira’ah Mubadalah ini juga ikut menyinggung akan hal ini. Berbeda dengan faqih, ia lebih menjelaskan makna perempuan dengan menggunakan perspektif mubadalah. Melalui perspektif ini, ia mendiskusikan isu-isu fundamental dan eksistensial kemanusiaan dengan cara pandang kesalingan, dimana laki-laki dianggap bagian dari kehidupan perempuan, dan begitupun sebaliknya. Relasi antara keduanya harus diabangun atas kesetaraan, kebersamaan, keseimbangan, kesalingan dan kerjasama. Ada hal yangmenarik disini, Faqih membahas isu-isu perempuan ini dengan menggunakan perspektif kesalingan atau mubadalah ternyata ia terinspirasi dari sebuah Hadits yang merupakan pernyataan Ummu Salamah RA. Teks hadis lengkapnya sebagai berikut:

عن أمّ سلمة زوج النّبيّ صلّى اللّه عليه وسلّم أنّها قالت فلمّا كان يومًا من ذالك والجارية تمشطني فسمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم يقول أيّها النّاس فقلت للجارية استأخري عنّي قالت إنّما دعا الرّجال ولم يدع النّساء فقلت إنّي من النّاس
Artinya: “Ummu Salamah RA, Istri Rasulullah SAW berkata,”Pada suatu hari, ketika rambutku sedang disisir pelayan, aku mendengar Rasulullah SAW memanggil, “ Wahai manusia (kemari berkumpullah); Aku pun berkata pada sang pelayan, ‘Sudah dulu, biarkan aku pergi (memenuhi pangggilan tersebut); tetapi, ia berusaha menimpali (berusaha mencegah), ‘Nabi, kan, memanggil para lelaki(saja), tidak memanggil perempuan; ‘Aku menjawab’ (Nabi memanggil manusia), dan aku adalah manusia.” ( dikutip dari kitab Shahih Muslim, No.Hadits 6114).

Jadi, kesadaran bahwa perempuan bukan bagian dari “manusia” ini mengakar dalam masyarakat sebagaimana yang ditunjukkan oleh pernyataan pelayan Ummu Salamah RA. Sehingga, ketika ada pernyataan, panggilan, atau bahkan teks-teks secara umum yang berbicara subjektif manusia, seringkali difahami oleh beberapa orang bahwa hal itu ditunjukkan kepada kaum lelaki. Tetapi, setelah kita melihat bagaimana tindakan Ummu Salamah RA, istri Rasulullah, dan ia merupakan salah satu sahabat perempuan yang cerdas, berkat inspirasi ajaran yang mendasar dalam Islam, ia mendeklerasikan dengan tegas bahwa perempuan adalah manusia. Karena pada hakikatnya perempuan adalah sama sebagaimana laki-laki. Keduanya tercipta dari esensi yang sama, diturunkan ke muka bumi dengan misi yang sama yaitu sebagai khalifah untuk menebarkan kesejahteraan, kebaikan, kemasalahatan dan keadilan bagi manusia dan semesta alam. Dimuali dari rumah tangga hingga persoalan-persoalan kemanusiaan yang lebih luas di masyarakat bahkan penduduk dunia.

Setelah dijelaskan beberapa versi argument mengenai kodrat perempuan, penulis memberikan salah satu contoh permasalahan dikonstruksi dalam masalah kepemimpinan yang ditemui di kabupaten Tasikmalaya. Pada saat proses pemilihan kepala daerah pada akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011, salah satu kandidat partai golkar adalah seorang perempuan, ia bernama Dedeh T.Widarsih. Dedeh telah berhasil menjabat sebagai ketua partai Golkar di kabupaten tersebut. Selain itu, ia juga menduduki sebagai politisi senior yang aktif di masyarakat. Bahkan, yang lebih unik lagi, salah satu partai PPP yang telah kalah dalam pencalonan sebagai kepala daerah di Tasikmalaya meminta Dedeh untuk menjadi partner dalam pencalonan kepala daerah selanjutnya.
Sebenarnya, kualitas dedeh yang cukup berkualitas ini sangat mampu untuk naik tingkat menjadi Bupati. Tetapi sayang, kesempatan itu tidak diambil. Dedeh lebih memilih menjadi calon wakil Bupati dan mendorong salah satu delegasi kader laki-laki dari partai PPP untuk menjadi calon Bupati. Salah satu alasan yang disampaikannya adalah karena dia seorang perempuan dan masyarakat Tasikmalaya lebih mempercayai atau memberikan hak lebih kepada laki-laki sebagai pemimpin dari pada perempuan. Tentu hal ini sangat terlihat dari sikap masyarakat kabupaten Tasikmalaya bagaimana memandang perempuan dan memposisikannya sebagai urutan kedua setelah lelaki.

Poin yang dapat diambil dari tulisan ini adalah bahwa kodrat perempuan pada dasarnya memiliki pengertian yang sangat luas, keluasan maknanya bukan hanya meliputi aspek esensial saja, tetapi ia mampu memasuki aspek historis yang menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Adapun salah satu tantangan yang serius agar mewujudkan keadilan gender adalah cara pandang yang dikotomis pada laki-laki dan perempuan. keduanya berbeda dan pastinya akan terjadi pertentangan satu sama lain. Dan ini akan menyebabkan laki-laki diletakkan secara superior , sedangkan perempuan imperior sebagai pengabdi mereka. Justru, cara pandang ini akan melahirkan stigmatisasi pada perempuan. Stigma ini selanjutnya akan melahirkan ketidakadilan gender berupa kekerasan, subordinasi, dan peminggiran. Jika kejadian ini terus berlanjut, akan mempengaruhi system kehidupan yang melibatkan keduanya di berbagai level. Dan dampak negatifnya akan merata dari kehidupan perkawinan, masyarakat, hingga global. Jadi, dikotomi bukanlah jalan satu-satunya cara pandang pada perbedaan. Perbedaan bahkan keragaman bukanlah sumber konflik, melainkan modal sosial untuk maju bersama. (Rifa Tsamratus Sa’adah)

47 KOMENTAR

  1. Hi there! This article could not be written any better! Going through this post reminds me of my previous roommate!
    He always kept preaching about this. I most certainly will send this information to him.

    Fairly certain he’ll have a great read. Many thanks
    for sharing!

  2. Attractive part of content. I just stumbled upon your website and
    in accession capital to say that I get in fact
    loved account your weblog posts. Anyway I will be subscribing
    for your augment or even I achievement you get right of entry to constantly rapidly.

  3. Greetings from Carolina! I’m bored to death at work so I decided
    to check out your website on my iphone during lunch break. I really like the knowledge you provide here and can’t wait
    to take a look when I get home. I’m amazed at how fast your blog
    loaded on my phone .. I’m not even using WIFI, just 3G ..
    Anyways, amazing blog!

  4. I will right away grab your rss as I can not in finding your e-mail subscription link or newsletter service. Do you’ve any? Please permit me realize in order that I could subscribe. Thanks.

  5. Good day! This is my first visit to your blog!
    We are a collection of volunteers and starting a new initiative in a community in the same niche.
    Your blog provided us valuable information to
    work on. You have done a outstanding job!

  6. I loved as much as you’ll receive carried out right here. The
    sketch is attractive, your authored subject matter stylish.
    nonetheless, you command get got an edginess over that you wish be delivering the following.
    unwell unquestionably come more formerly again since exactly
    the same nearly a lot often inside case you shield this increase.

  7. May I simply say what a comfort to uncover someone that truly knows what they are talking about on the net.
    You definitely know how to bring an issue to
    light and make it important. More and more people need to check this out and understand this side
    of the story. I was surprised that you’re not more popular given that you
    certainly possess the gift.

  8. Los hombres con síndrome metabólico tienen presión arterial alta, colesterol alto, niveles elevados de insulina y exceso de grasa alrededor de la cintura. Cuando no hay una enfermedad crónica conocida, la muestra sanguínea de las hormonas de la tiroides, de la testosterona y de la prolactina es necesaria para determinar si hay un ambiente hormonal adecuado para la erección.

  9. Herbolario: Se compone como la utilización de combinaciones de hiervas para mejorar la disfuncion erectil, incluso para tratar su causa, como la falta de testosterona, los problemas de circulación, etc. Es normal que un hombre tenga problemas ocasionales para lograr una erección o que ésta sea lo suficientemente firme o duradera como para tener relaciones sexuales.

  10. Pretty great post. I just stumbled upon your blog and wished to say
    that I’ve truly loved browsing your blog posts. After all I’ll be subscribing on your feed and I hope you write again very soon!

  11. Whats up very nice blog!! Man .. Beautiful ..

    Wonderful .. I’ll bookmark your site and take the feeds also?
    I am satisfied to search out so many useful info right here in the put up, we’d like work out more strategies
    in this regard, thanks for sharing. . . . . .

  12. Your style is unique in comparison to other people I have read stuff from.
    Thank you for posting when you have the opportunity, Guess I will just bookmark this web site.

    natalielise pof

  13. Hiya very nice web site!! Guy .. Excellent ..
    Superb .. I’ll bookmark your web site and take the feeds also?
    I am satisfied to find so many helpful information right here within the submit,
    we need work out extra techniques on this regard, thanks for sharing.
    . . . . .

  14. Hey! Someone in my Myspace group shared this website with us so I came to take a look.
    I’m definitely enjoying the information. I’m book-marking and will be tweeting this to my
    followers! Excellent blog and amazing design.

  15. Its like you learn my thoughts! You seem to know a lot about this, such as you wrote the e-book in it or
    something. I feel that you could do with some percent to drive the message house
    a little bit, but instead of that, this is excellent blog.
    An excellent read. I’ll definitely be back. pof natalielise

  16. Hi! I understand this is sort of off-topic but I had to ask.
    Does running a well-established website like yours require a massive amount work?

    I am brand new to running a blog however I do write in my journal on a daily
    basis. I’d like to start a blog so I will be able to share my personal experience and thoughts online.
    Please let me know if you have any kind of suggestions
    or tips for brand new aspiring bloggers.
    Thankyou!

  17. Good day! I could have sworn I’ve been to this blog before but after checking through some of
    the post I realized it’s new to me. Anyways, I’m definitely glad I found it and I’ll be book-marking and checking back frequently!

  18. Hello there! This is kind of off topic but I need some advice from an established blog.
    Is it very difficult to set up your own blog? I’m not very techincal
    but I can figure things out pretty quick. I’m
    thinking about making my own but I’m not sure where to begin. Do you have any ideas or
    suggestions? Appreciate it

  19. Howdy! Quick question that’s completely off topic. Do you know how to make your site
    mobile friendly? My weblog looks weird when viewing from my iphone 4.
    I’m trying to find a template or plugin that might be
    able to resolve this problem. If you have any suggestions, please
    share. Thank you!

  20. You are so awesome! I do not suppose I’ve read a single thing like that before.
    So good to find another person with some unique thoughts on this subject.
    Really.. many thanks for starting this up. This website is
    something that is required on the web, someone with a bit
    of originality!

  21. I have been surfing on-line greater than three hours nowadays, but
    I by no means discovered any interesting article like yours.
    It’s lovely price enough for me. In my view, if all webmasters and bloggers made excellent content as you probably did, the web might be much more useful than ever before.

  22. fantastic submit, very informative. I wonder why the opposite specialists of this sector don’t
    understand this. You should continue your writing. I
    am confident, you’ve a huge readers’ base already!

  23. Hey there! Someone in my Facebook group shared this site with
    us so I came to look it over. I’m definitely loving the information. I’m book-marking
    and will be tweeting this to my followers! Superb blog and terrific style and design.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here