Categories:

Oleh: Alifah Aisyah Andika & Nasywa Amelia Dewi (Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah prof Dr Hamka)

 Keluarga merupakan salah satu hubungan yang terjalin antara dua pihak yang dapat  membentuk sebuah keluarga dalam kehidupan, yaitu pihak suami dan istri. Suami merupakan sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap masa depan keluarga, dan memiliki kewajiban menafkahi keluarga, sedangkan istri memiliki kewajiban menjaga, memelihara, mengasuh dan mendidik anak dalam keluarganya. Anak merupakan amanah Allah SWT bagi kedua orang tua, dalam kehidupan rumah tangga. Dalam hal ini keluarga juga disebut sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu sebelum maupun setelah terjun ke masyarakat. (Amran, 2013)

 Dalam bahasa Indonesia, Broken Home adalah sebuah keluarga yang orang tuanya bercerai atau berpisah. Pemahaman ini  jelas mewakili situasi keluarga Broken Home. Memang Broken Home sendiri mempunyai arti yang lebih luas dari sekedar perceraian atau perpisahan. (Sulistiyanto, 2017)

   Broken Home dapat di artikan dengan suatu kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layak nya keluarga yang rukun, damai, dan Sejahtera karena sering kali terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan cekcok hingga berakhir pada perceraian dan sangat berdampak bagi anak nya. (Maharany et al., 2021)

  Para ahli pendidikan Islam mendefinisikan pendidikan dengan menggunakan tiga istilah, yaitu: Ta’lim, Ta’dib dan Tarbiyah. Muhammad Athiyyah al-Abrasyi dalam bukunya Ruh al-Tarbiyah wa al-Ta’lim mengartikan Tarbiyah sebagai usaha maksimal seseorang atau kelompok untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat hidup sempurna dan bahagia. Sehat jasmani, mempunyai akhlak yang sempurna, berintegritas, lemah lembut, terampil dalam bekerja, saling membantu, menggunakan kecerdasan dengan baik baik dalam berbicara maupun menulis serta mampu hidup mandiri. (Imron & Bagus, 2019)

     Orang tua merupakan peran penting bagi setiap anak. Keberhasilan dan kegagalan anak biasanya tergantung pada bagai mana orang tua tersebut mendidik anak mereka. Ajaran dalam agama islam menempatkan orang tua sebagai penanggung jawab paling utama dalam mendidik dan membina anak agar berperilaku sesuai apa yang diajarkan oleh agama islam.

  Pendidikan agaman islam adalaha Pendidikan untuk membentuk pribadi islam yang seutuhnya. Dalam Pendidikan islam didalamnya mempunyai tujuan uang sangat erat dengan membentuk kepribadian yang mana untuk mencapai tujuan itu tak lepas daru hubungan Allah SWT, manusia dan alam semesta, tujuan agama islam sangat etar kaitannya dengan tujuan menciptakan manusia sebagai khalifah Allah mengutus Rasulullah untuk dijadikan contoh seorang khalifah dimuka bumi serta wajib bagi umat manusia meniru teladan yang dimiliki Rasulullah.

    Masa depan kualitas kehidupan suatu generasi, terkait dan sangat dipengaruhi oleh suasana kehidupan suatu keluarga. Mutu moral dalam kehidupan di suatu keluarga sangat mempengaruhi karakter anak-anak tersebut. Bila moral dan karakter suatu keluarga tinggi,akan tinggi pula peluang keberhasilan anak tersebut.  

Rasulullah SAW bersabda;

ما من مو لو د اّ ال يولد على الفطر ة فا بواه يهو د انه او ينصر انه او يمجسا نه

“Semua anak dilahirkan membawa fitrah (bakat keagamaan), maka terserah kepada kedua orang tuanya untuk menjadikannya beragama Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi” (HR. Muslim).(Nurjanna, 2018)

Ada beberapa factor yang timbul dikeluarga broken home, yaitu :

  1. Orang tua yang mengalami perceraian

Perceraian menunjukan bahwa suami dan istri tidak lagi memiliki rasa kasih sayang atas dasar perkawinan yang telah terjalin selama ini tidak mampu lagi mempertahankan pernikahan tersebut.

  • Kebudayaan yang bisu dalam keluarga

Kebudayaan bisu ditandai dengan tidak adanya komunukasi yang terjalin selama ini, yang dapat menyebakan perceraian. Jika sebuah keluarga tidak terjalin komunikasi yang baik akan membuat anak merasa frustasi.

  • Perang dingin yang terjadi dalam keluarga

Perang dingin dalam keluarga lebih berat dari kebudayaan bisu, Ketika sepasang suami istri ketika bertemu satu sama lain akan terjadi perselisihan dengan menggunakan intonasi suara yang cukup tinggi, sehingga membuat anak-anak kan merasa tidak nyaaman Ketika berada dirumah. (Maharany et al., 2021)

 Dampak broken home

        Dampak yang biasanya terjadi Ketika anak mengalami broken home iyalah prestasi anak jadi menurun dikarnakan orang tua tidak lagi memperhatikan perkembanganakademik anaknya. Dampak lain adanya prilaku agresif. Perilaku ini muncul dikarnakan seorang anak yang ingin mendapatkan perhatian terhadap kedua orang tuanya, sehingga anak tersebut memunculkan perilaku agresif. Keluarga broken home dapat memicu kenakalan pada anak, sertakurangnya ilmu agama bagi anak. Selain itu broken home dapat menyebabkan keputusasaan, serta kencenderungan bunuh diri seperti yang ditunjukan penelitian. (Jannah & Nurjannah, 2022)

References

Amran, A. (2013). Keluarga Ideal Menurut Islam dan Upaya Mewujudkannya. Hikmah, VII(01), 117–135.

Imron, M., & Bagus, S. (2019). Analisis Faktor Penyebab Dan Dampak. Jurnal Raheema:Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(2), 245–256.

Jannah, M., & Nurjannah, N. (2022). Konseling Islami dengan Teknik Modelling untuk Mengatasi Emosi Negatif Anak Broken Home. Indonesian Journal of Educational Counseling, 6(2), 87–95. https://doi.org/10.30653/001.202262.188

Maharany, S., Kasiari, N., Firdaus, W., Pendidikan, J., Islam, A., Tinggi, S., Islam, A., & Probolinggo, K. (2021). Qurrota A’yuni ,. Imtiyaz, 5(02), 64–76.

Nurjanna, S. S. (2018). Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan institut agama islam negeri padangsidimpuan. 1–26.

Sulistiyanto, A. (2017). PENCIPTAAN KARYA SENI PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2017 UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. 1–22.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *