Peran Nahdlatul Ulama (NU) yang moderat, memiliki peran penting untuk melakukan edukasi dan kontra narasi terhadap propaganda kelompok radikal. Media ini menjadi sangat strategis dalam mempromosikan nilai Islam rahmatan lil alamin, Islam yang sejuk, NKRI, Pancasila, dan Binneka Tunggal Ika. Karenanya media moderat harus berbagi peran dengan cara mengetahui peta narasi radikalisme baik kekuatan maupun kelemahanya. 

Prinsip nahdlatul ulama dan islam nusantara khususnya yang menjunjung tinggi  nilai-nilai semacam moderat, toleran, dan selalu memperkuat tiga ukhuwah (persaudaraan) yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), dan puncaknya yakni ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia).menjadi amunisi yang cukup kuat untuk berperan menjadi bagian dari “Mediation” yang mampu untuk menjadi penengah dalam suatu sengketa atau konflik. Walaupun islam nusantara ini tidak disengaja menjadi mediator, tapi dengan berbagai macam ajarannya, yang mengutamakan nilai-nilai perdamaian, kerendahan hati, toleransi dan penghormatan akan budaya budaya lokal, maka menjadi salah satu  opsi medium yang berkompetensi untuk resolusi konflik transnasional berbasis agama di indonesia. Islam nusantara sebagai “mediator” ini dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus diantara mereka yang berkonflik, menjernihkan dan memperjelas masalah dalam sengketa serta melapangkan jalan untuk menyelesaikan bervagai masalah sengketa dalam konflik.

Konflik transnasional berbasis agama banyak yang terkonsentrasi untuk menghentikan pola budaya yang berjalan beriringan dengan agama. Sedangkan islam nusantara dan nahdalatul ulama pada umumnya, sangat menghormati dan menjunjung tinggi budaya yang malah tidak bertentangan dengan agama, malahan juga sejalan dengan konsep agama. Sedangkan Nahdlatul agama yang merupakan inisiator islam nusantara sendiri melihat budaya jika memang sesuai dengan ajaran agama Islam, maka otomatis diterima, sedangkan apabila budaya tersebut tidak sesuai dengan ajaran islam, maka tidak langsung ditolak, namun disaring dulu, dimana yang tidak sesuai, lalu kemudian ajaran budaya tersebut dimurnikan dahulu agar sesuai dengan ajaran Agama Islam, baru diterapkan di masyarakat. hal ini menandakan ajaran islam nusantara tidak anti pada budaya, namun menghormati sisi budaya yang sudah diajarkan leluhur bangsa indonesia dan meubahnya pada budaya yang sesuai dengan agama islam sendiri.  

Salah satu aspek khas yang dimiliki Islam Nusantara dalam hal ini adalah menekankan prinsip Rahmatan lil Alamin (rahmat bagi semesta alam) sebagai nilai penting dalam Islam, yang terus memajukan perdamaian, toleransi, dan rasa saling hormat-menghormati sesama umat manusia.

Islam nusantara dengan berbagai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dari berbagai ramuan ajarannya yang diajarkan para kiai sepuh kita semua yang memiliki kapabilitas sangat mumpuni dinilai mampu menjadi banyak resolusi konflik atas permasalahan trans nasional berbasis agama yang ada.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *