Dua tokoh ulama : Harun Yahya dan Rizieq Syihab menutup akhir tahun dengan sangat buruk— keduanya terancam divonis kurungan bui atas kealpaan dan hasrat buruk. Harun Yahya diancam kurungan bui 1.075 tahun. Rizieq Syihab 10 tahun. Sesuatu yang sangat menyedihkan. 

*^^^^*

Benarkah agama kerap diperalat sang tokoh untuk hasrat buruk dan egoisme sang tokoh? Bagaimana jika sang tokoh merasa menjadi pemilik atas agama lantas berhak melakukan apapun atas agama yang merasa menjadi miliknya ?

Ini problem besar, rumit dan akut. Tidak mudah memisahkan rigid antara agama dan sang tokoh. Keduanya ibarat mata uang.  Kelas agama begitu dominan. Beda ulama dan umat begitu kental. (Taklid) mengikut membabi buta terhadap sang tokoh kerap menjadi bahan olok. Agama berubah menjadi candu —kritik Marx yang geram atas perilaku otoritas gereja di Eropa saat itu.

Islam tidak mengenal kerahiban Mungkin itu salah satu ikhtiar untuk mencegah monopoli persoon atas agama. Bahwa Islam tampil sebagai agama publik yang membedakan dengan Kesten, Katholik, Budha, Hindhu dan agama -agama besar lainnya meski secara substantif tidak dipungkiri kerahiban juga masih dipraktikkan. 

*^^^*

Harun Yahya salah seorang cendekiawan paling berpengaruh diancam kurungan selama 1075 tahun oleh otoritas pemerintah Turki.  Hukuman penjara 1.075 tahun untuk Adnan Oktar alias Harun Yahya ternyata bukan yang terlama di dunia. 

Pria Turki itu dinyatakan bersalah atas skandal seks, memimpin geng kriminal. pemerkosaan, pemerasan, penipuan, spionase politik dan militer, serta penyiksaan.

Inilah skandal memalukan meski bukan yang pertama — agama kerap dizalimi sebab diperalat untuk hasrat buruk sang tokoh. Meski banyak yang berpikir kebalik: ulama yang dizalimi padahal sebaliknya agama yang dizalimi. 

*^^^*

Bukan Islam yang perlu dibela tapi umatnya — bukan Islam yang perlu dipersatukan tapi umatnya — tapi kerap kali justru Islam yang dijadikan taruhan atas hasrat buruk sang tokoh agar terlihat membela dan menyatukan, padahal sebaliknja. Pada akhirnya hanya Tuhan yang maha tahu semua isi hati dan setiap kita akan dibalas sesuai dengan niat yang ada di dalam dada. Wallahu taala a’lam

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *