Tangerang Selatan, jaringansantri.com – Kelas Literasi Santri yang diselenggarakan Jejaring Literasi Santri (JLS) mendapat sambutan meriah di Pesantren Takhassus Pamulang Tangerang Selatan, Rabu 21 Februari 2018.
Pesantren khusus putri ini menjadi pesantren pertama yang dikunjungi JLS dalam program road show pesantren dan madrsah Jabodetabek bersama Zainal Abidin (redaktur jaringansantri.com) dan A. Khoirul Anam (Redaktur Senior Nu Online). Mengangkat tema “Melejitkan Santri Menulis, Menyejukkan Bangsa”.

Zainal Abidin membuka dengan jargon “Siapa kita, Jawab : Santri! Literasi Santri, jawab : Salam Literasi !”
Kemudian ia menjelaskan apa itu kelas literasi santri. “Kelas-kelas menulis sebenarnya banyak dibuka di Ciputat. Tapi bedanya dengan kelas ini, ada pada kata santri,” ujarnya.
Kang Zain, sapaan akrabnya, mengatakan “Santri ini tidak bisa dilepaskan dari yang namanya pesantren, masjid dan pendidikan keagamaan. Inilah yang menjadi kelas ini khas. Bagaimana kita bisa menyiarkan tentang keilmuan santri pesantren dengan Islam rahmatan lil alaminnya.”
Menurut Kang Zain, dalam budaya tulis menulis, sebenarnya tidak asing bagi santri di pesantren. Mulai dari menulis catatan ketika ngaji kitab kuning sampai menulis diary. Santri juga memiliki tanggung jawab yang lebih dalam mewarnai Islam di dunia media sosial.
“Apalagi sekarang zaman teknologi, kita bisa memanfaatkan media sosial. Melalui menulis hal-hal positif dunia pesantren di status Facebook, twitter atau Instagram,” terangnya.
Kang Zain menilai, santri sudah saatnya menampilkan diri bahwa ia memiliki andil besar atas bangsa ini. “Melalui literasi, mari turut menyejukkan bangsa Indonesia,” tandas mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Sementara itu, A. Khoirul Anam yang juga mentor JLS ini menekankan pentingnya Gerakan santri menulis. Ia memaparkan sebuah data dari alexa bahwa Peringkat 20 besar dari website-website Islam, Nu Online adalah satunya-satunya website Islam moderat.
“Alhamdulillah mulai Februari NU Online menurut versi alexa adalah website keislaman nomer satu di Indonesia,” katanya disambut tepuk tangan meriah santri putri Pesantren Takhassus.
Alumni Pesantren Lirboyo ini mengatakan “saya bersama Kang Zainal Abidin dan tim JLS ingin menularkan atau menyemangati teman-teman untuk menulis. Intinya itu sebenarnya.”
Anam menjelaskan secara singkat perkembangan media. Mulai dari media cetak hingga website, khususnya media sosial. Ia kemudian mengajak santri untuk mengidentifikasi diri. Menulis jenis tulisan apa yang kita mampu lakukan.
Senada dengan Zainal Abidin, ia mengatakan “saatnya kita memproduksi tulisan sendiri dan kemudian menyebarkannya melalui medsos.”
Bentuknya seperti apa, Anam menjelaskan berbagai konten kreatif yang perlu diproduksi oleh para santri zaman Now. Kelas ini diakhiri dengan praktek menulis dan mempersilahkan santri untuk membacakan tulisannya di atas panggung.
Kelas Literasi Santri adalah program Jaringan Literasi Santri (JLS) di bawah lembaga Islam Nusantara Center (INC). Acara dilaksanakan bekerja sama dengan penebit Pustaka Compass. Pada Road show pertama ini, Ada dua lagi pesantren yang akan dikunjungi JLS. Antara lain PP. Madinatun Najah Ciputat Tangsel pada hari Jum’at 23 Februari dan PP. Asshiddiqiyah Jakarta Barat, pada hari Selasa 27 Februari 2018.(M.Anwar/Nizar).


Comments are closed