بسم الله الرحمن الرحيم 

وإذا جاءهم أمر من الأمن او الخوف اذاعوا به ولو ردوه الى الرسول والى اولى الأمر منهم لعلمه الذين يستنبطونه منهم ولولا فضل الله عليكم ورحمته لاتبعتم الشيطان الا قليلا (٨٣) 

Dan apabila sampai kepada mereka informasi tentang kondisi aman nyaman atau kondisi khawatir atau takut cemas,  mereka lansung menyebarluaskannya. Walhal apabila mereka menyerahkan urusannya itu kepada rasulullah dan ulil amri (pemerintah) dari kalangan mereka, tentulah orang yang ingin mengetahui kebenarannya yang akan dapat mengetahuinya secara formal dari Rasulullah dan ulil Amri). Seandainya bukan karena Karunia Allah swt dan Rahmat Allah, tentulah kalian mengikuti ajakan syaithan, kecuali sebagian kecil diantara kalian. 

Tadarrus inspiratif dari ayat ini adalah mengajarkan kita tentang SEPULUH hal:

Pertama: Kehidupan itu harus dilandasi dengan hal yang menenteramkan (al-amnu). 

Kedua: kehidupan itu pasti ada suka dan dukanya,  sekiranya ditimpa ketakutan dan kekhawatiran segera kembalikan kepada Allah dan Rasulullah. Untuk kontek berbangsa dan bernegara serahkan kepada pemerintah yang menjadi tugas dan kewajibannya untuk menenangkan masyarakat.

Ketiga: Informasi yang baik harus segera disebarluaskan agar dapat diambil pembelajaran positif oleh para pendengarnya (al-izaa’ah) 

Keempat: Jiwa Ada informasi yang tidak menyenangkan diupayakan untuk tidak disebarluaskan agar tidak menambah ketakutan kepada masyarakat.

Kelima: Ketaatan kepada Allah dan rasul menjadi solusi kehidupan yang paling sempurna.

Keenam: Ketaatan kepada pemerintah menjadi prasyarat untuk mencapai kesejahteraan dan kebaikan duniawi serta keberkahan ukhrawi. 

Ketujuh: Esensi utama dari semua jenis kehidupan manusia adalah difaktori oleh Curahan Karunia Allah yang tak terhitung dan tak terbilang. 

Kedelapan: Kumpulan semua karunia Allah itu diikat oleh Rahmat dan kasih sayang Allah. Karunia tak akan tercurahkan jika tidak bersumber dari kasih sayang Allah swt. 

Kesembilan: Munafik dan Syaitan dua makhluk Allah yang tercipta untuk mengecoh jalan orang menuju keselamatan hidup dunia dan akhirat. 

Kesepuluh: Menjauhi larangan dan godaan syaithan berikut tipudaya orang munafik adalah cara kerja sedikit orang. Kebanyakan orang tergeret dan terjerumus dalam rayuan dan godaan syaithan dan tipu muslihat orang munafik. 

Demikian intisari inspiratif dari ayat ini. Semoga bermanfaat untuk insan yang berbakti. Amin.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *