Categories:

Oleh : Nurjakiah Rahmayanti (Mahasiswi UIN Syarif Hiayatullah Jakarta)

Filologi adalah salah satu nama matakuliah yang membahas tentang manuskrip atau naskah kuno yang dilestarikan sebagai tanda kecintaan terhadap karya tulis tangan dari nenek moyang atau orang terdahulu. Manuskrip dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai “Karangan seseorang yang belum diterbi    tkan, atau karangan hasil tulis tangan oleh seseorang dan bahan bahan berita yang siap untuk diset, atau sebuah rancangan”.

Dalam konteks Matakuliah Filologi Indonesia pada program studi Bahasa dan Sastra Arab ini membahas manuskrip yang menjadi sorotan utama adalah sebuah tulisan tangan yang dimana ini terdapat pada zaman dahulu dan masih berbahan lontar, bambu dan kertas Eropa. Namun pada saat ini sudah tidak jarang untuk kita dapatkan manuskrip atau naskah kuno, ini sudah banyak terdapat disekitar kita yaitu seperti di perpustakaan. Manuskrip ini sendiri juga tidak hanya menjelaskan tentang sastra, namun juga menjelaskan tentang agama, fiqih bahkan kehidupan didunia dan diakhirat.

Sama halnya dengan penemuan manuskrip yang akan dibahas pada artikel ini yaitu melakukan analisis tentang deskripsi manuskrip yang berjudul NASIHAH AL-MULUK sebagai Nasehat Sang Pencipta yang dimana naskah ini terdapat pada laman website http://khastara.perpusnas.go.id/ salah satu website yang menyediakan kumpuluan buku buku serta manuskrip dan menemukan buku atau naskah kuno yang terpercaya. manuskrip ini berisi 502 halaman dengan tulisan yang sangat jelas dan memiliki bahasa arab sebagai tulisannya sangat mudah untuk dimengerti. Manuskrip ini sangatlah luas pembahasannya dan akan memerlukan jangka waktu yang yang sangat lama untuk membahas tuntas satu kitab tentang Nasehat sang pencipta ini. Beberapa terdapat pembahasan menarik pada manuskrip ini yaitu terdapat nasehat dan peringatan sang pencipta kepada makhluknya.

Manuskrip ini berjudul Nasihat Sang Pencipta yang ditulis dalam bentuk yang jelas dan memiliki tulisan pegon jawa dibawah kata-perkatanya sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti akan manuskrip ini tanpa harus berfikir lebih keras untuk mengetahui maksud dan pembahasan pada manusrkrip ini. Manuskrip ini ditulis bertujuan untuk memberikan nasehat dan pengingat kepada makhluk terkhusus manusia dalam menjalankan kehidupannya didunia untuk bekalnya diakhirat kelak.

Pertukaran Jasad dan Ruh Dalam Dua Alam

Manuskrip Nasihah Al-Muluk ini merupakan suatu kitab yang diterbitkan sebagai kitab membahas tentang dunia dan akhirat beserta isinya. Ini merupakan kutipan sebagian dari Manuskrip yaitu pada halaman ke-30 yaitu bahwasanya Allah menciptakan manusia menjadi dua macam bentuk yaitu pertama dalam bentuk jasad dan kedua bentuk ruh. Jasad merupakan suatu alat atau tempat ruh itu tinggal dan ini merupakan saling menyempurnakan untuk membentuk manusia yang hidup dan berkehidupan. Jasad merupakan tempat bersemayamnya ruh dimana ruh yang ada pada jasad ini memiliki batas waktu yang telah ditentukan untuk tetap dalam jasad tersebut. Akhir dari ruh ini pada alam dunia yaitu dengan datangnya ajal yang menjemput ruh ini dan berpisah dengan jasadnya. Ketika ajal tersebut datang maka tidak akan ada penambahan waktu atau pengurangan waktu untuk ruh tersebut di dalam jasad. Maka jika sudah diperintahkan oleh Allah kepada malaikat untuk mencabut ruh pada jasad manusia tersebut maka tetap akan dicabut.

Ketika ajal telah tiba maka jasad dan ruh itu akan berpisah sesuai dengan waktu yang ditentukan. Akan tetapi pada saat jasad itu dimasukkan kedalam liang kubur maka ruh yang tadinya sudah dicabut akan dikembalikan lagi ke jasadnya sendiri yang tujuannya untuk menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Yaitu dua malaikat yang agung dan mulia akan menanyakan kepada si mayyit yang ada didalam kubur tersebut untuk menguji keimanan si mayyit selama hidup didunia. Kedua malaikat tersebut akan menanyakan seperti halnya “Siapakah Tuhanmu? Siapakah Nabimu?” dan lain sebagainya. Apabila si mayyit tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan dari kedua malaikat tersebut maka akan disiksa dan dihukum di dalam siksa kubur sampai datangnya hari kiamat.

Dan setelah datangnya hari kiamat seluruh manusia akan dikumpulkan kembali di padang mahsyar dan sudah berada dalam alam akhirat. Dan semua ruh dan jasad manusia yang dicabut akan kembali kepada jasad dan ruhnya masing-masing. Manusia dikumpulkan untuk menyaksikan hari perhitungan dan hari penimbangan hingga sampai pada penentuan apakah manusia itu layak untuk masuk surga atau masuk neraka. Seluruh manusia akan mendapatkan buku amalannya masing-masing selama hidup didunia, dan seluruh manusia akan menyaksikan kehidupannya selama didunia tanpa terlewatkan sedetik pun. Dan setelah menyaksikan video kehidupan tersebut maka akan tiba saatnya hari penimbangan amal, dimana manusia akan mengetahui berapa banyak pahala dan dosanya selama hidup didunia.

Selanjutnya setelah hari penimbangan amal manusia akan disuruh menyeberangi jembatan yang dinamakan jembatan Sirathalmustaqim. Sebuah jembatan pembatas antara surga dan neraka yang dibawahnya terdapat api neraka yang sangat panas. Jembatan ini akan dilewati oleh seluruh manusia dengan bentuk jembatan yang lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari pada pedang yang diasah. Bagi manusia yang berhasil melewati jembatan ini maka dapat dipastikan selama hidupnya banyak berbuat baik di jalan Allah maka ada surga di depan matanya siap untuk ditempatkan untuknya. Dan bagi yang susah dan tidak bisa melewati jembatan ini dipastikan bahwa selama hidup didunia dia berada pada jalan yang salah dan tidak pada jalan Allah dan akan terjun terjerumus kedalam api neraka sampai dosa dan siksaannya selesai dan dikembalikan kesurga. tapi tidak dengan kafir yang sama sekali tidak mengakui adanya Allah maka dia akan kekal di dalam neraka selama-lamanya.

Yang menarik pada manuskrip ini ialah mampu menjelaskan dengan baik secara detail dan terdapat referensi yang kuat dari manuskrip ini. Dengan banyaknya muncul pertanyaan terkait manuskrip ini mungkin penjelasan diatas memberi pengetahuan kepada masyarakat bahwa orang yang beriman dan tidak beriman kepada Allah akan mendapatkan ganjaran pahala atau dosa sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup didunia.

Maka dalam manuskrip ini adanya Nasehat dari sang Pencipta bahwa menjanjikan bagi siapapun manusia untuk berbuat baik dan berada pada jalan Allah akan dihadiahi surga dan yang tidak berada pada jalan Allah akan dihadiahi neraka baginya. Dengan adanya ini sebagai pengingat kepada kita bahwa masih ada waktu untuk memperbaiki segala yang buruk yang telah dilakukan untuk mencapai surganya Allah sang pencipta. Selagi jasad dan ruh masih bersatu dan belum terpisahkan maka ajal belum datang menjemput maka masih ada waktu untuk beribadah lebih dekat dengan Allah. Karena manusia melewati dua alam yang berbeda yaitu alam dunia dan alam akhirat yang dimana dunia hanya sementara dan akhirat lah yang kekal selamanya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *