Dulu, sekitar 30 tahun yang lalu, Kyiai Ahmad Tohari pernah berkata bahwa berhala-berhala kontemporer begitu abstrak, sangat halus, rumit, canggih, dan dapat menarik manusia. Hari ini, setidaknya kita dapat melihat wujud itu, walaupun wujudnya belum dapat dipastikan apakah dia berhala atau tidak, karena berubah-ubah.

Pemujaan terhadap berhala milenial sudah begitu banyak dan bahkan sudah dianggap biasa. Contoh kecilnya adalah pemujaan manusia pada pilihan-pilihan politik, pemujaan manusia terhadap kultus-kultus individu, pemujaan manusia terhadap isme-isme. Disadari atau tidak, kita seperti menggantungkan hidup pada berhala-berhala milenial sejenis itu. Padahal, semua itu tidak lebih hanya sebagai alat untuk membantu manusia untuk maju berkembang atau sebaliknya mundur.

Berhala-berhala milenial berkembang di luar batas, hingga harkat martabat, etika, moral, norma manusia dan keimanan semakin lama semakin menipis habis. Semua sudah mulai diukur dengan alat-alat modern. Suatu kemajuan diukur dengan pemenuhan alat-alat teknologi, ilmu pengetahuan sains yang sifatnya material. 

Tentu, kita tidak menutup mata bahwa itu adalah suatu perkembangan yang pesat, tapi itu hanya masih secara fisik. Dalam berkehidupan sebagai menusia, tidak cukup dengan itu saja, harus ada yang lebih. Kita harus maju juga secara non-fisik, seperti moral, etika, norma, pendidikan, dan agama.

Penyembahan umat terhadap berhala-berhala modern, kapitalistik, hedonistik, materialistik, ateistik, dan isme-isme sesat lainnya harus ditolak dan dimusnahkan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi itu sudah menjadi realita saat ini dan untuk masa yang akan datang. Kita harus menjaga diri dari tipuan-tipuan setan yang akan menjerumuskan kita, baik itu setan yang terlihat maupun setan yang tidak terlihat. Kita jangan sampai terpedaya dengan kemajuan zaman.

Janganlah sampai kita menyembah yang bukan sepatutnya kita sembah. Jangan menyembah sesama manusia atau bahkan menyembah hasil buatan tangan atau akan manusia itu sendiri. Apalagi menyembah pilihan-pilihan politik.

Belum selesai saya menjelaskan konsep berhala milenial ini, tiba-tiba Kipli dengan pd-nya nyeletuk

“Oh iya Bang.. tanpa kita sadari… jangan-jangan selama ini kita sudah melakukan kemusyrikan secara tersembunyi.” Ucap Kipli.

Astaghfirullah.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *