Alhamdulillah malam ini kami diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan haul ulama besar Mufti Kesultanan Kadriah, Pontianak, Syekh Mahmud bin Syekh Abdul Hamid Asy-Syarwani.

Ayah beliau, Syekh Abdul Hamid Asy-Syarwani adalah murid Syaikhul Azhar Ibrahim Al-Bajuri. Di Makkah beliau semasa dengan Mufti Syafi’iyah, Syekh Ahmad Zaini Dahlan. Keduanya adalah guru Syaikhona Kholil Bangkalan dan Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari.

Syekh Abdul Hamid Asy-Syarwani ini mengarang Hasyiah Tuhfah Imam Ibnu Hajar. Belum saya jumpai pesantren yang mengkaji kitab Tuhfah (yang di dalamnya ada Hawasyi Syarwani) kecuali Pesantren di Aceh yang dibaca dan baru bisa dikhatamkan selama 17 tahun oleh Tgk H Hasanoel Bashri, Abu Mudi ayahanda Ust Aby Zahrul.

Syekh Mahmud meninggalkan kota Makkah menuju ke Pontianak dan menjadi Mufti, penasehat kesultanan Al-Kadriyah Pontianak. Putri beliau bernama Syekhah Jamilah dinikah oleh salah satu Sultan Pontianak dan makamnya terdapat di area makam Batu Layang.

Sementara Syekh Mahmud berada di area makam kesultanan Pontianak lainnya, di Komplek Pemakaman Pangeran Bendahara Kampung Melayu Jl. Tanjung Pura (Gang Meliau). Namun saat ini pemakaman tersebut menjadi pemakaman umum dan dulunya makam Syekh Mahmud memiliki tenda, tetapi sudah roboh dimakan usia. In sya Allah para Zuriyah Syekh Syarwani akan merenovasi Makam tersebut layaknya makam ulama besar.

Foto yang memakai songkok adalah Cicit Syekh Mahmud, bernama Syekh Faisal Syarwani. Beliau bercerita dahulu saat ziarah ke makam tersebut bersama orang tuanya selalu diceritakan bahwa Syekh Mahmud adalah ulama besar di masanya. Hanya beliau dan sepupunya, Syekh Utsman, yang tahu dari para leluhurnya bahwa makam tersebut benar-benar tempat berbaringnya ulama besar Mufti Kesultanan Kadriah.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *