_”Jangan takjub atas perbuatan seseorang sehingga kalian melihat dengan apa ia dimatikan.”_

HR. Al-Thabrani 

Dalam memandang sesuatu hendaknya berlaku adil. Termasuk ketika melihat orang melakukan kebaikan atau sedang melakukan keburukan. Jangan terlalu heran dan  memuji berlebihan pada orang yang sedang melakukan kebaikan. Maupun sebaliknya dengan enteng mencela orang yang sedang melakukan keburukan. Pandanglah sesuatu secara proporsional. 

Meski tidak selalu, tidka sedikit orang yang berlebihan memuji pelaku kebaikan. Bahkan takjub dengan apa yang sedang ia lakukan. Sebaliknya, banyak orang juga memandang sinis bahkan ‘jijik’ dengan pelaku keburukan. Padahal pada pada akhir antara pelaku kebaikan dan keburukan tidak ada yang tau. 

Sabda Nabi Muhammad Saw, mengonfirmasi tentang sikap proporsional dalam memuji, heran, takjub atau ketika mencela. Nabi Saw., mengatakan, “Jangan takjub dengan amal seseorang sehingga kalian melihat dengan apa ia dimatikan.” Dari sabda Nabi Saw., ini dapat ditarik pemahaman bahwa jangan tergesa-gesa takjub dan memuji berlebihan atau mencela perbuatan seseorang. 

Di samping itu, teburu-buru itu tidak baik. Apalagi tergesa-gesa melebeli seseorang dengan julukan yang tidak baik. Seperti, “Itu si pezina pasti ahli neraka itu.” Sedang yang demikian pelaku kebaikan atau keburukan masih berpotensi antara _husnul khatimah_ (kematian yang baik) atau _suul khatimah_ (kematian yang buruk). 

Sebab dua kemungkinan status akhir hidup seseorang yang tidak dapat dipastikan, apakah mati dalam keadaan baik atau buruk, inilah yang mendasari sikap proporsional atau adil dalam memandang. Jangan terlalu takjub atas seseorang yang sedang melakukan kebaikan, dan jangan terlalu merendahkan, menghina, memastikan neraka pada orang yang sedang melakukan keburukan. Boleh jadi seseoramg yang saat ini melakukan kebaikan pada nantinya berakhir atau mati dalam keadaan tidak baik. Atau sebaliknya, orang yang saat ini masih melakukan keburukan kelak ia mati dalam keadaan yang baik.

Nah demikianlah sedikit tentang pentingya bersikap adil atas sebuah fenomena yang terjadi. Termasuk ketika memandang seseorang yang saat ini mungkin masih berbuat buruk atau sebaliknya. Terlalu memuji tidak baik, terlalu mencela juga tidak baik. 

Wallahu A’lam Bisshawab. 

Kediri, 25-01-2021.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *