Sudah di jawab jauh – jauh hari oleh pelaksana pertama peringatan tersebut, ialah Sayidil Imam Khalifah Khairil anam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, dalam bait Syair Qasidahnya Habib Ali menjelaskan dihadapan para jamaah yang hadir pada waktu itu, didalam peringatan Maulid Akhir Khamis di masanya

يا حضرين اسمعواقولي وشلوالذنوب

من بعدذااليوم مولاناعلينايتوب

يغفرزللناويميحوكل وزروحوب

وقفه تقع ماكماهافي بلادالسلوب

يحضربهاالمصطفی واله واهل الغيوب

Syair ini sering di terangkan di setiap acara Maulid Akhir Khamis, dan lebih jelasnya, tanyakanlah pada para Ulama dan guru kita masing – masing

Maulid Akhir Khamis itu sendiri, pernah terhenti atas permintaan pemerintah di masa Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, dan bil isyarah Rosululloh SAW, maka di tunjuklah Murid tertunya yaitu Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, untuk membuat Maulid tersebut, oleh Habib Muhammad bin Idrus dipililah pulau Jawa, pada saat itu diadakan pertamakali di daerah Jatiwangi Cirebon, lalu berpindah ke kota Bogor, karna mendapat tekanan akhirnya di pindah ke Surabaya tepatnya di Masjid Ampel

Pada peringatan Maulid Akhir Khamis tahun 1919 M, yang diadakan di Masjid Ampel Surabaya, Al Habib Muhammad bin Idrus mendapatkan Isyarah dari Al Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi, agar Maulid Akhir Khamis di serahkan kepada Al Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi Kwitang, yang memang pada saat itu Al Habib Ali Kwitang datang didaulat oleh Habib Muhammad bin Idrus untuk menyampaikan Tasawir / ceramahnya dihadapan yang hadir, dan setelah itu diberikan mandat Maulid Akhir Khamis kepadanya

Setelah di berikan mandat, Al Habib Ali bermimpi bertemu dengan Rasululloh ( di satu riwayat di sebutkan bertemu dalam keadaan jaga ) saat itu Rasululloh menegaskan akan mandat tersebut kepada Habib Ali, agar bisa lebih bersemangat mengadakannya nanti

Pada tahun 1919 M, Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, pada perayaan Maulid Akhir Khamis di Masjid Ampel Surabaya, memberikan mandat kepada Habib Ali Alhabsyi Kwitang, untuk menyelenggarakan Maulid tersebut di tahun yang akan datang

Pada tahun 1920 M, Habib Ali Alhabsyi Kwitang, mengadakannya secara resmi di jalan raya depan Masjid Al Makmur Tanah Abang, puluhan ribu pada saat itu yang hadir, dan pada tahun 1921 M baru diadakan di depan Jamiyatul Khair yang tidak jauh dari tempat sebelumnya. Perayaan itu mendapat perhatian besar dari kaum Muslimin dan Muslimat yang beribu – ribu datang menghadirinya, di bantu oleh keluarga Babheir dan keluarga Djawas, perayaan itu dapat berlangsung dengan baik. Hadir pada saat itu para tokoh Habaib dan Ulama diantaranya, Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdor, Habib Abdulloh bin Muchsin Al Athas serta banyak lagi yang lainnya

Dan di tahun 1921 M, atas permintaan Habib Abubakar bin Sahab, Habib Abubakar Alhabsyi dan Habib Abubakar Al Athas, perayaan Maulid di alihkan didepan Jamiyatul Khair yang masih tidak jauh dari Masjid Al Makmur Tanabang, dan pada masa itu mulai di syiarkan melalui radio yang dapat ditangkap bagi setiap orang yang memiliki alat radionya di rumahnya masing-masing

Tahun 1937 M, Maulid Akhir Khamis di alihkan perayaannya di Masjid Kwitang, dimana pada saat itu masjid tersebut baru saja selesai di perluas oleh Habib Ali, perayaan itu dihadiri lebih dari 10 ribu orang, yang datang dari dalam dan luar kota

Pada tahun 1974 M, perayaan Maulid di alihkan di Majlis Ta’lim Al Habib Ali Alhabsyi / gedung Islamic Center Indonesia, karna mengingat makin tahun makin bertambah jamaahnya yang menghadiri acara tersebut

Dan pada tahun 2019 M, Maulid Akhir Khamis masuk pada tahun ke 99 tahun, diadakan di tanah Betawi / Jakarta, dilaksanakan pada hari Kamis Awal Ashar, tgl 21 November 2019 M dan insyaallah tahun ini ( 2020 M ) memasuki tahun ke 100 / 1 abad.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *