Judul di atas bukan karena saya benci dukun, juga bukan karena saya bagian dari yang buka praktek perdukunan. Terlebih saya juga tidak ahli perdukunan, apalagi dukun bayi.

Pagi tadi saya ingat ada acara webinar minggu pertama Maret, setelah saya cek ternyata malah telat karena acaranya tanggal 6 Maret lalu. Maka saya pagi ini coba kontak orang yang dulu hubungi saya, dan katanya dibatalkan karena dianggap kontroversial. Dia malah bertanya apa panitia tidak menghubungi saya.

Saya sampaikan ke panitia bahwa saya menyesalkan pembatalan bukan karena sayanya, tapi mengapa mental panitia atau mental dukun kok malah kendor, hanya karena adanya kontroversi. 

Padahal penting kita menjaga dan  melestarikan nilai-nilai perdukunan yang baik yang merupakan warisan leluhur. Jangan malah digeser oleh peruqyah Wahabi melalui TV yang berlagak jadi spiritualis lalu “memburukkan” semua profesi dukun.

***

Catatan:

1. Dukun yang saya maksud di sini adalah istilah dari Mbah Kiai Wahab Chasbullah seperti dalam buku Tambakberas: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah. Atau baca tulisan saya pada 6 Pebruari 2021 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=876657099798382&id=100023623007183. Pelaku yang didoakan Mbah Wahab untuk menjadi dukun itu adalah KH. Abdul Adhim Dimyathi yang baru saja wafat pada 4 Maret 2021, lahul Fatihah. Dukun dalam  istilah lain di kalangan warga NU disebut kiai sembur atau kiai suwuk.

2. Dalam KBBI dukun bisa bermakna positif dan negatif. Disebutkan dalam kamus itu bahwa dukun adalah orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dan sebagainya). Namun nampaknya istilah dukun mengalami peyorasi atau perubahan makna yang mengakibatkan sebuah ungkapan menggambarkan sesuatu yang lebih tidak enak, tidak baik, dan sebagainya, 

3. Saya tahu beberapa tokoh yang bergaya sok ilmiah dan sok menjauhi suwuk yang dianggap klenik, padahal dia mendatangi dan membutuhkannya. Saya tahu banyak tokoh yg suka ke dukun atau spiritualis.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *