Seiring dengan bekembangnya kemajuan zaman ekonomi kapitalis sangat berkembang dan hampir-hampir perkembangannya mampu menumbangkan ekonomi sosialis yang dulunya sama-sama berebut pengaruh antara kedua ekonomi ini namun akhirnya ekonomi kapitalis makin terus meninggalkan ekonnomi sosialis dengan pandangan baru dan paradigma yang baru Selain itu, adanya faktor lain yang mempengaruhi ekonomi dunia,antara lain kondisi geopolitik, terorisme, dan arus pengungsi.
Pada diskusi ilmiah World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 2-4 Agustus 2016. WIEF kali ini mengusung tema “Desentralisasi Pertumbuhan,Memberdayakan Bisnis Masa Depan”.Staf Ahli Kementerian Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Indonesia mengatakan “Bagaimana instrumen keuangan syariah bisa dimanfaatkan secara efektif untuk mendukung proyek infrastruktur,” kata dia. Tak hanya proyek infrastruktur, bahasan menyinggung pula pemanfaatan instrumen keuangan syariah untuk kebutuhan pengembangan usaha kecil dan menengah.
WIEF merupakan forum tempat pemimpin dunia, pemimpin industri, akademikus, ahli regional, profesional, dan manajer perusahaan untuk berkumpul. Forum akan membahas peluang kerja sama bisnis di dunia muslim.Mantan kepala ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Ken Rogoff mengatakan, perlambatan ekonomi di China adalah ancaman terbesar bagi perekonomian global. Menurutnya pelemahan yang terjadi pada salah satu mesin utama pertumbuhan global dalam hal ini China tidak bisa diabaikan begitu saja.
“China tengah menghadapi revolusi politik yang besar.
Jika Anda ingin melihat bagian di dunia ini yang memiliki masalah utang, lihatlah Cina. Lanjut dia Negeri Tirai Bambu -julukan China- itu mengalami pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh kredit dan ini tidak bisa berlangsung selamanya. Bank of International Settlements, atau lembaga penelitian global untuk bank-bank sentral, mengatakan bahwa rasio utang China pada PDB berada di 30,1%, menambah ketakutan bahwa ledakan ekonomi Cina berdasar pada bubble kredit yang tidak stabil. Angka itu dinilai sangat tinggi dalam standar internasional oleh Komite Kebijakan Finansial dari Bank Sentral Inggris, yang kini akan menguji seberapa efek bank-bank Inggris pada perlambatan di Cina.
Bank-bank di Inggris memiliki USD530 miliar (atau hampir Rp7.000 triliun) dalam wujud pinjaman dan bisnis di Cina, termasuk Hong Kong, atau sekitar 16% dari semua aset asing yang dipegang oleh bank Inggris.”Semua orang bilang China berbeda, bahwa negara ini memiliki apapun yang bisa mereka kendalikan. Sampai pada titik tertentu, jelas ini sebuah kekhawatiran, dengan perlambatan China. Sejauh ini kita sudah mengalami pendaratan yang tajam dan saya khawatir Cina mulai menjadi masalah,” paparnya. Sementara itu dia menambahkan bahwa ekonomi Eropa dan AS harus memastikan bahwa mereka “kuat berdiri” sebelum perlambatan mulai berdampak. “IMF sudah menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi mereka selama sembilan tahun berturut-turut dan rumor pastinya mereka akan melakukan ini lagi,” katanya.
Dari sisi lain dapat kita lihat pengembangan dan perkembangan perbankan syariah pada dasarnya merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari Perkembangan Ekonomi Islam. Salah satu alternatif yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia dalam rangka memperbaiki keterpurukan ekonomi yang terjadi di Indonesia dewasa ini adalah dengan cara mengembangbiakkan Perbankan Syariah yang beroperasional secara syariah Islam secara lebih luas. Tentunya pengembangan Perbankan Syariah ini tidak dapat berhasil dengan baik apabila tidak ada dukungan dari semua pihak baik pemerintah, ulama, cendekiawan, pengusaha, pengelola Bank bahkan masyarakat sendiri serta adanya satu kesatuan pola pikir tentang Bank Syariah dari semua pihak tersebut di atas, sehingga dalam perjalanan/operasional Bank Syariah tidak lagi ditemukan adanya perbedaan pendapat yang kontroversial. Karena kontroversi yang merebak hanya akan membingungkan umat, yang berakibat kepada keraguan mereka untuk menyambut kehadiran “bayi ekonomi Islam” yang untuk masa sekarang ini muncul sebagai pionir dalam bentuk/matra Perbankan Syariah.
Kekurang berhasilan Perbankan Syariah di Indonesia dikhawatirkan akan semakin menjauhkan umat dari kepercayaan atas kemungkinan diterapkannya konsep ekonomi Islam didalam kehidupan nyata,demikian hal yang sama dikemukan oleh Bank Dunia mengingatkan kondisi ekonomi global saat ini masih lemah dan rentan sehingga berpotensi semakin volatil atau kurang stabil.Selain itu, negara didunia misalkan Jepang juga masih berlanjut dengan pertumbuhannya yang lemah, antara lain karena dilonggarkan kebijakan moneter mereka dan penerapan suku bunga negatif. Begitu pula halnya dengan kondisi negara-negara berkembang yang selama dekade terakhir menjadi mesin pertumbuhan global, pada saat ini masih menunjukkan kinerja yang tidak optimal.
Permasalahan yang juga harus dihadapi, lanjutnya, adalah harga komoditas yang akan tetap rendah karena pasokan minyak tetap tinggi dan permintaan akan komoditas tersebut diperkirakan tidak bakal meningkat dengan segera.Hal tersebut mengakibatkan persoalan, seperti 30 persen warga miskin dunia yang hidup di negara-negara pengekspor minyak dunia akan terkena dampak, karena anggaran negara-negara tersebut menurun dan berpotensi memotong pengeluaran pos kesejahteraan sosial dan pos anggaran lainnya yang dinilai pro-kaum miskin.
Permasalahan perubahan iklim yang berpotensi menciptakan 100 juta orang miskin baru, karena gejala iklim seperti El Nino (kekeringan) yang terparah terjadi sejak akhir tahun 1990-an melanda beragam kawasan, seperti di Afrika Timur dan Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia. Permasalahan situasi geopolitis yang semakin tegang dan bertambah konflik juga menciptakan kekurangstabilan tambahan yang menghasilkan sekitar 60 juta orang diperkirakan terpaksa pindah atau mengungsi dari berbagai negara yang mereka tinggali selama ini.Belum lagi konflik dan tindakan penzaliman yang terus berlanjut dapat mengikis kohesi sosial bagi keseluruhan masyarakat, dan pada gilirannya juga mengakibatkan stagnasi ekonomi.
Karena itu, setiap negara harus dapat menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk mengatasi guncangan dan volatilitas seperti perlambatan ekonomi, risiko kesehatan dan bencana alam. Dan masalah disparitas pendapatan adalah hasil dari ketimpangan kesempatan. Itulah kenapa akses kepada layanan dasar yang baik dan berkualitas adalah tugas inti bagi kita semua, mengingat hal itu membantu menyamakan kesempatan seluruh warga dan mengatasi siklus kemiskinan,”kebijakan makroekonomi yang bagus memang diperlukan untuk pengembangan ekonomi, tetapi hal itu tidak cukup karena diperlukan langkah lainnya seperti menyadari faktor spesifik yang membuat ekonomi suatu negara lebih kompetitif, meningkatkan produktivitas, serta membangun lembaga yang kuat dan efektif.
Penyebab terjadihal ini dikarena pertumbuhan tanpa tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabilitas tidak akan berkelanjutan, Bank Dunia, lanjutnya, meyakini ada korelasi yang positif antara kualitas kelembagaan dan kemakmuran suatu negara. Kondisi perekonomian global yang tengah melemah saat ini menjadi tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. lembaga dunia International Monetary Fund (IMF) baru saja merevisi kembali ke bawah pertumbuhan ekonomi global. Meskipun hanya direvisi 0,1%, tapi tendensi bahwa revisi ke bawah ini terjadi sudah berulang-ulang secara berturut-turut.
“Ini menegaskan kondisi ekonomi global ini jauh dari cerah atau kondisinya sedang gloomy atau suram. Ini terjadi di hampir semua negara di dunia yang ekonominya tergolong besar di dunia,”,pola besarnya di lihat dari jarak antara fluktuasi/naik-turunnya harga saham pada saat ini berbeda dengan pola volatilitas pada masa lalu. Pola krisis keuangan global yang biasanya terjadi pada periode 5 hingga 10 tahun sekali saat ini tidak bisa diprediksi.
“Kalau kita bicara dulu mengenai krisis keuangan, apakah global atau regional, kita melihat ini even yang mungkin kejadiannya 10 tahun sekali, 5 tahun sekali. Dan kalau pun ada ancaman sudah diketahui jauh sebelumnya. Itu pola sektor keuangan masa lalu. Dalam kondisi hari ini, ini menjadi faktor yang makin sukar untuk ditebak,”
“Sekarang ini lebih volatile dibandingkan yang dirasakan krisis 1990 dan 2000-an. Ini terjadi setelah global financial crisis 2008. Di sini bisa kita lihat, global financial crisis. Itu yang membuat kondisi sistem perekonomian dunia menjadi totally different,”
Pertumbuhan ekonomi global yang saat ini masih rendah, menjadi pertanda bahwa ekonomi dunia semakin sulit mencari sumber pertumbuhan.”Apalagi kalau kita lihat negara per negara, tidak ada satu pun negara yang bisa menghindari volatilitas. Ini juga peringatan buat kita semua bahwa ekonomi Indonesia akan senantiasa berhadapan dengan volatilitas global,” Saat ini pereknomian global memang sedang terguncang. Diawali dari krisis dan kebangkrutan Yunani, ternyata ketidakjelasan perekonomian kini juga menguncang kawasan Asia, termasuk Indonesia. Ketidakpastian kondisi ekonomi Indonesia sendiri terjadi sejak Kuartal I tahun 2015. Ketidakpastian ekonomi ini kemudian berdampak sangat nyata dengan efek yang dirasakan oleh semua kalangan dari para pengusaha besar hingga rakyat jelata.ketidak jelasan dan labilnya ekonomi ini memang sudah merupakan hal yang hampr tidak bisa di hindari bagi semua negara.
Penyebab ketidakpastian kondisi ekonomi ini memang tidak datang sendirinya komplek dan ambius. Adanya perubahan memng menjadi faktor penentu yang membuat sesuatu yang abdi dan unik yang muncul dan yang nyata serta tak bisa dihindari terutama pebisnis hanya bisa pasif saja menerimanya, Terutama terhadap empat hal berkut ini:
1. Visi
Jurus sakti pertama adalah Visi yaitu menetapkan dan menguhkan visi atau pandangan jauh ke depan. Visi ini adalah cara ampuh untuk mengatasi kondisi Volatile atau perubahan yang sementara dan cepat. Visi yang lugas akan berfungsi sebagai pemandu jalan mencapai harapan sekaligus rel yang kuat ketika terjadi kondisi Volatile.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jack Canfield membuktikan bahwa 75 persen orang yang sukses adalah mereka yang memiliki visi yang jelas dan lugas. Syaratnya, Anda tidak boleh kompromi dengan visi tersebut jika terjadi perubahan yang mendadak. Sebaliknya Anda harus tetap terus berusaha mencapai dan mewujudkan visi tersebut.
2. Understanding
Understanding merupakan bentuk pemahaman untuk mengatasi situasi Uncertainty atau ketidakapastian. Jurus yang kedua ini sungguh sangat dianjurkan ketika ketidakpastian datang silih berganti. Dengan adanya pemahaman yang komprehensif terhadap situasi perubahan tersebut, Anda pun akan mampu mengantisipasi dampak burtuk dari ketidakpastian yang terjadi.
Dengan pemahaman yang kuat, Anda pun akan semakin percaya diri bahwa Anda akan mampu bangkit dan bahkan membuat peluang yang lebih baik yang datang dari setiap perubahan tersebut. Maka dari itu temukanlah peluang terssebut dengan pemahaman yang baik serta pengetahuan yang selalu diperbarui.
3. Clarity
Kejelasan atau ketajaman (clarity) memang sangat dibutuhkan setiap pebisnis untuk mengatasi kondisi Complex atau rumit yang diakibatkan dari ketidakpastian ini. Dengan ketajaman maka segala kompleksitas yang ada dalam situasi yang tidak pasti bisa diurai satu per satu. Namun untuk mendapatkan ketajaman ini, Anda harus memenuhi atau menjalankan secara akitf dua jurus sebelumnya yaitu vision dan understanding.
4. Agility
Terakhir, jurus jitu dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tak pasti adalah Agility (kelincahan). Alih-alih pasif dan menyerah, pebisnis seharusnya lincah, tangkas dan gesit untuk mengatasi keadaan Ambiguous (ambigu). Ketika kondisi berubah menjadi ambigu dan sulit untuk ditafsirkan apa makna dibalik ketidakpastian tersebut, kelincahan bergerak adalah cara paling jitu untuk merespon apapun makna dari kondisi yang ambigu tersebut.
Agility ini sendiri bisa diartikan Action. Setelah menjalankan ketiga jurus sebelumnya, maka Anda memang harus action. Karena hanya dengan bertindak (action) Anda akan menciptakan sebuah dampak atau perubahan.
Penutup
Sebagaimana telah dikemukakan di atas, aktivitas organisasi dan pola kerjasama dalam pengembangan struktur ekonomi di tingkat lokal.Pola relasi kerja baik dalam kerangka hubungan ekonomis, Berbagai bentuk dan pola perilaku ekonomi masyarakat mereka untuk senantiasa dapat mempertahankan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sosial, budaya, sekaligus ekonomi yang senantiasa berubah ke arah yang lebih “modern” dan “praktis”, tetapi tetap bergerak dalam tatanan kerangka ekonomi yakni Peranan lembaga ekonomi, yangh terlah terbentuk hal tersebut disinyalir karena belum adanya lembaga ekonomi atau lembaga perkumpulan yang bertugas menaungi keperluan peningkatan hasil produksi mengakibatkan rendahnya produktivitas itu kadang kala dibawa kesudut pandang yang kurang jalas pada diuntungkan bagaimana sudut pandangnya
Penyebab ketidakpastian kondisi ekonomi ini memang tidak datang sendirinya komplek dan ambius. Adanya perubahan memang menjadi faktor penentu yang membuat sesuatu yang abdi dan unik yang muncul dan yang nyata serta tak bisa dihindari terutama pebisnis hanya bisa pasif saja dalam hal menerimanya.
Dari keempat yang dikemuakan diatas masih terdapat banyangan ekonomi kapitalis yang berpadu dengan ekonomi islam sehingga semuanya masih dalam bentuk abu-abu yang tidak dapat dipisahkan ibarat komponen yang ada di pokok ekonomi kapitalis masih saja muncul sehingga ekonomi tersebut mempunyai peran yang tidak dapat dipisahkan dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari kemajuan zaman.
Dari sisi lain dapat kita lihat pengembangan dan perkembangan perbankan syariah pada dasarnya merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari Perkembangan Ekonomi Islam. Salah satu alternatif yang sesuai untuk diterapkan misalnya, di Indonesia dalam rangka memperbaiki keterpurukan ekonomi yang terjadi di Indonesia dewasa ini adalah dengan cara mengembangbiakkan Perbankan Syariah yang beroperasional secara syariah Islam secara lebih luas. Tentunya pengembangan Perbankan Syariah ini tidak dapat berhasil dengan baik apabila tidak ada dukungan dari semua pihak baik pemerintah, ulama, cendekiawan, pengusaha, pengelola Bank bahkan masyarakat sendiri serta adanya satu kesatuan pola pikir tentang Bank Syariah dari semua pihak tersebut di atas, sehingga dalam perjalanan/operasional Bank Syariah tidak lagi ditemukan adanya perbedaan pendapat yang kontroversial. Karena kontroversi yang merebak hanya akan membingungkan umat, yang berakibat kepada keraguan mereka untuk menyambut kehadiran “bayi ekonomi Islam” yang untuk masa sekarang ini muncul sebagai pionir dalam bentuk/matra Perbankan Syariah.
Kekurangan keberhasilan Perbankan Syariah di Indonesia dikhawatirkan akan semakin menjauhkan umat dari kepercayaan atas kemungkinan diterapkannya konsep ekonomi Islam didalam kehidupan nyata,demikian hal yang sama dikemukan oleh Bank Dunia mengingatkan kondisi ekonomi global saat ini masih lemah dan rentan sehingga berpotensi semakin volatil atau kurang stabil,dan bagaimana supaya bisa membaca peluang yang ada, shingga bisa mengatasi benturan yang mungkin timbul, bagaimana agar bisa merencanakan sesuatu di masa depan, hal ini membutuhkan pendidikan yang bisa menjawab dan memberikan arah yang tepat. Islam merupakan agama yang memberikan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan orang banyak yang meliputi bidang ekonomi, sosial, politik, dan pendidikan serta yang terpenting ekonomi islam memberikan rambu-rambu kepada manusia untuk menjawab permasalahan hidup terhadap tumbuh kembangnya perekonomian secara global.

No responses yet