Categories:

Oleh: Alya Kamila Ramadhani (Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta)

Satu tahun lebih Indonesia di landa virus covid 19. Seluruh masyarakat dianjurkan untuk belajar, bekerja dan beraktivitas didalam rumah. Tentu saja masyarakat dari usia muda hingga dewasa mencari aktivitas untuk mengisi waktu luang agar tidak membosankan. Mulai dari olahraga, menata ulang isi rumah, membaca buku, menonton film dan sebagainya.  Yang paling banyak dijadikan perbincangan dan trending di media sosial yaitu Serial drama Korea. Korea selatan memang sejak dulu tekenal dengan serial drama nya yang menarik dan seru. Di masa pandemi ini masyarakat semakin menggemari menonton serial drama Korea ini dari semua kalangan. mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun lanjut usia. Karena seringnya menonton serial drama korea ini, beberapa masyarakat juga mengikuti trend, bahasa, dan budaya dari drama yang ditonton. Tidak luput juga menyanyikan lagu yang berasal dari Negara tersebut. Lalu apa sih pendapat para ulama dan sudut pandang islam tentang drama Korea.

Menurut Kridalaksana film adalah media massa yang memiliki sifat audio visual, yang bisa mencapai halayak banyak. Film juga sebagai sarana media komunikasi massa. Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia, drama adalah cerita (sandiwara, film) yang mengharukan; kejadian yang menyedihkan; lakon (komedi, tragedy, dan sebagainya) yang dipentaskan; disandiwarakan. Serial drama Korea sendiri memiliki berbagai macam genre yang menarik seperti horror, comedy, romance, thriller, melodrama, fantasy dan sebagainya. Tidak heran memiliki banyak sekali penonton setia.

Para sutradara para umumnya membuat serial drama Korea ini dengan tujuan memberikan hiburan yang menarik kepada penontonnya. Namun ada beberapa drama atau film yang menyudutkan islam, maka drama atau film tersebut mendapatkan kritik dan peringatan keras dari para ulama-ulama islam. Dipastikan haram jika menikmati film atau drama tersebut. Jika disaksikan orang islam yang tidak paham syariat dan sejarah, maka akan terjadi melemahnya akidah. 

Dalam sebuah ceramah Ustadz Abdul Somad menjawab pertanyaan perihal nonton film atau drama Korea, Ustadz Abdul Somad menyarankan untuk menonton tontonan lain selain drama Korea yang layak dinikmati. Ia juga menghimbau jangan suka menonton film atau drama Korea yang diperankan orang kafir, lebih baik mendengarkan bacaan Al-Quran daripada menyaksikan tontonan yang tidak ada manfaatnya. “Jangan ditonton lagi itu sinetron Korea, rusak. Nanti pas sakaratul maut datang dia ramai-ramai. Apa yang sering kita dengar, apa yang sering kita tengok, akan dating saat sakaratul maut.” tegas Ustadz Abdul Somad.

Syaikh Yusuf Qardhawi menyarankan untuk tidak melihat tontonan yang tidak layak seperti berhubungan sebelum menikah (pacaran), mengandung unsur-unsur budaya, dan kebiasaan yang bertentangan dengan akidah Islam yang hampir semuanya ada dalam film atau drama Korea.

Menonton film ataupun drama Korea sebenarnya boleh saja. Karena tidak ada dalil khusus yang mengharamkannya dan tujuannya merupakan mencari hiburan semata. Menonton film atau drama Korea juga jangan berlebihan hingga melupakan kewajiban dan mengambil hal yang baiknya saja, karena setiap film atau drama Korea juga terdapat pesan moral yang baik yang terkandung didalamnya. Jika menonton acara yang baik maka tidak masalah, akan tetapi jika yang ditonton adalah sesuatu yang buruk seperti mencontohkan prilaku tercela menjadi sesuatu yang biasa, mengajarkan berpacaran atau adegan dewasa, penggunaan obat-obatan atau minum-minuman keras, penyumbatan akhlak  dan mental itu tidak dibenarkan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *