Ada banyak murid Syeikh Mahfuzh yang juga berprofesi sebagai katib atau penulis beliau. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya manuskrip yang ditemukan di beberapa pesantren miliki para murid Syeikh Mahfuzh dengan berbagai kondisi, mulai dari yang sudah tidak lengkap hingga yang relatif masih bagus kondisinya.

Salah satu murid Syeikh Mahfuzh yang masih menyimpan naskah-naskah lawas yang berisi karangan beliau adalah Allah Yarham KH Cholil Lasem, kakek dari Gus Qoyyum. Yang menakjubkan, sebagaimana dikisahkan Akhmad Saufan, dari koleksi kitab-kitab kuno milik Gus Qoyyum, ada empat rumah yang semuanya berisi kitab-kitab klasik dan modern, termasuk manuskrip-manuskrip lawas peninggalan kakeknya.

Dari beberapa manuskrip kuno karya Syeikh Mahfuzh, salahsatunya adalah manuskrip kitab Manhaj Dzawi Al-Nazhar, yang ditulis oleh KH Cholil dan diklaim sebagai manuskrip tertua dari sekian manuskrip Manhaj Dzawi al-Nazhar yang ada selama ini.

Daya tarik dari manuskrip dan kitab klasik koleksi Gus Qoyyum adalah adanya stempel atas nama: Manshur Cholil Souditan Lasem. Stempel tersebut adalah milik KH. Manshur bin KH Cholil, yang tak lain adalah ayah Gus Qayum. Bahkan sebagai bentuk rasa hormat kepada sang guru, KH Cholil memberi nama salahsatu putranya dengan nama Mahfuzh, yang makamnya ada di masjid Lasem.

Semoga amal baik para murid dan dzuriyah mereka yang berjasa melestarikan karya-karya besar Syeikh Mahfuzh mendapat keberkahan dari Allah swt dalam hidupnya.

kredit Foto : Khotam atau stempel milik KH Manshur Cholil yang disematkan pada manuskrip kitab Is’af Al Mathali’ Bi Syarh Al Badri Al Lami’ Nazham Jam’ Al Jawami’, karya Syeikh Mahfuzh bin Abdullah Al Tarmasi.

Note : Lebih jelasnya, dapatkan Buku Manuskrip Tremas dengan klik Di sini

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *