Categories:

Oleh: Muhammad Farhan

            Kecangihan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan saat ini telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Salah satu bukti perkembangan AI saat ini adalah hadirnya sebuah robot bernama Sophia. Robot humanoid yang dapat berbicara layaknya seperti manusia. Kecanggihan AI juga dapat ditemukan dalam fitur yang ada di dalam ponsel. Seperti asisten Google yang dapat membantu manusia dalam mencari informasi.

            Menurut Stuart Russell dan Peter Norvig dalam bukunya, “Artificial Intelligence: A Modern Approach,” mendefinisikan AI sebagai desain dan studi tentang entitas yang jika diberikan kecerdasan akan berperilaku seperti manusia. Sederhananya, AI berisi data-data algoritma super cerdas yang di program dalam sebuah mesin komputer, sehingga dapat mengenali data apa saja yang diberikan kepadanya, dan bisa bereaksi meniru perilaku manusia.

Kehadiran kecerdasan buatan sendiri tentunya dapat menjadi peluang ataupun ancaman bagi kehidupan manusia. AI dapat menjadi peluang karena dapat membantu dan memudahkan manusia dalam mengatasi berbagai macam masalah perkerjaannya. Namun sebaliknya, ia juga bisa menjadi ancaman karena pekerjaan manusia akan banyak diambil alih oleh kecerdasan buatan.  Akibatnya manusia suatu saat akan tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Elon Musk pernah mengatakan “AI dapat menyebabkan kehancuran peradaban. Ini adalah sebuah risiko,” ucap Owner SpaceX dan Tesla itu. Pernyataanya tersebut mengadung sebuah arti bahwa manusia dapat mengendalikan AI apakah ke arah yang baik atau buruk.  Sebab kecerdasan buatan adalah sebuah mesin yang diciptakan oleh manusia.

Perkembangan AI saat ini seakan-akan membuat manusia merasa pesimis dengan kemampuannya. Mereka merasa pesimis jika perkerjaan yang dimiliki dapat tergantikan oleh teknologi. Ada pula yang khawatir kalau AI suatu saat dapat mengendalikan manusia. Padahal pandangan tersebut sama sekali tidak memiliki landasan yang rasional.

Semestinya manusia itu harusnya tidak merasa pesimis dengan potensi yang ia miliki. Sebab manusia adalah pencipta AI. Sudah menjadi keniscayaan yang diciptakan tidak akan melebihi kemampuan Sang Pencipta. Allah telah memberikan manusia potensi akal untuk berpikir. Sehingga manusia bisa menghasilkan ilmu pengetahuan, dan dapat menciptakan teknologi. Allah menyampaikan potensi akal tersebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 164.

اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ وَالۡفُلۡكِ الَّتِىۡ تَجۡرِىۡ فِى الۡبَحۡرِ بِمَا يَنۡفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنۡزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَآءِ مِنۡ مَّآءٍ فَاَحۡيَا بِهِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا وَبَثَّ فِيۡهَا مِنۡ کُلِّ دَآ بَّةٍ وَّتَصۡرِيۡفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الۡمُسَخَّرِ بَيۡنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّعۡقِلُوۡنَ

Artinya: Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.

Selain memberikan jawaban terkait potensi yang dimiliki oleh manusia. Allah juga menjawab keraguan tersebut dengan menyampaikan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Dalam QS. At-Tin ayat 4.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ

Artinya: Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

            Dari ayat Al-Quran tersebut. Lantas apakah manusia masih merasa pesimis dengan potensi yang Allah berikan kepadanya? Padahal adanya bekal yang Allah berikan inilah akhirnya manusia dapat melahirkan sebuah ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi peradaban. Bahkan teknologi AI tidak bisa menghasilkan pengetahuan baru seperti manusia. Sebab AI harus diberikan data oleh manusia.

Sudah menjadi sebuah keharusan agar manusia mempotensikan akalnya, agar AI tidak menggantikannya. Lantas bagaimana caranya?

Pertama, tidak malas-malasan dalam belajar dan menuntut ilmu.

Dalam Al-Quran sendiri Allah sangat memberikan penghargaan bagi mereka yang menuntut ilmu. Allah akan meninggikan derajatnya Dalam QS. Al Muzadallah (58) : 11.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”

Kedua, mengembangkan potensi dan keahilian yang dimiliki.

Manusia adalah makhluk pembelajar. Dia dapat mempelajari hal-hal baru yang dilihatnya. Proses ini sudah dilakukan oleh manusia sejak lahir hingga meninggal dunia. Manusia yang awalnya sejak lahir tidak pandai berjalan, namun ia mampu belajar berjalan hanya dengan mengamati lingkungannya. Bahkan ayat pertama diturunkannya Al-Quran. Allah menyampaikan bahwa manusia memiliki sebuah potensi yang luar biasa yaitu membaca sebuah realitas. Hal tersebut dijelaskan dalam QS. Al-Alaq ayat 1-5.

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ .خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ‌ۚ اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُ . الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ . عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Selain itu, di dalam QS. Al-Baqarah ayat 31 & 32 juga dijelaskan bagaimana Nabi Adam memanfaatkan potensi tersebut untuk menjelaskan realitas benda yang dilihatnya kepada malaikat.

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الۡاَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى الۡمَلٰٓٮِٕكَةِ فَقَالَ اَنۡۢبِــُٔوۡنِىۡ بِاَسۡمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ . قَالُوۡا سُبۡحٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَا ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَلِيۡمُ الۡحَكِيۡم

Artinya: Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa manusia memiliki potensi, dan keahlian yang sangat luar biasa di dalam dirinya. Tinggal bagaimana manusia mengasah potensi tersebut agar kelak ia tidak akan dikalahkan dengan kemampuan AI.

Sehebat apapun teknologi yang diciptakan oleh manusia, tentunya ia tidak dapat mengalahkan ciptaan Allah yaitu manusia. Dalam QS. Al-Hajj ayat 73 Allah berfirman,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗوَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ

Artinya: Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.

Maka dari itu, marilah kita mempotensikan pemberian yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Agar kita tidak tergantikan oleh teknologi yang telah kita ciptakan sendiri. 

Bio Data Penulis

Nama               : Muhammad Farhan

Asal daerah      : Medan, Sumatra Utara

Gmail               : mhd2farhan0109@gmail.com

Mahasiswa        : STID Al-Hadid Surabaya

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *