oleh: Novita Sri Rachmadani (Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta )
Dikisahkan bahwa Siti Maryam adalah wanita terbaik, mulia lagi suci sepanjang masa. Dalam Al-Quran bahkan disebutkan bahwa Maryam adalah seorang wanita yang begitu suci dan ia adalah wanita pilihan Allah. “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita yang ada di dunia.” (QS Ali Imran, 42).”
Apa yang membuat Maryam dikatakan sebagai wanita paling istimewa, mulia dan suci? Dalam Al-quran dan hadist disebutkan bahwa Maryam adalah sosok wanita yang begitu mulia. Bahkan Rasulullah pun menyebutkan Siti Maryam adalah pembuka kaum wanita ahli surga.
Ya, Siti Maryam adalah pembuka kaum perempuan di surga. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah bersabda :
“Pembuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid dan Aisyah.” (HR. Hakim 4853).
Maryam selalu menjaga dirinya dari segala perbuatan buruk. Ia juga menjaga kesucian lahiriah maupun batiniahnya. Maryam, yang merupakan putri dari pasangan Imran seorang tokoh Ulama Bani Israel dan seorang perempuan yang tak lain adalah saudara ipar Nabi Zakaria AS (Hannah). Maryam adalah seorang wanita yang begitu sabar, tulus dan tawakal dalam beribadah kepada Allah SWT.
Maryam Adalah Wanita Shalih yang Selalu Menjaga Diri
Tumbuh menjadi wanita dewasa yang anggun dan cantik tidak membuat Maryam menjadi tergoda saat dirayu laki-laki. Ia juga bukan seorang wanita yang pernah suka atau menggoda laki-laki. Ia merupakan sosok wanita mulia yang selalu tawakkal dan menjaga diri. Serta sosok wanita yang taat beribadah kepada Allah SWT dan mengabdikan dirinya hanya kepada Allah.
Karena ketaatan yang ia lakukan, dikatakan Allah begitu memuliakan Maryam. Pernah suatu hari Nabi Zakaria AS tidak sengaja menemukan makanan di kamar Maryam yang seharusnya makanan tersebut tak ada di musim tersebut. Nabi Zakaria AS lantas bertanya pada Maryam dimana ia mendapatkan buah tersebut. Dengan penuh sopan santun dan kejujuran Maryam berkata, “Sesungguhnya Allah memberikan rizki kepada orang yang dikehendaki-Nya dengan tanpa hisab (hitungan).” (QS. Ali Imran, 33).
Seperti yang kita tahu, Siti Maryam adalah wanita yang mulia lagi suci. Namun, Maryam bisa melahirkan anak laki-laki yang suci tanpa bersetubuh oleh laki-laki manapun.
Pada suatu hari, Maryam terkejut. Dia melihat seorang pria yang berdiri di dekatnya. Dan pria tersebut tak lain adalah Malaikat Jibril.
“Sesungguhnya aku hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” Ujar Malaikat Jibril.
“Bagaimana bisa bagiku untuk mendapatkan seorang anak laki-laki sedangkan tidak seorang pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina.” Jawab Maryam.
Dan kemudian Allah berfirman dengan perantara Jibril, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata Kepadannya ”Jadilah”, lalu jadilah dia” (QS Ali Imran, 42-47).
Tak selang beberapa lama, Maryam pun kemudian hamil. Ketika kandungannya mulai membesar, orang pertama yang mengetahui hal tersebut adalah Yusuf bin Ya’kub an Najjar. Maryam mendapat tuduhan atas kehamilan tanpa suami. Ia dibenci dan dihina oleh banyak orang. Tapi, ia tetap sabar dan tawakal bahwa apa yang terjadi padanya adalah kehendak Allah dan itulah yang terbaik yang diberikan Allah untuknya. Ia menjaga kandungannya dengan sangat baik sembari selalu tawakal menjalankan ibadah. Ia akhirnya melahirkan seorang putra yang juga tak kalah mulia darinya. Ia adalah Nabi Isa AS.
Atas izin Allah, Isa Al-masih tiba-tiba berbicara sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah.
“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, dia memberiku Al-kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang Nabi dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup dan berbakti kepada ibuku, dan tidak menjadikannku seorang yang sombong dan celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku di lahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku di bangkitkan hidup kembali.” (QS Maryam: 30-33).
Sikap Teladan yang Dapat Dicontoh Dari Sosok Siti Maryam
Di zaman sekarang kita harus pintar-pintar menjaga diri dari perbuatan maksiat, karena di zaman sekarang perbuatan zinah sudah dianggap hal biasa di mata masyarakat. Dan selalu lah mengingat Allah dimanapun kita berada, meminta perlindungan dari marabahaya dunia dan akhirat. Semoga Allah melindungi kita, keluarga kita, dan keturunan cucu-cucu kita. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

No responses yet