Janur seringkali kita temui dalam tradisi kehidupan masyarakat Nusantara. Pernah mendengar ungkapan atau peribahasa “sebelum janur kuning melengkung”?. Ungkapan ini sebenarnya berasal dari hiasan janur kuning yg melengkung biasanya dipasang menyerupai pintu masuk saat acara pernikahan. Atau janur kuning melengkung yg dibuat menjadi kembar mayang, umbul umbul (penjor) yg dipasang sbg tanda adanya pernikahan.
Rasa ingin tahu tentang asal-usul janur kuning pernikahan yg kerap kali dipasang di depan rumah calon pengantin pada saat resepsi pernikahan, tentu sekilas pernah terbesit dalam benak pikiran anda. Pemasangan janur kuning tentunya memiliki tujuan dan maksud. Janur Kuning sendiri berarti daun kelapa berwarna kuning.
Asal kata janur yaitu sejane neng nur, Sementara kuning bermakna dari kata sabda dadi,
Janur kuning, menjadi ornamen yg sangat familiar di setiap hajatan pengaten, pernikahan, di berbagai sudut negeri kita. Sebagai wujud lestarikan budaya dan ornamen penghias prosesi pernikahan, ternyata, tersirat makna dari seni lipat daun kelapa ini.
Apa makna simbolis yg terkandung?
JANUR, bermakna SEJANE NING NUR (arah menggapai cahaya Ilahi), berasal dari bahasa Jawa, Sedangkan, KUNING bermakna SABDA DADI, (yg dihasilkan dari hati/jiwa yg bening), yg berarti kun fayakun Allah subhanahu wa ta’ala yg berasal dari hati dan jiwa yg bening. Begitu dalam makna religi pada kata janur kuning. Dimana pihak yg memiliki hajat pesta resepsi pernikahan disimbolkan harapannya untuk menggapai ridho Ilahi melalui jasmani rohani yg bersih pada pelaksanaan hajatnya. Harapan yg baik pada acara yg baik itulah esensi sesungguhnya yg ada pada janur kuning.
Dengan demikian boleh kita ambil makna, arah menggapai cahaya Ilahi yg dihasilkan dari hati/jiwa yg bening.
Sedangkan warna kuning, diambil dari bahasa Jawa yg berarti suci. Arti tsb merujuk pada simbol hubungan sosial, warna kuning mengambarkan kekayaan dan keluhuran. Maka dari itu, warna tsb dikaitkan dgn Sang Maha Kuasa.
Warna kuning juga bermakna sabda abadi, berharap semua perkataan akan terwujud. Perilaku ini dihasilkan dari hati atau jiwa yang hening. Dengan demikian, janur kuning mengisyaratkan cita2 mulia dan tingginya harapan mencapai cahaya illahi dgn dibarengi hati hening
Oleh karena bahwa janur kuning mengisyaratkan :
Cita2 mulia lagi nan tinggi untuk mencapai cahaya (nur)-Nya dgn dibarengi hati yg jernih.
Betapa mulia kandungan janur kuning dalam kultur prosesi pernikahan dan tradisi Nusantara.
Wallahu a’lam
from a variety of sources http://celoteharra.wordpress.com http://blog.iain-tulungagung.ac.id and other sources by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet