Oleh Intan Daris Malia (Mahasiswa UIN SATU Tulungagung serta santri Subulussalam Tulungagung)
Apakah benar candi Borobudur yang selama ini menjadi ikon dari agama Buddha ternyata peninggalan dari salah satu nabi umat Islam, yaitu Nabi Sulaiman AS? Sedangkan selama ini yang tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, adalah candi Borobudur didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi. Namun menurut Prof. KH. Fahmi Basya, seorang ahli matematika Islam dalam bukunya yang berjudul Matematika Islam 3 (2009) bukti yang diperkuat dengan ayat Al-Quran.
Secara garis besar yang dibahas dalam buku itu soal Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman terdapat dalam kisah soal hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, pengertian buah maja yang pahit, cerita dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, soal bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan berbagai hal lainnya.
Banyak kalangan yang tidak bisa menerima pendapat tersebut. Dikarenakan Nabi Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian menurut banyak pihak, kisah nabi Sulaiman itu berlatar di wilayah Palestina dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.
Barometer yang digunakan Prof. Fahmi bukanlah soal waktu berdirinya candi Borobudur dan masa hidup nabi Sulaiman. Melainkan soal fakta relief yang ada di Borobudur. Sebab, setelah diteliti ternyata mengandung cerita, dan cerita itulah yang disandingkan dengan fakta referensi Al-Quran. Berikut bukti-bukti yang diberikan oleh Prof. Fahmi Basya :
Yang pertama adalah adanya relief yang menggambarkan sebuah tabut dijaga. Tabut yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Nabi Sulaiman. Di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tongkat Musa, serta memberikan ketenangan. Uniknya pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang seperti halnya yang terdapat pada QS Al-Baqarah. “Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.” (QS Al-Baqarah [2]: 248).
Pada candi Borobudur, terdapat patung yang belum diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon. Kisah tentang pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat terdapat pada QS Saba [34]: 14. Dikisahkan ketika mengetahui Sulaiman wafat, para jin sontak menghentikan pekerjaannya.
Diketahui di sekitar area Candi Borobudur, terdapat sejumlah patung Buddha, sedangkan soal gedung atau bangunan yang tinggi yang dimaksud tersebut adalah Candi Prambanan. Sebagaimana pada QS. Saba [34]:13, mengisahkan Jin-jin disuruh membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung.
Kisah Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan, seperti dikisahkan dalam (QS An-Naml [27]: 20-22). Pada candi Borobudur terdapat sejumlah relief hewan seperti: gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.
Kemudian ada kisah tentang Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. Tempat berkumpulnya manusia itu adalah Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.
Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dan di Indonesia ada Wonosobo dalam kamus bahasa Jawa Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’ bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.
Nama Nabi Sulaiman disebut-sebut menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Buktinya awalan kata ‘su’ merupakan nama-nama Jawa. Dan Nabi Sulaiman adalah satu-satunya nabi yang namanya berawalan ‘Su’.
Sulaiman sempat berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. “Pergilah kamu dengan membawa suratku ini.” (QS An-Naml [27]: 28). Menurut pandangan Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman dan surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.
Kisah buah ‘maja’ yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. “Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).
Bukti terakhir adalah soal bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil), dalam Al Qur’an (QS Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit yang dimaksud itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Sebagaimana diketahui di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. “Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman,” kata Fahmi menegaskan.
Setelah membaca bukti-bukti yang telah dipaparkan oleh Prof. KH. Fahmi Basya, bagaimana menurut pendapat anda? Berdasarkan pemaparan dari Prof. Fahmi Basya tentang Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman adalah hal yang sah selagi dikaji dalam ranah akademik. Perbedaan pendapat bukanlah suatu masalah besar, selagi kita mempunyai bukti dan dasar yang valid.

No responses yet