Terpenting, dari apa yang engkau butuhkan adalah akhlak mulia, karakter dan perilaku yang tepat benar; kau harus mengidentifikasi bagian dirimu yang buruk dan menghilangkan keburukan itu. Hubunganmu dengan siapapun harus berdasarkan akhlak mulia – yang disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan tipe kebutuhan tiap orang.
Barangsiapa yang menolak satu poin dari akhlak mulia, itu berarti dia masih memiliki karakter buruk. Setiap manusia diciptakan berbeda satu dengan lainnya. Level tiap orang berbeda. Karakter dan perilaku baik juga memiliki level yang berbeda. Perilaku bukanlah sebuah bentuk. Bukan juga dijalankan dalam cara yang sama pada setiap keadaan kepada setiap orang. Berperilakulah sesuai situasi dan kondisi, dan sesuai tipe kebutuhan orang dalam hubunganmu dengan seseorang atau kelompok. Indikator/ aturan perilaku baik itu adalah jika perilaku itu membawa kepada jalan keselamatan, kebenaran, kenyamanan, kedamaian, ketenangan, memberikan perlindungan, tiada menyakitkan lahir bathin dan tiada menimbulkan kesengsaraan bagi orang lain, bagi diri pribadi, dan sebisa mungkin bagi banyak orang, dimana dilakukan semata mengharapkan keridhoan Allah.
Bukankah manusia merupakan pelayan-Nya? Tiada sedikitpun bagian dari kehidupannya yang tidak bertujuankan Allah. Allah Satu-satunya Yang membatasinya. Kehendaknya, kebebasan pilihannya, dan takdirnya tertulis di dahinya, dimana Tangan Sang Kuasa berada di atas segala kehendak dan perilakunya. Allah lah tempat segala sesuatunya bergantung.
Hadits Nabi Muhammad saw., “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat shaleh maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak mencintai orang-orang yang zalim. “ (TQS.42:40)

No responses yet