Pada bulan Romadhon terdapat waktu yang manjur dan mustajab untuk berdo’a. Artinya do’a yang dipanjatkan pada waktu itu akan dikabulkan.

Saat berbuka puasa. Setelah minum, hendaknya membaca:

اللهم لك صمت وبك آمنت وعلى رزقك أفطرت ذهب الظمأ وثبت الأجر إن شاء الله تعالى.

ALOOHUMMA LAKA SHUMTU WABIKA AAMANTU WA-ALAA RIZQIKA AFTHORTU DZAHABADZ DZOMAU WATSABATAL AJRU IN SYAA ALLOHU TA’AALAA

Ya ALLOH hanya karena-Mu aku berpuasa, dan hanya kepada-Mu aku beriman. Dengan rizki-Mu aku telah berbuka, telah hilang rasa dahaga dan semoga ditetapkan pahalanya puasa In syaa ALLOH ta’ala.

Kemudian berdo’a untuk hajatnya.

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Huroiroh bahwa Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam bersabda: “Tiga orang yang tidak ditolak do’anya: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa saat berbuka dan do’a orang yang teraniaya”.

ثلاث لا ترد دعوتهم: الإمام العادل والصائم حين يفطر ودعوة المظلوم.

Abdulloh bin Umar Rodliyallohu Anhuma berdo’a saat berbuka dengan do’a berikut:

اللهم إني أسئلك برحمتك التي وسمعت كل شيء أن تغفر لي

ALOOHUMMA INNII AS-ALUKA BIROHMATIKAL LATII WASI’AT KULLA SYAI-IN AN TAGHFIRO LII

Pada waktu sahur, yaitu sepertiga malam terakhir adalah waktu dikabulkannya do’a. Dan do’a yang baik dipanjatkan pada waktu sahur adalah beristigfar. 

Seperti disebutkan bahwa ahli surga pada waktu di dunia adalah orang yang Muhsin (berbuat baik), sedikit tidur pada waktu malam (malam digunakan untuk dzikir dan beribadah) dan saat waktu sahur mereka beristigfar.

إنهم كانوا قبل ذلك محسنين، كانوا قليلا من الليل ما يهجعون، وبالأسحار هم يستغفرون.

Dan pada saat sholat fajar atau sholat shubuh, maka membaca Al-Qur’an yang panjang dan lama.

وقرآن الفجر إن قرآن الفجر كان مشهودا

Pada ayat itu, sholat shubuh dinamakan Quranal Fajri. Disebutkan demikian, karena pada saat sholat shubuh, ditekankan untuk memperpanjang bacaan Al-Qur’an setelah Fatihah. 

Saat sholat shubuh, Syaikhona Maimoen Zubair membaca ayat-ayat Al-Qur’an begitu lama, kadangkala dua roka’at sholat shubuh itu sampai sekitar 10 menitan.

Saat sholat shubuh hari Jum’at, pada roka’at pertama Syaikhona Maimoen Zubair membaca surat Al-Kahfi mulai ayat 60 sampai ayat 98 (38 ayat). Yaitu ayat yang menceritakan Nabi Musa mengajak Yusya’ muridnya untuk berkelana, sampai ayat yang menceritakan tentang Dzul Qornain.

وإذ قال موسى لفتاه لا أبرح حتى أبلغ مجمع البحرين….

sampai ayat:

قال هذا رحمة من ربي، فإذا جاء وعد ربي جعله دكاء، وكان وعد ربي حقا.

Dan pada roka’at kedua sholat shubuh, setelah Fatihah beliau membaca surat Al-Kahfi ayat 99 sampai akhir surat yaitu ayat 110.

وتركنا بعضهم يموج في بعض (وقف). 

Syaikhona Maimoen waqof di sini. Kemudian melanjutkan ayatnya:

ونفخ في الصور فجمعناهم جمعا…

sampai pada ayat terakhir.

…فمن كان يرجو لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا.

Kadangkala saat sholat shubuh hari Jum’at, Syaikhona Maimoen Zubair membaca surat Jum’ah (11 ayat) pada raka’at pertama dan surat Al-Munafiqun (11 ayat) pada raka’at kedua.

Begitulah yang saksikan selama 17 tahun mondok di Pesantren Mbah Maimoen Zubair. 

Selain itu, bacaan Al-Qur’an pada saat sholat fajar juga disaksikan oleh ALLOH dan Malaikat malam dan Malaikat siang, sehingga disebut Masyhud.

إن قرآن الفجر كان مشهودا.

Dan Alhamdulillah, setelah sholat shubuh pada bulan puasa ini Kanthongumur membaca kitab Dziba’ yang dita’liqi hadistnya oleh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Inilah rekaman ngaji kitab Nushushul Akhyar karya Syaikhona Maimoen Zubair 2 Romadlon 1442 H.

https://youtu.be/06kM63tBbn0.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *