Oleh : Indri Prasetiani (mahasiswi ITB Ahmad Dahlan Jakarta)

Menurut Muadilah Hs. Bunganegara, dalam jurnal Pemaknaan shalawat; Pandangan Majelis Dzikir Haqqul Yaqin (vol 9, tahun 2018) menjelaskan bahwa shalawat berasal dari kata al-shalat, dan digunakan dalam bentuk jamak. Secara bahasa, ada yang mengartikan do’a, pujian, atau renungan. Kemudian para ahli epistimologi memberikan definisi shalawat sebagai penghormatan atau sanjungan kepada Nabi Muhammad Saw.

Allah Swt mengajurkan para malaikat dan umat islam untuk bershalawat kepada Nabi Saw. Sebagaimana Firman Allah Swt:

    إنّ الّله وملائكته يصلّون على النّبيّ ياٲيّها الّذين ٱمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليماً

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat untuk Nabi Saw. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Q.S al-Ahzab/33: 56).

                Dari ayat di atas, sudah jelas bahwa Allah Swt menganjurkan kita sebagai umat islam agar selalu senantiasa bershalawat kepada Nabi Saw. Sebagaimana menurut Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa diperintahkannya shalawat sebagai tuntutan Allah Swt terhadap apa yang diberitahukan-Nya sebagai pujian kepada Rasullah Saw untuk menampakkan dan mendekatkan diri kepada Nabi Saw.

Sebab-sebab kita bershalawat kepada Nabi Saw

Pertama, Allah Swt sendiri yang telah meninggikan nama Nabi Saw di samping Asma Allah Swt. Sebagaimana Firman Allah Swt.

  ورفعنالك ذكرك

Artinya: “Kami meninggikan bagimu sebutan (nama)-mu.” (Q.S Al-insyirah/94: 4).

Kedua, Rasul Saw sebagai rahmatan lil ‘aalamin (rahmat semesta alam). Sebagaimana Firman Allah Swt.

وما ارسلنا  إلاّ رحمةً للعلمين

Artinya: “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat semsesta alam.” (Q.S Al-anbiya/21: 107).

Ketiga, keaguangan akhlak Nabi Saw yang dianugerahkan dari Allah Swt. Sebagaimana Firman Allah Swt.

  وإنّك لعلى خلقٍ عظيم

Artinya: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) memiliki akhlak yang mulia.” (Q.S Al-Qalam/68: 4).

                Dari ketiga sebab di atas, sudah sepatutnya kita sebagai umat islam untuk selalu bershalawat kepada Nabi Saw. Banyak sekali keutamaan yang di dapatkan apabila kita selalu terus bershlawat kepada Nabi saw. Apa saja ya itu? Mari kita lihat di bawah ini.

Pertama, shalawat dapat mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya, dan para rahmat Tuhannya. Seseorang yang sering bershalawat kepada Nabi Saw, maka sering pula orang tersebut menyebut Asma Allah Swt. Ini sama saja berarti orang tersebut menambah mahabbahnya kepada Allah swt, karena selalu ingat dengan Tuhannya.

Kedua, ketika kita hanya satu kali bacaan shalawat kepada Nabi Saw, Allah Swt akan membalasnya dnegan sepuluh kali pahalanya. Ketiga, shalawat dapat menutupi kesalahan yang telah diperbuat dan dapat mengangkat derajat orang yang membacanya. Keempat, shalawat dapat mengampuni dosa seseorang. Kelima, shalawat juga dapat memenuhi kebutuhan dunia dan di akhirat.

Shalawat bisa mengabulkan hajat atau keinginan seseorang

Shalawat juga bisa sebagai pengabul keinginan apabila kita terus bershalawat kepada Nabi Saw, kok bisa ya? Sebagai pengabul keinginan kita, bagaimana caranya? Sepertinya pertanyaan ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita bukan? Mempercayakan suatu amalan yang terdengar mustahil akan terwujud bagi kaum awam dengan cara cukup bershalawat saja kepada Rasulullah Saw. Memang, sudah banyak orang yang berhasil mengamalkannya termasuk saya sendiri, dengan mendapatkan apa yang diinginkan. Bahkan, ada yang dikasih lebih dari apa yang diharapkan dan tentunya ada juga yang belum mendapatkan apa-apa.

                Tetapi, tidak sedikit yang mempertanyakan hal ini kepada saya “Loh kok shalawat dijadikan sebagai urusan dunia si? Shalawat itu digunakan untuk semata-mata kita beribadah kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.” Jika kita bertawasul melalui orang yang saleh atau wali Allah Swt, maka doa dan keinginan kita akan cepat terkabul. Begitupun, dengan kita bertawasul kepada Rasulullah Swt yang merupakan kekasihnya Allah Swt.

                Tasawul sendiri memiliki arti segala hal yang dapat menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu. Tak jarang juga ada yang menganggap tasawul sebagai ibadah syirik. Perlu diketahui, tawasul yang memiliki makna syirik merupakan tawasul dengan cara meminta pertolongan, berupa kesembuhan seseorang selain kepada Allah Swt. Maka tasawul dengan cara ini merupakan syirik yang paling besar yang tidak disukai Allah Swt.

                Pada suatu hari, saya pergi ke tempat kajian yang tak jauh dari rumah saya. Ketika sedang mendengarkan ceramah mengenai hebatnya bershalawat kepada Nabi Saw yang disampaikan oleh penceramah di sana saya mendengar “Jika kamu meniatkan impian kamu, cobalah selingi dengan bershalawat dan tak lupa berdoa agar impian kalian cepat terwujud.”

                Dan saat setelah saya mendengar perkataan tersebut, saya coba mengamalkannya dengan impian saya ingin membeli laptop untuk mengerjakan tugas sekolah dan digunakan untuk kuliah nanti. Lalu saya, mencoba untuk mengunduh foto yang menggambarkan laptop yang saya inginkan dan diletakkan di wallpaper handphone saya. Jadi setiap saya membuka handphone, saya senantiasa bershalawat dan berdoa agar impian saya cepat terwujud.

                Sedikit pesimis, kenapa yang saya inginkan tak kunjung terkabul dan sedikit mengeluh “Sia-sia dong sudah baca shalawat setiap hari, tetapi hasilnya tidak ada.” Dan di sini saya paham bahwa Allah Swt ingin melihat kita bershalawat bukan untuk di dunia saja, tetapi shalawat dengan niat yang tulus kepada Allah Swt dengan mengharapkan pahala dan syafaatnya Nabi Saw di akhirat kelak.

                Setalah saya mengubah niat saya, untuk bershalawat dengan niat yang tulus. Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 1 tahun. Qodarullah Allah Swt, mengabulkan keinginan saya melalui kakak saya dengan mengajak ke store laptop dan saya boleh memilih laptop apa yang saya suka. Saat peristiwa itu, saya yakin bahwa Allah Swt memang mendengar do’a kita dan akan memberikannya di waktu yang tepat.

                Dengan adanya peristiwa yang sudah saya alami tersebut, saya mengajak umat islam untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Saw. Karena banyak sekali fadhilahnya yang bisa kita dapatkan baik di dunia maupun diakhirat. Di dunia kita bisa mewujudkan apa yang kita inginkan, dan di akhirat kita dapat pahala. Mudah banget kan? Dengan kita hanya bershalawat saja kita bisa mendapatkan kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *