Categories:

Oleh. M.Nidhomuddin Aulia Agung (Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta)

Komunikasi adalah aktivitas manusia yang sudah lama. Komunikasi sudah ada sejak manusia lahir, demikian pula dakwah sebagai kegiatan proses kehidupan telah ada sejak kelahiranya. Bahkan dapat di katakan bahwa keduanya sudah ada sejak manusia masih berada di kandungan ibu, pada akhirnya kedua nya sangat lah berkebetulan karena keduanya komunikasi dan dakwah sangatlah saling mendukung. Komunikasi dan dakwah menghasilkan pesan keagamaan dalam berbagai macam tatanan komunikasi dan mempunyai model dakwah sendiri agar jama’h bisa terpanggil akan pentingnya islam di kehidupan sehari hari .

Dalam dalam kehidupan sehari hari kita di perlukan nya dakwah dengan cara bil hikmah dan mauidhotul hasanah, di masa pandemi ini kita tidak boleh menghilangkan kedua strategi itu , karena walaupun di era pandemi ini kita harus memakai strategi itu walapun dakwah lewat virtual. virtual ini pastinya yang menunjukkan hasil positive terkesan sangat banyak di akses di sosial media mestinya seperti bisa di akses lewat instagram, youtube ,facebook dan lain sebagainya . karena dari situ menjadi platform paling atas untuk media dakwah di masa pandemi ini. Di lain platform juga ada seperti tatap muka lewat zoom, grup whatsapp dakwah , dan google meeting ini sangatlah marak di situasi pandemi saat ini.

Maka dari itu dakwah bilhikmah dan mauidhotul hasanah tidak boleh hilang, sebagaimana selanjutnya bahwa dakwah bil hikmah kita menyeru dengan cara yang bijak ,penuh dengan kelembutan dan mampu memberikan hal yang positif terhdap sasaran pendakwah. Tentunya dengan tutur kata yang bagus dan santun sehingga sasaran pendakwah pun bisa menikmati apa yang sedang kita sampaikan. Apalagi dengan cara virtual haruslah seperti itu juga supaya para penonton atau meeting itu di dengar dengan baik dan sangat menikmati apa yang sedang di sampaikan nya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat An Nahl ayat 125:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Sebagaimana kita tahu di masa pandemi ini banyak seorang pendakwah saling menghina satu sama lain, suka mengkafir kafirkan dan lain lain .mestinya walaupun dakwah lewat virtual kita sebisa mugkin kita tidak saling menghina satu sama lain boleh berbeda pendapat dengan cara saling mengetahui isi dakwah tersebut. Jika kita berdakwah dengan cara yang memaksa, mengkafir kafirkan sejatinya itu sangat lah tidak masuk dalam pikiran manusia , negatifnya akan menjadi benalu di dakwah nya.

Kemudian bagaimana kita bisa menghindarkan dakwah seperti itu? Yaa ,salah satunya kita juga bisa menganalisis dengan cara kita bertanya kepada guru kita, ustadz ataupun kiai . dalam hal ini dakwah bil hikmah dan mauidhotul hasanah bisa kita terapkan terus di setiap kajian kajian dakwah di platform media sosial atau pun yang lain nya.

Kemudian terakhir, dalam situasi apapun dakwah bil hikmah dan mauidhotul hasanah harus di matangkan dan harus konsisten di jalani, apalagi sekarang menggunakan virtual justru banyak sekali yang harus di lewati. Sebagaimana kita tau bahwa netizen pun berkritik dengan pedas dan sangatlah keras. Jadi disini pentingnya pendakwah menetapkan dakwah bilhikmah dan maudhitul hasanah demi kelancaran ummat belajar berdiskusi dan menambah wawasan ilmu agama walaupun di masa pandemi ini.

Wallahu a’lam bis showab.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *