“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d : 28)

Siapa di antara kita yang tidak ingin memiliki hati yang tenang? Penulis yakin, kita semua pasti ingin memiliki hati yang tenang. Ya, karena hati yang tenang akan menghadirkan kedamaian jiwa, ketentraman batin, kenyamanan serta kebahagiaan hidup.

Sebalik keadaan, hati yang gelisah akan membuat hidup terasa susah, pikiran pun tak tentu arah, hari-hari tak ada gairah, hanya menghadirkan amarah, bahkan sumpah serapah. Walhasil, hidup yang dijalani akan hambar tanpa makna.

Al-Qur’an, sebagaimana penulis sebutkan di awal tulisan ini, memberikan petunjuk bagaimana agar hati kita menjadi tenang. Hanya ada satu cara, yaitu dengan terus dan selalu mengingat Allah.

Dalam bahasa al-Qur’an, mengingat disebut dengan zikir. Makna lain dari kata zikir adalah menyebut. Dengan demikian, maka agar hati kita tenang, yang harus kita lakukan adalah mengingat dan menyebut nama Allah Swt.

Zikir dalam pengertiannya yang lebih luas adalah setiap aktivitas positif (amal saleh) yang membuat pelakunya semakin dekat kepada Allah. Menjalankan ibadah mahdhoh adalah zikir. Mencari ilmu adalah zikir, bekerja mencari nafkah yang halal adalah zikir, berdakwah adalah zikir, menulis buku yang bermanfaat adalah zikir, berbakti kepada kedua orang tua adalah zikir, menolong sesama adalah zikir, dan seluruh aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah adalah zikir.

Bisa dipastikan orang-orang yang selalu menjaga zikirnya, dengan tetap dan terus istikamah melakukan aktivitas positif (amal saleh), akan merasakan ketenangan hati, ketenteraman batin, kedamaian jiwa. Hal ini dimungkinkan, karena kebaikan atau amal saleh akan menghadirkan ketenangan. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad Saw., “Kebaikan adalah apa yang membuat hatimu tenang.”

Orang-orang yang melazimkan zikir, akan mendapat curahan kasih sayang Allah Swt., sehingga hatinya selalu diliputi kedamaian, jiwanya selalu dipenuhi ketenangan.

Ketika hati damai, jiwa tenang, maka hidup akan terasa indah dan nikmat. Hidup yang indah dan nikmat ini akan menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *