Seorang hamba seyogyanya mampu mengkawinkan antara usaha dan doa.
Usaha sebagai bentuk ikhtiyar atau amal, Dan Doa sebagai bentuk tafwidl atau pasrah.
Hal itu telah dicontohkan oleh Ashabul kahfi seperti dikabarkan dalam surat Al-kahfi.
Mereka berlindung dari kejahatan raja yang dlalim dan mengungsi dalam goa sebagai bentuk usaha dan amal hamba.
Disebutkan dalam ayat 10 surat Al-Kahfi:
إذ أوى الفتية إلى الكهف
Disamping itu, mereka berdoa kepada Yang Maha Kuasa sebagai bentuk pasrah hamba.
Disebutkan dalam ayat 10 surat Al-Kahfi:
فقالوا ربنا آتنا من لدنك رحمة وهيئ لنا من أمرنا رشدا
Karena sudah mengumpulkan kedua-duanya, maka ayat setelahnya mengkabarkan bentuk perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa berupa tidur di dalam goa selama beberapa tahun sebagai rasa aman dan rasa tentram.
Hal ini adalah hasil dari perkawinan antara usaha dan doa.
Disebutkan dalam ayat 11 surat Al-Kahfi
فضربنا على آذانهم في الكهف سنين عددا.

No responses yet