Tangis Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam tidak terisak-isak apalagi meninggikan suara, akan tetapi tangis Beliau berupa mengalirnya air mata hingga bercucuran, dan dari dada beliau terdengar suara mendidih.
Tangis Rosululloh kadang berupa rahmat kepada orang yang meninggal. Kadang karena mengkhawatirkan umatnya. Kadang karena takut kepada ALLOH. Saat mendengar Al-Qur’an.
Saat putra beliau yang bernama Ibrohim meninggal, beliau menangis dan meneteskannya air mata karena sayang terhadap putra kecil beliau. Beliau bersabda:
تدمع العين ويحزن القلب ولا نقول إلا ما يرضي ربنا وإنا بك يا إبراهيم لمحزونون.
Rosululloh juga menangis saat menyaksikan salah satu putrinya meninggal.
Suatu ketika Rosululloh meminta agar Abdulloh bin Mas’ud membaca Al-Qur’an di hadapan beliau, Ibnu Mas’ud membaca surat An-Nisa’ dari awal surat. Dan bacaan Ibnu Mas’ud sampai pada ayat ke 41, Rosululloh menangis.
فكيف إذا جئنا من كل أمة بشهيد وجئنا بك على هؤلاء شهيدا.
Rosululloh juga menangis saat salah seorang shahabat yang bernama Ustman bin Madz’un meninggal.
Saat terjadi gerhana matahari, Rosululloh menangis. Setelah tampak terjadi gerhana matahari, Rosululloh melaksanakan sholat gerhana dan menangis dalam sholatnya. Beliau berdo’a: “Ya Tuhanku, Tidakkah Engkau berjanji kepadaku untuk tidak menyiksa kaumku saat aku ada bersama mereka dan saat mereka meminta ampun. Dan kami meminta ampun kepada-Mu”.
يا رب ألم تعدني أن لا تعذبهم وأنا فيهم وهم يستغفرون، ونحن نستغغرك
Rosululloh juga menangis saat duduk di samping kubur salah satu putrinya.
Rosululloh juga seringkali menangis saat shalat malam.
Tangisan itu terdiri dari beberapa macam:
1. Tangis karena rahmat.
2. Tangis karena takut.
3. Tangis karena cinta dan rindu.
4. Tangis karena bahagia.
5. Tangis karena resah yang disebabkan datangnya sakit yang tidak tertahankan.
6. Tangis karena susah.
7. Tangis karena lemah dan gagal.
8. Tangis kemunafikan yaitu air mata mengalir akan tetapi hatinya keras.
9. Tangis sewaan atau akting. Seperti tangisan berkabung dengan upah.
10. Ikut menangis karena melihat orang lain menangis. Akan tetapi tidak tahu penyebab tangisan orang lain itu.
Sedangkan perbedaan antara tangis bahagia dan tangis susah yaitu:
Air mata yang keluar karena bahagia rasanya dingin. Sedangkan air mata yang mengalir karena susah rasanya panas.
Tangis yang berupa air mata yang mengalir tanpa disertai dengan suara, dalam bahasa Arab disebut Bukaa ditulis بكى.
Tangis yang berupa air mata yang mengalir disertai dengan suara, dalam bahasa Arab disebut Bukaa’ ditulis بكاء.
Tangis yang diusahakan disebut Tabaaki ditulis تباكي.
***
Matur nuwun kepada Asy-Syaikh Abdurrozzaq Imam Kholil.

No responses yet