Categories:

Penulis: Raihan Fadlan dan Wahid Akmal Arifin (Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pengertian kesehatan mental

Kesehatan mental secara pandangan Islam adalah Kemampuan diri seseorang untuk mengelola untuk terwujudnya keselarasan antara peranan kejiwaan dan terjadinya adaptasi diri dengan diri sedniri, orang sekitar, dan lingkungannya. Secara dinamis menurut Al-Qur`an dan Sunnah, kesehatan mental merupakan sebagai pedoman kehidupan untuk menuju kesenangan atau kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Kesehatan jiwa merupakan kondisi seseorang yang menyadari potensi miliknya, mampu meregulasi kerasnya hidup normal, beraktivitas dengan produktivitas, dan dapat mengelola dan memeberikan bantuan bagi orang lain dan lingkungan sekitar.

Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi dimana individu terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental. Individu yang sehat secara mental dapat berfungsi secara normal dalam menjalankan hidupnya, khususnya saat menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah yang akan ditemui sepanjang hidup seseorang dengan menggunakan kemampuan pengolahan stres (Adisty Wismani Putri, 2015).

Tanda-tanda gangguan mental

Menurut (M. Nurul Ikhsan Saleh, 2023) ada beberapa tanda-tanda gangguan mental yang penting untuk diketahui, di antaranya:

  • Sering merasa sedih
  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi
  • Ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan atau perasaan bersalah yang menghantui
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari
  • Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan
  • Kerap merasa tak berdaya atau putus asa. Bahkan, berpikir untuk bunuh diri.

Dalam prespektif Islam, penyakit jiwa emiliki keidentikan dengan sifat-sifat buruk atau tingkah laku buruk dan merugikan (al-akhlaq al mazmumah) seperti tamak, iri hati, dengki, sombong, emosional, agresif, dan lain-lain.

Manfaat menjaga kesehatan mental

Dengan menegetahui ciri-ciri kesehatan mental, kia semua dapat mengantisipasi terjadinya gangguan mental yang berakibat buruk dan penyakit kejiawaan. Menurut (M. Nurul Ikhsan Saleh, 2023) ada beberapa manfaat yang bisa kita dapat jika menjaga kesehatan mental dianatarnya:

  • Individu mampu menyadari potensinya sendiri
  • Mampu mengatasi tekanan hidup
  • Mampu bekerja secara produktif
  • Mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya

Menurut (M. Nurul Ikhsan Saleh, 2023) beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk membangun kesehatan mental, yaitu:

  1. Mengendalikan Nafsu
  2. Nafs al-Amarah disebutkan dalam surat Yusuf ayat 53:

۞ وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ ا ِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Tuhan Sejatiku Maha Pengampun, Maha Penyayang”

  • Nafs al-Lawwamah, merupakan nafsu yang telah memperoleh pemahaman dengan cahaya hati. Ia bangkit untuk memperbaiki kebimbangan. Ia mencela perbuatan tercela dan bertaubat memohon ampunan Allah. Hal ini dapat kita lihat dalam surat al-Qiyamah ayat 2, yaitu:

وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

“Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).”

  • Nafs Muthmainnah, merupakan jiwa yang tenang karena ia mantap dan kuat. Nafsu yang telah diberikan penyunaran nur qalbu sehingga dapat meninggalkan sifat-sifat mazmumah dan menumbuhkan akhlakul mahmudah.

Hal ini disebutkan dalam Surat al-Fajr ayat 27-30, yaitu:

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِي

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

  • Pembinaan Jiwa dan Pendidikan Akhlak berdasar Alquran dan Hadis

Menurut (M. Nurul Ikhsan Saleh, 2023) Cara ini sebagai Langkah mempentukan manusia yang berakhlak baik dan bertakwa kepada Allah. Allah menurunkan Alquran dan mengutus nabi Muhammad agar umat manusia memiliki akhlak mulia dan mencegah dari akhlak yang buruk. Islam berfungsi sebagai pola pembentukan manssuai yang berakhlak baik dan bertakwa kepada Allah.

  • Memahami dan mengamalkan isi Al-qur`an

Seseorang yang mengamalkan, mengajarkan, dan memepelajari Alquran adalah individu yang paling baik. Orang yang memahami, mempelajari, dan mengamalkan Alquran akan mendapatakan pahala, ketenangan, rahmat, syafaat, dan derajat yang tinggi.

  • Pendidikan dan pengajaran sesuai tingkatannya

Menurut (M. Nurul Ikhsan Saleh, 2023) Lukman mendidik anaknya melalui proses atau tahapan yang memiliki fokus pada masing-masing tingkatan.

Cara-cara dalam membangun kesehatan mental diatas diharapkan dapat menjadi terapi bagi mereka yang memiliki gangguan mental dan bagi mereka yang memiliki karakter amarah. Harapannya dari pribadi yang memiliki ke pribadian kemarahan menjadi pribadi lawammah, dan menuju pribadi muthmainnah.

Marilah kita bangun diri kita dan keluarga kita untuk memiliki Kesehatan mental.

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu dilingdungi oleh Allah SWT merawat dengan kesehatan mental.

Dampak gangguan menatal

Seseorang dengan penyakit mental, dapat menggannggu aktivitasnya dalam sehari-hari. Gangguan mental pada seseorang dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain. Gangguan mental pada seseorang dapat merusak dirinya secara fisik dan psikologis. Seseorang yang terkena gangguan mental, akan kehilangan nafsu makanya, selalu merasa cemas, lupa dengan akhirat, bahkan bisa terkena depresi.

Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial). 2 Zakiah Daradjat secara lengkap mendefinisikan kesehatan mental dengan terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan.3 Dalam pengertian yang luas kesehatan mental dapat diartikan sebagai terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara manusia dengan dirinya sendiri dan lingkungannya, berlandaskan keimanan serta bertujuan untuk mencapai hidup yang bermakna dan bahagia di dunia dan di akhirat (Ratnawati, 2019).

Agama Islam dan Kesehatan Mental

Manusia ternyata memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada Zat yang gaib, ketundukan ini merupakan bagian dari faktor intern manusia dalam psikologi kepribadian dinamakan pribadi (Self) ataupun hati nurani (conscience of man) (Ratnawati, 2019).

Fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT ialah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka tidak wajar, mereka tidak beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan, seperti yang ada dalam (QS Ar Ruum 30:30).

Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Agama sebagai Terapi Kesehatan Mental

Terapi merupakan usaha penanggulangan suatu penyakit atau gejalah yang ada dalam diri makhluk hidup. Usaha penanggulangan gangguan kesehatan rohani atau mental sebenarnya dapat dilakukan sejak dini oleh yang bersangkutan. Dengan mencari cara yang tepat untuk menyesuaikan diri dengan memilih norma-norma moral, maka gangguan mental akan terselesaikan. Dalam konteks ini terlihat hubungan agama sebagai terapi kekusutan mental. Sebab, nilai-nilai luhur termuat dalam ajaran agama bagaimanapun dapat digunakan untuk penyesuaian dan pengendalian diri, hingga terhindar dari konflik batin (Ratnawati, 2019).

Dalam Al-Qur‟an juga dijelaskan bahwa Allah dengan tegas menerangkan bahwa ketenangan jiwa dapat dicapai dengan dzikir (mengingat Allah), rasa takwa dan perbuatan baik adalah metode pencegahan dari rasa takut dan sedih, jalan bagaimana cara seseorang mengatasi kesukaran ialah dengan kesabaran dan shalat, dan Allah mensifati diri-Nya bahwa Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana yang dapat memberikan ketenangan jiwa ke dalam hati orang yang beriman.

Jadi, semakin dekat seseorang kepada Tuhan, dan semakin banyak ibadahnya, maka akan semakin tentramlah jiwanya serta semakin mampu ia menghadapi kekecewaan dan kesukaran-kesukaran dalam hidup. Dan demikian pula sebaliknya, semakin jauh orang itu dari agama, akan semakin susahlah baginya untuk mencari ketentraman batin. Ini menunjukkan bahwa agama terkait dengan ini pendekatan diri kepeda Tuhan merupakan terapi yang tepat dalam menanggulangi masalah masalah kehidupan termasuk di dalamnya hal-hal yang menyebabkan gangguan pada kesehatan mental (Ratnawati, 2019).

. Kesehatan Mental: Solusi Pengembangan Kecerdasan Qalbiah

Apabila hamba Allah telah berhasil melakukan pendidikan dan pelatihan penyehatan, pengembangan dan pemberdayaan jiwa (mental), seperti yang ditulis M. Hamdani Bakran Adz-Dzaky (dalam Yusah Burhanuddin) maka ia akan dapat mencapai tingkat kejiwaan atau mental yang sempurna, yaitu akan tersingkap.

Metode Perawatan Kesehatan Mental Dalam Islam

  1. Metode Imanniyah

Keimanan mengarahkan seseorang untuk mengoreksi diri apakah usahanya sudah maksimal atau belum. Sejalan dengan hukum-hukum-Nya atau tidak. Jika sesuai dengan hukum-hukum-Nya, tetapi masih menemu ikegagalan, hal yang perlu diperhatikan adalah hikmah dibalik kegagalan tersebut. Apakah Allah SWT menguji kualitas keimanannya melalui kegagalan ataukah Dia mengasihi hamba-Nya yang salih supaya tidak sombong atau angkuh ketika memperoleh kesuksesan. Keimanan mempunyai pengaruh yang besar terhadap manusia. Pengaruh itu terutama membuat manusia percaya pada diri sendiri, meningkatkan kemampuannya untuk sazbar dan kuat menanggung derita kehidupan, membangkitkan rasa tenang dan tenteram dalam jiwa, menimbulkan kedamaian hati dan memberi perasaan bahagia (Ratnawati, 2019).

  • Metode Islamiah

Islam secara etimologi memiliki tiga makna, yaitu penyerahan dan ketundukan (al-silm), perdamaian dan keamanan (al-salm), dan keselamatan (alsalamah). Realisasi metode Islam dapat membentuk kepribadian muslim (syakhshiyah al-muslim) yang mendorong seseorang untuk hidup bersih, suci dan dapat menyesuaikan diri dalam setiap kondisi. Kondisi seperti itu merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kesehatan mental (Ratnawati, 2019).

  • Metode Ihsaniah

Ihsan secara bahasa berarti baik. Orang yang baik (muhsin) adalah orang yang mengetahui akan hal-hal baik, mengaplikasikan dengan prosedur yang baik, dan dilakukan dengan niatan baik pula. Metode ini apabila dilakukan dengan benar akan membentuk kepribadian muhsin (syakhshiyah al-muhsin) yang dapat ditempuh melalui beberapa tahapan (Ratnawati, 2019).

KEISMPULAN

Kesehatan mental secara pandangan Islam adalah Kemampuan diri seseorang untuk mengelola untuk terwujudnya keselarasan antara peranan kejiwaan dan terjadinya adaptasi diri dengan diri sedniri, orang sekitar, dan lingkungannya. Secara dinamis menurut Al-Qur`an dan Sunnah, kesehatan mental merupakan sebagai pedoman kehidupan untuk menuju kesenangan atau kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Ada beberapa tanda-tanda gangguan mental yang penting untuk diketahui, di antaranya:

  • Sering merasa sedih
  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi
  • Ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan atau perasaan bersalah yang menghantui
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari
  • Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan
  • Kerap merasa tak berdaya atau putus asa. Bahkan, berpikir untuk bunuh diri.

Ada beberapa manfaat yang bisa kita dapat jika menjaga kesehatan mental dianatarnya:

  • Individu mampu menyadari potensinya sendiri
  • Mampu mengatasi tekanan hidup
  • Mampu bekerja secara produktif
  • Mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya

DAFTAR PUSTAKA

 

Adisty Wismani Putri, B. W. (2015). KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT INDONESIA (PENGETAHUAN, DAN KETERBUKAAN MASYARAKAT TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN MENTAL). Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 147-300.

M. Nurul Ikhsan Saleh, M. (2023, Januari 9). CARA MEMBANGUN KESEHATAN MENTAL DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM. Retrieved from FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM: https://fis.uii.ac.id/blog/2023/01/09

Ratnawati. (2019). Metode Perawatan Kesehatan Mental Dalam Islam. ISLAMIC COUNSELING : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam , 69-90.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *