_”Adalah tidak mungkin memahami dan menjelaskan pesan-pesan universal al-Qur’an secara benar dan tepat tanpa memahami konteks sejarah sosial, politik, ekonomi, dan keagamaan masyarakat Arab pada saat diturunkannya Kitab Suci ini. Juga mustahil memahaminya tanpa mempelajari sebab-sebab turunnya sebagian ayat-ayat dan surat-suratnya.”_

Demikianlah sebuah untaian kalimat sambutan Prof. Muhamad Ali, Ph. D. dalam buku, _Dialektika Langit dan Bumi, Mengkaji Historisitas al-Qur’an melalui Sudi Ayat-Ayat Makki-Madani dan Asbab al-Nuzul_ karya Dr. H. Abad Badruzaman, Lc., M. Ag. 

Sambutan Prof. Muhamad Ali, pada buku tersebut merupakan sebuah patokan penting bagi setiap insan jika hendak memahami al-Qur’an. Bagaimana seseorang tidak mungkin memisahkan al-Qur’an dengan konteks sosiokultural yang mengitarinya. Tidak mungkin pula seorang begitu mudah mencomot ayat kemudian memaknai sesuai dengan kehendak nafsunya, apalagi sampai “memerkosa” ayat demi kepentingan tertentu. Jikalaupun ada orang yang demikian maka tepatlah kiranya orang-orang yang demikian disebut ceroboh dan gegabah terhadap pesan Kitab Suci al-Qur’an.

Orang-orang yang ceroboh demikian sepatutnya “berhenti dalam aksinya” menarik-narik al-Qur’an jauh dari tujuan diturunkannya. Selain itu, perlulah kiranya memperdalam kembali perangkat untuk memahami al-Qur’an agar mampu menghadirkan makna dari ayat-ayat al-Qur’an sesuai sebab diturunkan dan konteks masyarakat Arab saat al-Qur’an menyapa mereka pertama kali. (h. 9).

Sekurang-kurangnya untuk dapat melakukan demikian, seseorang harus memahami dua ilmu sekaligus aplikasinya. Dua perangkat ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu _Asbab al-Nuzul_ dan _Ilmu Makki-Madani_. Kedua ilmu inilah yang dapat memandu seseorang untuk memahami al-Qur’an sesuai konteks yang mengitari ketika ia di turunkan. (h.38)

Bukan itu saja, ilmu _Makki-Madani_ misalnya berfaedah sebagai alat bantu mengetahui sejarah perbentukan hukum Islam dan perkembangannya, mengetahui perjalanan hidup Nabi Saw. sebagai pembawa risalah. (h. 38) Belum lagi ilmu _Asbab al-Nuzul_, berguna untuk membantu menafsirkan al-Qur’an dan menyingkap  aspek-aspek hikmah serta hukum yang dikandungnya. Bahkan dikatakan orang yang mapan dalam menafsirkan al-Qur’an adalah mereka yang paling banyak pengetahuannya tentang _asbab al-Nuzul_. (h. 42)

Kedua ilmu ini sangat penting, sebagaimana diawal disebutkan bahwa sesuatu yang amat tidak mungkin memahami pesan al-Qur’an secara universal tanpa mengetahui secara mendalam konteks sosial dan konteks lain masyarakat Arab ketika al-Qur’an diturunkan. 

Sejalan dengan pentingnya kedua ilmu tersebut, Dr. Abad Badruzaman, memberikan sebuah trobosan yang solutif untuk memahami keduanya melaui buku terbarunya _Dialektika Langit dan Bumi_ ini. Buku ini hendak menyingkap bukan saja pengetahuan tentang _sabab nuzul_ dan _makki-madani_ secara teoritis namun juga secara praktis dengan dilengkapi contoh-contoh kontekstualisasi surah yang mengandung _sabab nuzul_ dan _makki-madani_. 

Buku ini di samping mudah untuk dipahami, Prof. Munim Sirry, menyebut bahwa buku ini adalah karya pionir dalam membedah tema krusial ini– _sabab nuzul_ dan _makki-madani_–secara lugas dan enak dipahami. Menurutnya pula, buku ini cocok menjadi bacaan wajib dalam perkuliahan yang ia ampu.

Catatan senada atas buku ini juga disampaikan oleh Prof. Sumanto  Al Qurtuby, yang mengatakan bahwa buku ini unik dan spesial karena mengkaji al-Qur’an dari sudut kritik dan tevitalisasi atas konsep _Makiyyah-Madaniyyah_  dan _Asbab al-Nuzul._

Ungkapan apresiatif atas hadirnya buku yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan 1 Oktober 2018, cukuplah menjadi catatan penting bahwa membaca buku ini adalah wajib, bagi seseorang yang hendak mengawali langkahnya memahami ilmu _Asbab al-Nuzul_ dan  _Makki-Madani_ secara mendalam. Di sisi lain buku ini sangat _rekomended_ untuk dimiliki sebagai pegangan untuk lebih dalam memahami kedua ilmu tersebut.  

Lebih kurang penulis dalam hal ini juga sangat mengapresiasi karya pionir ini. Semoga dengan membaca dan menyelami buku–yang menurut Prof. Nadirsyah Hosen, enak dibaca dan perlu ditelaah–pembaca akan disuguhkan secara mendalam bagaimana al-Qur’an datang menyapa masyarakat Arab kala itu berikut tanggapan al-Qur’an yang menyapa mereka. Selebihnya pembaca dapat mengetahui dan mendalami buku ini secara utuh dengan membaca dan memiliki buku ini. 

Demikian catatan penulis. Semoga bermanfaat bagi sekalian pembaca yang amat mencitai ilmu dan buku. 

Wallahu A’lam Bisshawab.

Kediri, 06-12-2018.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *