Di laptop yang sudah almarhum pada 2017 silam, saya menyimpan banyak potongan ceramah agitatif dari pecandu perang atas nama Islam. Masing-masing punya cirikhas tersendiri.
(1) Gaya Jamaah Islamiyah yang terkoneksi dengan Imam Samudera CS, Doktor Azahari dan Noordin M. Top punya ciri khas video yang kualitasnya kurang bagus, dan suara yang kurang oke. Biasanya satu atau lebih dari dua orang menggunakan balaklava. Masing-masing menenteng senjata. Background-nya polos, kadangkala ada bendera bertuliskan kalimat tauhid. Video diawali dengan narasi potongan ayat Qital yang dikutip secara serampangan, disertai dengan hentakan suara dan nada ancaman terhadap pihak yang menghalangi misi “jihad”-nya. Durasinya pendek. Selain berisi ancaman, juga laknatan terhadap pemerintah, polisi-tentara, dan pihak-pihak yang disebut Ansharut Taghut. Sekali lagi kualitas videonya kurang bagus. Apalagi jika disyuting di kawasan hutan yang memperlihatkan mereka sedang latihan tempur.
Selain itu, di jaringan JI, para pengebom bunuh diri yang siap menjadi “pengantin”, biasanya merekam pesan pribadi dan wasiatnya sebelum meledakkan diri. Video ini biasanya disebar pasca pengeboman. Dulu saya mengunduh video-video macam begini dari website yang terkoneksi dengan gerakan ekstremis di tanah air.
Video semacam ini juga dibikin oleh jaringan JI di wilayah Mindanao. Abu Sayyaf paling jago bikin tayangan begini. Sesekali disertai dengan pemenggalan kepala sandera. Di Irak, jaringan anak buah Abu Mush’ab Azzarqawy sebelum tahun 2010-an juga sering merilis video psy-war begini yang disertai dengan eksekusi musuhnya.
(2) Gaya propaganda ISIS dan Al-Qaidah sejak 2014-an punya ciri khas: kualitas HD-nya ditingkatkan, diawali dengan suara murattal al-Qur’an yang memetik ayat Qital, dilanjutkan dengan suara yang meledak-ledak tentang ajakan jihad dan backsound nasyid yang bersemangat. Wajah oratornya tidak tampak, hanya suara saja, kadang diberi identitas nama orator di pojok bawah video. Ketika suara orator semakin agitatif, maka ditampilkan gabungan beberapa video yang mendukung narasinya. Kadang video operasi penyerbuan, peledakan, dan eksekusi lawan. Kadang juga disertai dengan tayangan parade militer secara terbatas maupun latihan para prajurit.
Di sisi lain, karena prajurit ISIS berasal dari banyak negara, mereka bikin video propaganda yang disesuaikan dengan asal negaranya. Kalau dari Indonesia, maka ada penampilan 1-3 kombatan yang mengajak jihad dengan bahasa Indonesia. Nama orangnya juga ada gelar al-Indunisiy. Dulu video propaganda ISIS asal Indonesia ini beredar massif di medsos.
(3) Gaya lokal. Ja’far Umar Thalib, pemimpin Laskar Jihad, gayanya agak kalem, tapi suka menyesatkan dan mengkafirkan sesama muslim. Abu Bakar Ba’asyir-pun disesatkan. Juga Habib Rizieq Shihab dan Ustadz Abdusshomad. Di matanya, semua salah dan sesat, kecuali dirinya. Dia juga suka men-tahzir “ustadz” lainnya atas nama “Syariah”. Di sisi lain, gaya Abu Bakar Ba’asyir saat ceramah
Abu Bakar Ba’asyir gayanya khas. Selalu ada kalimat murtad, syirik, taghut, setan, demokrasi kufur, neraka, dan istilah-istilah lain dengan penekanan yang “thas-thes” dari lisannya. Nggak ada humornya sama sekali. Mungkin faktor ini yang membuat kharismanya selalu terjaga d mata pengikutnya, walaupun kemudian dia di”kudeta” dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), wadah yang dia dirikan di awal tahun 2000-an. MMI kemudian disetir oleh Muhammad Thalib, Abu Jibril dan Irfan S. Awwas. Abu Bakar Ba’asyir kemudian menghimpun pengikutnya dalam wadah Jamaah Ansharut Tauhid. Dia baiat kepada Ayman Azzawahiri, pengganti Usamah bin Ladin, pentolan al-Qaidah.
Ba’asyir beberapa kali diajak baiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi, bos ISIS, dia menolak. Walaupun pada akhirnya dia berbaiat juga dengan al-Baghdadi karena rayuan Aman Abdurrahman. Nama terakhir ini terdakwa kasus terorisme yang mendirikan Jamaah Nasharud Daulah (JAD). Keduanya bertemu di sel Nusakambangan. Aman lebih keras daripada Ba’asyir. Berwajah muram dan pelit senyum, dia menghimpun para kombatan yang lebih ekstrem dalam JAD yang banyak terlibat aksi terorisme di Indonesia.
Gara-gara ayahnya ikut baiat kepada al-Baghdadi, Abdurrahim Ba’asyir, anaknya, sewot. Dia menolak ikut jalan bokapnya. Hubungan keduanya sempat merenggang. Sebelumnya, hubungan Ba’asyir dengan mantan Ketua Departemen MMI, Fauzan al-Anshari, juga agak terganggu gara-gara nama terakhir ini baiat lebih dulu kepada al-Baghdadi. Fauzan al-Anshari pernah mubahalah dengan Maher At-Thuwailibi (Soni Eranata). Hasilnya? Fauzan meninggal pada 2015 setelah sempat mengasuh “pesantren” yang dia dirikan untuk menyuplai prajurit ISIS di Suriah. Ketika Fauzan wafat, Maher senangnya bukan main, karena menganggap dirinyalah pemenang mubahalah itu.
Dari sini sudah paham kan, orang-orang kayak begini memang hobinya bertengkar atas nama Gusti Allah.
Selain Ja’far Umar Thalib, Abu Bakar Ba’asyir dan Aman Abdurrahman, ceramah lain dalam bentuk video maupun MP3 yang saya koleksi adalah orasi HRS. Gayanya khas, selalu ada takbir dan hentakan-hentakan dana agitatif dalam ceramahnya. Jangan lupa, selalu ada caci maki. Hampir semua presiden RI dicaci, kecuali Pak Harto dan Pak Habibie. Hahaha. Beberapa orang sungkan mengkritik karena statusnya sebagai keturunan nabi. Salah satu video bahkan memperlihatkan HRS mendukung ISIS, dan sebelumnya ada maklumat “terburu-buru” dari DPP FPI yang mendukung ISIS (Walaupun kemudian di”ralat” dan bantahan kalau maklumat itu hoaks. Qiqiqiqi).
Gaya propaganda yang berbeda-beda ini menunjukkan varian gerakan “Islam” yang tidak sama. Kelompok ini kecil, tapi militan, dan menjajah pikiran dengan berbagai gaya agitasi “perlawanan dan pemberontakan”. Apakah saya terpengaruh setelah mendengarkan dan mengkoleksi ceramah-ceramah orang-orang ini. Nggak. Buat apa?
Saya hanya berpaku pada satu prinsip: yang bersemangat mengajakmu ke medan laga, biasanya dialah yang paling awal terbirit-birit lari dari medan perang.
[12/9, 10:09] ZeEmBe: Nanal
Jika Perkataan Imam Syafi’i Bertentangan Dengan al-Quran dan Hadits
Ditengah tausiah seorang kyai terdengar pertanyaan dari kaum karbitan, “Pak Kyai. saya mau tanya. Bagaimana jika perkataan asy-Syafi’i bertentangan dengan al-Quran dan Hadits?”
“Oo. Ngono tho lee. Sebelum menjawab pertanyaanmu, saya mau tanya. Menurutmu bagaimana? Jika firman Allah bertentangan dengan firman Allah. Sabda Nabi bertentangan dengan sabdanya sendiri. Perkataan Nabi bertentangan dg Firman Allah. Gimana?”
“Haaaa? Masak adaa yg bertentangan?” Kagetnya bukan main.
“Ada. . Ini contohnya :
والذين يتوفون منكم ويذرون أزواجا وصية لأزواجهم متاعا إلى الحول
Dalam ayat ini iddah seorang perempuan yg ditinggal mati suaminya adalah 1 tahun. Bertentangan dg ayat
يتربصن بأنفسهن أربعة أشهر وعشرا
Masa Iddah menurut ayat ini hanyalah 4 bulan 10 hari.
Dawuh Rasulullah :
ألا أخبركم بخير الشهود؟ الذي يأتي بشهادته قبل أن يسأل.
،sebaik2nya saksi adalah yg datang sendiri memberi kesaksian sebelum diminta. Ini bertentangan dg sabda beliau sendiri:
شر الشهود الذي يشهد قبل أن يستشهد
Seburuk2nya saksi adalah saksi yg datang memberi kesaksian sebelum diminta.
Bagaimana menurutmu?”
“Saya nggak tahu pak kyai. Kalau pak kyai sendiri bagaimana?” Tanya dia dengan rasa putus asa. Mau men-skakmatt- malah diskakmatt sendiri.
“Jika saya, ya saya kembalikan ke Imam Syafi’i. Saya ikut beliau. Bagaimana beliau memahami ayat dan hadits ini, saya makmum.”
(Tulisan lama, sekitar tahun 2016)

No responses yet