Gusdur pernah bercerita begini :
Setiap menjelang week end, keluarga cendana (Pak Harto dan keluarga) sering menghabiskan liburannya di daerah Puncak, Bogor. Keberangkatan pertama, Mbak Tutut lebih dulu pergi.Sesampainya di pintu pembayaran tol Ciawi, ia mengeluarkan uang 100ribuan. Saat akan dikembalikan, Mbak Tutut menolak seraya berkata : “Tak usah dikembalikan, biar buat tambahan uang dapurmu saja.”
“Waduh, terimakasih banyak atas kebaikan Mbak Tutut. Memang Mbak Tutut cantik juga dermawan.” Kata penjaga tol dengan senang hati.
“Siapa dulu dong..anak Presiden..” Komentar Mbak Tutut sambil melaju.
Tidak lama kemudian, Tommy menyusul. Ia pun membayar tol dengan mengeluarkan uang pecahan 50ribuan. Saat mau dikembalikan, Tommy pun menolak dengan halus.
“Biarin aja buat uang rokokmu..” jelas Tommy dengan senyuman khasnya.
Keruan saja penjaga tol senang betul. “Terima kasih Pak Tommy, Bapak baik hati sekali..” Tutur penjaga tol.
“Ah..biasa itu sih.. saya kan anak Presiden..” timpal Tommy Soeharto dengan bangga.
Setengah jam kemudian, muncul Pak Harto. Ia pun mencontohkan sebagai warga negara yang baik dengan membayar tol. Diserahkannya uang 20ribuan.
Beberapa saat Pak Harto terlihat menunggu, tidak langsung tancap gas. Lalu ia berkata kepada penjaga tol : “Mas, mana kembaliannya?”
“Lho, putra-putri Bapak saja tidak minta kembalian, kok Pak Presiden sendiri malah minta kembalian..?” tanya penjaga tol penasaran.
“Ooitu tho sebabnya..sini, kamu saya jelasken..kamu tahu tidak, siapa yang berangkat duluan tadi..?” tanya Pak Harto.
“Tahu Pak..Mbak Tutut dan Pak Tommy anak Bapak..” jawab penjaga tol.
“Ya itulah makanya mengapa mereka tidak minta kembalian, karena mereka anak Presiden. Sedangkan saya ini Cuma anak petani, tahu..? Cepat ! sini kembaliannya..!” bentak Pak Harto.
Penjaga tol : ????
#ingatbiographysoehartoanakpetani

No responses yet