Oleh: Rino Alfin Muhammad (Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta)
Memiliki hewan peliharaan merupakan kesenangan tersendiri bagi setiap orang. Dengan tingkah lucu dan anehnya, mereka dapat menghibur kita saat kita sedang penat karena pekerjaan yang sedang menunggu kita dikantor maupun diruang kerja. Hewan peliharaan merupakan teman bagi kita yang menyukai hewan, tapi bisa juga sebagai musuh bagi mereka yang tidak suka dengan hewan.
Bagi mereka yang tidak suka dengan hewan, hewan peliharaan merupakan hewan yang sangat menggangu dan perlu disingkirkan sejauh- jauh nya. Tetapi, bagi orang yang sangat menyukai hewan, mereka merupakan sahabat dan juga penghibur majikannya.
Kucing merupakan hewan kesayangan banyak orang. Kucing bisa menjadi peliharaan yang setia dan menggemaskan. Dalam Islam, kucing termasuk hewan yang istimewa. Nabi Muhammad SAW bahkan memiliki kucing yang sangat disayanginya, bernama Muezza.
Kucing juga termasuk hewan yang suci dan jauh dari najis. Ini membuat hewan satu ini begitu dihormati dalam Islam. Sebagai hewan kesayangan Rasulullah, kucing bahkan masuk dalam hadis-hadis. Kucing bahkan hadir dalam berbagai perjalanan peradaban Islam. Hingga kini kucing menjadi hewan yang paling dikasihi umat Islam.
Keistimewaan kucing dalam Islam dapat dilihat dari hadis Nabi dan peninggalan-peninggalan Islam. Dalam tradisi Islam, kucing dikagumi karena kebersihannya. Mereka dianggap bersih secara ritual, dan dengan demikian diizinkan masuk ke rumah dan bahkan masjid, termasuk Masjid al-Haram.
Bersihnya kucing juga tertuang dalam hadis. Hadis ini menjelaskan tentang kesucian kucing sebagai hewan peliharaan. Ada sebuah hadist dari Abu Qotadah, Nabi SAW bersabda:
“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing ialah hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.” (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik.)
Bahkan Rasulullah saking senang dan sayang dengan kucing. Beliau pernah membiarkan seekor kucing menyelesaikan menikmati minumnya di bejana yang berisi air padahal beliau hendak berwudhu.
Kecuali jika kucing tersebut terlihat ada darah, air kencingnya, kotoran (BAB) dan sebagainya, maka jadi najis. Imam Nawawi pun menjelaskan:
“Jika kucing ini pergi kemudian datang dan meminum air, maka kita yakin bahwa air tersebut adalah suci dan kita meragukan najisnya mulut kucing, maka sisa air yang dijilat oleh kucing tersebut tidak najis. (Kecuali) bila kucing yang mulutnya masih ada darahnya tadi tidak pergi dan menjilat air maka dihukumi najis secara pasti.” (Al-Majmu’ 1/171).
Kucing juga termasuk hewan yang suci, ini tertuang dalam hadis :
“Kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu”. (HR Muslim).
Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air lirnya adalah suci. Air liurnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia. (HR Malik).
Oleh karena itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengatakan bahwa memiliki hewan peliharaan sangat dianjurkan karena memiliki sangat banyak manfaat, diantaranya :
- Membantu manusia dalam bergerak aktif, hal ini dapat dipraktikan langsung saat kita memberi makan peliharaan atau mengajak mereka bermain.
- Meningkatkan sistem imun tubuh, banyak yang beranggapan bahwa hewan peliharaan dapat membawa penyakit atau virus. Padahal tidak loh, jika kita memberinya vaksin rutin. Bahkan hewan peliharaan sangat baik untuk balita, balita akan kebal dengan penyakit ISPA.
- Meredakan Stress dan menyenangkan hati, hal ini dapat terlihat saat kita bermain dengan hewan peliharaan kesayangan kita, saat kita bermain hormone dopamine dan serotonin dapat meningkat sehingga suasana hati kita lebih nyaman.
- Sebagai teman berinteraksi, walaupun kita tidak mengerti dengan bahasanya tetapi kita akan tetap berinteraksi dengan peliharaan kita. Hal ini sangat baik untuk anak kecil untuk mencegah autism yang terjadi pada anak usia dini.
- Menghilangkan pikiran negatif, jika kita sedang melamun maka akan banyak pikiran negatif yang datang kepada kita. Tetapi berbeda saat kita memiliki teman seperti hewan peliharaan, kita akan bermain dan mengurusnya sehingga tidak ada waktu untuk melamun.
Hal tersebut diungkapkan langsung salah satu Dokter Psikis pada konferensi pers hewan peliharaan yang diadakan di Jakarta pada 2017 lalu.
Sekarang saatnya ubah mindset kita tentang hewan peliharaan yang merepotkan dan membawa penyakit bagi kita menjadi hewan peliharaan merupakan obat saat stress dan mampu menjadi teman yang baik bagi kita jika kita merawatnya dengan baik dan penuh dengan cinta.
Mereka akan melakukan hal yang sama kepada kita sebagai majikan nya. Jadi jika kita memperlakukan mereka dengan kasar, mereka akan melakukan kita juga dengan kasar dan tidak nurut., begitu juga sebaliknya. Jadikan mereka sebagai teman yang baik, sayangi mereka dan rawat mereka dengan baik maka mereka akan menjadi sahabat kita, bahkan lebih dari itu.

No responses yet