Oleh : Tsamarah Abidah,
Mahasiswi Psikologi, program studi Psikologi,
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Menurut Sinungan (2016:134) “ Motivasi adalah keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan atau gerakan dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidak seimbangan ”.
Secara umum atau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Motivasi berarti sebuah dorongan yang muncul dalam diri seseorang untuk melakukan atau berpikir dengan tujuan tertentu, baik sadar atau tidak sadar.
Sedangkan pengertian dari kelapangan hati atau biasa disebut (Qanaah) ini adalah sikap kerelaan dalam diri seseorang dalam menerima semua pemberian dari Allah SWT, juga sikap menerima dan merasa cukup atas segala hasil yang telah diusahakan serta dapat menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang bersyukur.
Manusia di muka bumi ini tidak akan pernah lepas dari namanya ujian dalam hidup yang diberikan oleh Allah SWT, pemberian ujian hidup tidak memandang gender, tidak memandang sikap baik atau buruk nya manusia, dan bahkan tidak sama sekali memandang status sosial manusia itu sendiri. Allah SWT memberikan hambanya ujian hidup karena Allah SWT ingin melihat sejauh mana kadar keimanan dan ketakwaan hambanya dalam menghadapi ujian hidup yang diberikan. Ada orang yang sedang dalam kondisi bahagia-bahagianya dan cukup tetap diberikan ujian dan ada pula orang yang kondisi nya memprihatinkan tetap saja mendapatkan ujian hidup. Kita harus percaya bahwasannya ujian hidup tidak buruk, bahkan itu bermaksud baik, dengan adanya ujian hidup kita bisa berpikir kalau Allah SWT selalu memberikan kesempatan kepada setiap hambanya untuk memperbaiki diri dan salah satunya memperbaiki cara kita meminta kepada-Nya.
Cara untuk bisa menciptakan motivasi kelapangan hati dimulai dari diri kita sendiri. Kita harus sadar bahwa kegagalan atau ujian hidup bukanlah suatu hal yang akan membuat kita rendah atau kecil, justru itulah langkah awal yang membuat kita menjadi besar. Allah SWT memberikan ujian hidup bukan berarti Allah SWT tidak sayang kepada kita hambanya, justru karena itu, maka diberikan ujian hidup. Tanamkan sikap sabar dan ikhlas karena itu kunci utamanya. Tidak boleh memaki diri sendiri atau bahkan memaki Allah SWT karena merasa kecewa atas takdir yang kita dapat, dirasakan saja semua rasa sakitnya, rasa kecewanya, dan rasa amarahnya. Jangan lupa terus beristighfar untuk menenangkn hati dan pikiran.
Sesuai pula dengan arti dalam surah Al-Insyirah, terutama pada ayat 5 dan 6 yang isinya :
Ayat 5
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Fa inna ma’al-‘usri yusrā.
Artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Ayat 6
إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Inna ma’al-‘usri yusrā.
Artinya: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Kedua ayat tersebut membuktikan bahwa tiap kesulitan tidak akan berlangsung selamanya. Tanamkan juga rasa percaya. Percaya apa? Percaya kalau dibalik rasa sakit yang kita dapat, akan ada pelangi indah yang membawa kabar baik di depan sana. Satu lagi, semakin besar badaimu, semakin cerah pelangimu.

No responses yet