Categories:

Oleh: M. Iqbal Muzakki

Maha suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (Al-Isra’:1)

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ini telah meniscayakan akan adanya hikmah yang sangat luar biasa. Dalam satu peristiwa agung tersebut, berbagai hikmah dan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT telah diperlihatkan-Nya. Tentu diluar kuasa manusia, menghitung ayat-ayat-Nya yang tak pernah purna. 

Sudah menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidup umat Islam ialah, menelaah kembali hikmah dan ibrah atas peristiwa bersejarah yang pernah terukir dimasanya ini. Menelaah, dengan niat yang tulus akan meneladani apa saja yang terkandung didalamnya. Bertekad, dengan sekuat tenaga akan berusaha menanamkan kembali ghirah Islam serta mahabbah Allah SWT dan rasul-Nya.

Isra’ Mi’raj merupakan mukjizat nabi Muhammad Saw yang paling fenomenal setelah Al-Qur’an. Selain mukjizat tersebut menjadi keistimewaan khusus bagi Nabi Muhammad Saw, oleh Allah SWT, manfaat dan faedahnya juga diperuntukkan kepada umatnya. Hal ini bisa kita lihat dalam kitab-kitab ulama salaf. Diantara faedah yang paling jelas ialah perihal mengimani hal yang tidak kasat mata (gaib), hukum syariat Islam, datangnya kabar gembira untuk orang yang taat, dan peringatan bagi pelaku maksiat.

Semua hal yang disaksikan oleh Nabi Muhammad Saw menjadi bukti konkret yang tak terbantahkan. Setelah menyaksikan langsung amal perbuatan manusia yang berakhir di surga dan neraka, beliau lantas menceritakan kembali kepada umatnya. Sesuai misi risalah yang diembannya, beliau segera membimbing, memandu, dan memberikan aba-aba agar manusia dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah SWT.

Dari peristiwa ini, keyakinan umat Islam akan risalah Nabi Muhammad Saw diharapkan dapat bertambah kuat. Semakin kukuh dalam berpegang teguh kepada petunjuk dan sunahnya. Sehingga umat Islam berhasil meraih kebahagiaan hakiki yaitu keridhaan Allah SWT. Bagaimanapun Ridha Allah SWT merupakan tujuan utama dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Problematika yang dihadapi umat Islam maupun masalah lain yang sifatnya personal akan mampu terurai apabila kita mampu merealisasikan nilai-nilai penting yang kita dapatkan dari peristiwa isra’ Mi’raj ini. 

Dalam salah satu khutbahnya, Syekh Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi menyampaikan:

فإني أجزم أيها الأخوة، أن المسلمين لو صدقوا في احتفالهم بهذه الذكرى المباركة من منطلق استرضاء الله سبحانه وتعالى، وانطلاقاً من تحققهم بما أمرهم الله سبحانه وتعالى وكلفهم به، لكان ذلك كافياً وحده لأن يجمع شمل هذه الأمة من شتات، وأن يؤلف بين أفرادها وجماعاتها وأن يعيدها مرةً أخرى إلى صراط الله سبحانه وتعالى الواحد والموحد. 

“Saya yakin, seandainya umat Islam bersungguh-sungguh mengimplementasikan ibrah yang didapatkan dari acara (Isra ‘Mi’raj), dengan berupaya mencari keridhaan Allah SWT serta mewujudkan apa saja yang menjadi ketentuan-Nya, niscaya Allah akan kembali mempersatukan dan mengharmoniskan ketercerai-beraian umat ini (membukakan pintu kemudahan).” 

Wallahu a’lam.

Referensi:

[1] Mausu’ah al-Minbariyah, kumpulan khutbah Syekh Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi.

[2] Kitab Isra’ Mi’raj, Syekh Suhail Khatib al-Hasani.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *