Oleh : Sahrani Devianti (Universitas Muhamadiyah PROF. DR Hamka
Memiliki keluarga yang sakinah tentu jadi dambaan setiap pasangan suami istri.Serta mewujudkan keluarga Sakinah Mawaddah dan Warohmah merupakan impian setiap insan manusia. Betapa bahagianya kita mempunyai keluarga yang dipenuhi rasa saling mencintai menyayangi, melindungi dan menghormati. keluarga yang sakinah menjadi kunci kebahagiaan kehidupan pasangan. Dalam Islam, dalil mengenai tujuan pernikahan untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah tersemat dalam surat Ar Rum ayat 21.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”.
Dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa tujuan diciptakannya seorang istri adalah agar suami dapat membangun sebuah keluarga sakinah yaitu keluarga yang harmonis, bahagia lahir batin, hidup tenang, tenteram, damai, dan penuh dengan kasih sayang.
Lalu Apakah Arti dari Keluarga Sakinah? Simak penjelasan nya di bawah ini.
Definisi Keluarga Sakinah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keluarga adalah sanak saudara. Sedangkan kata sakinah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah damai, tempat yang aman dan damai. Sakinah berasal dari kata “sakana, yaskunu, sakinatan” yang berarti rasa tentram, aman dan damai.
Menurut Ali bin Muhammad bin ali Al- Jurjani (ahli bahasa) sakinah adalah apa-apa yang hati mendapatinya dari ketenangan datangnya ketiadaan dialah Cahaya dalam hati yang menetap pada yang menyaksikannya dan menjadi tenang dan dia adalah permulaan keyakinan diri. Alhasil sakinah adalah ketenangan diri. Sedangkan mawaddah artinya cinta dan rahmah artinya kasih sayang.
Sedangkan menurut Quraish Shihab keluarga sakinah tidak datang begitu saja, tetapi ada syarat bagi kehadirannya. Kalbu harus disiapkan dengan kesabaran dan ketakwaan, karena sakinah “diturunkan” Allah ke dalam kalbu. M. Quraish Shihab juga menjelaskan bahwa kata sakinah berarti diam atau tenangnya sesuatu yang bergejolak.
Jadi keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu menciptakan suasana kehidupan yang tentram, dinamis dan aktif, yang asih, asah dan asuh. Sakinah/ketenangan bersumber dari dalam kalbu, lalu terpancar ke luar dalam bentuk aktivitas. Memang al-Qur’an menegaskan bahwa tujuan disyariatkannya pernikahan adalah untuk menggapai sakinah. namun, itu bukan berarti bahwa setiap pernikahan otomatis melahirkan sakinah, mawaddah dan rahmat.”
Tujuan Keluarga Sakinah
Keluarga sakinah yang penuh diliputi suasana kasih sayang, cinta-mencintai antar sesama anggota keluarga adalah menjadi idaman setiap orang yang menikah. dimana hal itu akan tercapai jika masing-masing pihak suami maupun istri dapat melaksanakan kewajiban dan haknya secara seimbang, serasi, dan selaras. Selain dalam menjalani kehidupan rumah tangga dilandasi dengan nilai-nilai agama dan dapat menerapkan Akhlak karimah.
Kehidupan keluarga sakinah memiliki tujuan mulia disisi Allah SWT, yakni untuk mendapatkan rahmat dan ridho Allah SWT sehingga dapat hidup Bahagia didunia dan lebih-lebih diakhirat. Untuk mendapatkan limpahan rahmat dan ridho Allah SWT, maka rumah tangga atau keluarga tersebut setidaknya memenuhi lima syarat, yakni:
a. Anggota keluarga itu taat menjalankan agamanya.
b. Yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda.
c. Pembiayaan keluarga itu harus berasal dari rizki yang halal.
d. Hemat dalam pembelanjaan dan penggunaan harta.
e. Cepat mohon ampun dan bertaubat bila ada kesalahan dan kehilafan serta saling
maaf memaafkan sesama manusia.
Rumah tangga yang islami adalah rumah tangga yang laksana surga bagi setiap penghuninya, tempat istirahat melepas lelah, tempat bersenda gurau yang diliputi rasa bahagia, aman, dan tentram. Rumah tangga yang sakinah, baik secara lahir maupun batin dapat merasakan ketentraman, kedamaian dimana segala hajat lahir dan batin terpenuhi secara seimbang, serasi dan selaras. Kebutuhan batin yaitu dengan adanya suasana keagamaan dalam keluarga serta pengamalan akhlakul karimah oleh setiap anggota keluarga, komunikasi yang baik antara suami, istri, dan anak-anak. Kebutuhan lahir terpenuhi juga materi sandang, pangan, papan, dan lain-lain.
Mewujudkan Keluarga yang Sakinah
Menurut Abdullah Gymnastiar, ada beberapa indikasi yang dapat menghantar-kan keluarga menjadi keluarga yang Sakinah (bahagia). Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud, keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullâh, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia, terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah swt. kelak di surga. Jadikan berkumpulnya anggota keluarga di surga sebagai motivasi dalam meningkatkan amal ibadah.
Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan manusia diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar setiap keluarga sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Bekali anak-anak sedari kecil dengan ilmu dan jadilah orang tua yang senantiasa menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.
Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Setiap di antara angota kelurga harus tahu persis bahwa semakin hari semakin banyak yang harus dilakukan. Untuk itu setiap di antaa anggota kelurga harus sadar bahwa mereka butuh orang lain agar dapat melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan. Setiap koreksian bahkan pujian yang diberikan oleh keluarga harus disyukuri.
Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga itu sebagai contoh bagi keluarga yang lain. Berbahagialah jika sebuah keluarga dijadikan contoh teladan bagi keluargayang lain.Itu berarti, masing-masing anggota keluarga senantiasa menuai pahala dari orang yang berubah karena keluarga itu menjadi jalan kebaikan bagi yang lainnya. Saling berlomba-lombalah dalam memunculkan kemuliaan di keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Chadijah, Siti, “Karakteristik Keluarga Sakinah Dalam Islam,” Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan, 14.1 (2018), 113–29 <https://doi.org/10.31000/rf.v14i1.676>
Rachman, Tahar, “Konsep Keluarga Sakinah,” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 2018, 10–27
Warsah, Idi, Yusron Masduki, Imron, Mirzon Daheri, dan Ruly Morganna, “Muslim minority in Yogyakarta: Between social relationship and religious motivation,” Qudus International Journal of Islamic Studies, 7.2 (2019), 367–98 <https://doi.org/10.21043/qijis.v7i2.6873>

No responses yet