Diri kita pasti tidak pernah lepas dari rasa amarah. Sikap marah, nampaknya merupakan bentuk emosi yg lumrah ada pada setiap manusia. Amarah tsb bisa datang kapan saja ketika ada pemicunya.
Tentunya, rasa marah yg berlebihan bisa membuat kita hilang kendali. Hal ini pasti bisa merugikan diri sendiri dan orang lain bahkan bisa berakibat fatal, berdampak panjang.
Di surat Ali Imran, Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan beberapa kriteria orang yg bertaqwa, yaitu :
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“…dan orang2 yg menahan amarah dan suka memaafkan orang lain.” (QS. Ali Imran: 134)
Tidak semua orang bisa melakukan menahan amarah, sebab sikap menahan amarah itu membutuhkan usaha yg sangat kuat, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut orang yg mampu menahan amarah sbg orang kuat. Dari Abu Hurairah atau Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi radhiyallahu ‘anhu (603 – 678 M Jannatul Baqi’ Madinah), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ليسَ الشديدُ بالصّرعَةِ، إنما الشديدُ الذي يملكُ نفسهُ عند الغضب
“Orang hebat bukanlah orang yg selalu menang dalam pertarungan. Orang hebat adalah orang yg bisa mengendalikan diri ketika marah.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah).
Dari Muadz bin Anas Al-Juhani Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ
“Siapa yg berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yg dia kehendaki. (HR. Imam Abu Daud dan Imam Turmudzi)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, telah mengajarkan kepada kita, susunan doa yg mampu menahan atau mengurangi amarah yg menimpa :
Doa Pertama
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.”
Hendaknya, membaca doa tsb ketika kita merasa sedang marah, agar tak hilang kendali dan menjauhkan diri dari hal2 yg tak diinginkan.
Apabila orang sedang dilanda rasa marah minimal membaca ta’awudz, tetapi alangkah bagusnya bila berwudhu, lalu melakukan shalat dua rakaat. Setelah itu berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan memohon petunjuk-Nya.
Doa Kedua
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اَللّٰهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنْ مُضِلاَّتِ اْلفِتَنِ
“Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku, dan selamatkanlah aku dari kesesatan fitnah.”
Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Ishak bin Ibrahim bin Asbath al-Hasyimi al-Ja’fari al-Dinawari Imam Ibnu Sunni rahimahullah, wafat 364 H / 974 M, dalam kitabnya ‘Amalul Yaum wa Lailah dalam dua redaksi hadits yg berbeda.
Redaksi hadis pertama, suatu ketika ada dua orang laki2 mendatangi Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam untuk bertaubat, kemudian salah satunya marah. Lalu Muhammad shalallahu alaihi wasallam menyuruhnya untuk membaca ta’awuz agar marahnya hilang.
Sementara redaksi hadis kedua, ketika Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu Anha marah, Muhammad shalallahu alaihi wasallam memegang hidung kemudian berkata, ‘Wahai Aisyah, bacalah: “Allohumma rabba muhammadin ighfirli dzambi wadzhib ghoidzho qolbi wa ajirni min mudhillatil fitan.”
Tiga Tips
Tiga tips bagaimana agar kita mudah meredam kemarahan sesuai perintah agama dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Pertama, mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala, hal ini di ajarkan oleh Ibn Hasyim rahimahullah :
يَقُوْلُ اللّٰهُ اِبْن اَدَمَ اُذْكُرْنِی حِيْنَ تَغْضَب اَذْكُرُكَ حِيْنَ اَغْضَب
“Allah berfirman, “Wahai anak Adam, ingatlah Aku ketika kamu marah. Aku akan mengingatmu ketika aku marah.”
Kedua, membaca taawwudz atau ucapan ‘adzubillahi minas syaithonir rojim sebagaimana hadis yg diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani rahimahullah :
لَوْ يَقُوْل اَحَدُهُمْ اِذاَ غَضَبَ اَعُوْذُباللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ذَهَبَ عَنْهُ غَيْظُهُ
“Jika salah satu mereka sedang marah lalu mengucap auudzu billahi minasy syaitoonir rojiim maka hilanglah marahnya.”
Ketiga, berwudlu, seperti sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Abu Daud rahimahumallah :
اِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَالشَّيْطَانُ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَاِنَّمَا يَطْفَاُ بِالْمَاءِ النَّارُ. فَاِذَا غَضَبَ اَحَدُكُمْ فَالْيَتَوَضَاءْ
“Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api sementara api akan padam ketika terkena air. Maka jika diantara kalian ada yg marah maka berwudulah. “
Doa Menghadapi Orang yang Sedang Marah
لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ الْحَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لآَاِلهَ اِلآّ اَنْتَ عَزَّجَارُكَ وَجَلَّ ثَنَآؤُكَ
Tiada Tuhan melainkan Allah yg Maha kasih sayang lagi Maha bijaksana, Maha suci Allah Tuhan yg memelihara tujuh langit dan yg memelihara ‘arsy yg besar tiada Tuhan melainkan Engkau, sangat kuat perlindunganMu dan Maha tinggi perlindunganMu.
Doa Meluluhkan Hati Seseorang
Doa meluluhkan hati seseorang bisa dibaca seusai shalat lima waktu maupun setelah salat tahajud supaya lebih manjur. Berikut lafalnya:
Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa khaula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii … (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadiKka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.”
Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan aku hamba-Mu yg sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan keculi karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah… (sebut nama orang yg dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun pada Musa alaihis salam. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud alaihis salam. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dgn izin-Mu. Ubu-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yg lebih sayang para penyayang.”
Itulah doa yg sebaiknya dilantunkan untuk meluluhkan hati seseorang yg keras. Mintalah dgn penuh kesungguhan, ketulusan serta keikhlasan.
Wallahu a’lam
Variety of references by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim Jama’ah Sarinyala Kabupaten Gresik
CHANNEL YOUTUBE SARINYALA

No responses yet