Mati itu seperti rejeki. Kita gak usah khawatir, gak usah ditunggu, pasti datangnya. Manusia sudah ditentukan waktu, kadar dan segala tetek bengeknya. Hingga di mana dia akan dapatkan kematian itu, sudah ditentukan oleh Gusti Allah. Walau lari ke manapun untuk menghindarinya, hakikatnya manusia sedang mendatangi takdirnya.

Ada sebuah cerita yang dikutip dari kitab Hadaiqul Maut, karya Syaikh Muhammad ibn Abdurrahman Al ’Arifi.

Ada seorang menteri di masa Nabi Dawud AS yang bernama Jalil Al Qodri. Menteri ini sangat taat pada Nabi Dawud dan sangat cerdas. Ketika Nabi Dawud AS wafat, dia tidak direshuffle oleh pengganti Nabi Dawud AS, yaitu Nabi Sulaiman bin Nabi Dawud AS. Jalil Al Qodri tetep jadi menteri, padahal usianya sudah sepuh.

Suatu pagi, Nabi Sulaiman AS mengadakan pertemuan bersama para pejabat menterinya, termasuk dengan menteri Jalil Al Qodri.

Tiba-tiba, ada seorang lelaki masuk ke majlis rapat Raja dan pejabat itu. Semua pejabat kaget, siapa lelaki itu? Kecuali Nabi Sulaiman yang berdiri menyambut kedatangan lelaki itu. Seakan sudah lama kenal.

Lelaki itu memberi salam dan berbisik kepada Nabi Sulaiman. Setelah itu, sebelum lelaki tersebut keluar, dia memandang dengan tajam kepada menteri Jalil Al Qodri. Hingga sang menteri tiba-tiba meriang ketakutan saat beradu mata dengan lelaki itu.

Ketika lelaki itu keluar, sang menteri Jalil Al Qodri pun bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Duh Kanjeng Nabi, siapa lelaki yang baru saja keluar tadi ? Tatapan matanya benar-benar membuat saya panas dingin ketakutan,”

Nabi Sulaiman AS pun menjawab, “Lelaki itu adalah malaikat maut yang mendatangi saya dalam wujud manusia,”

Seketika gemeter menteri Jalil Al Qodri. Sambil menangis, dia pun berkata, “Duh Kanjeng Nabi, demi Allah, saya memohon kepada anda memerintah angin, supaya membawa saya ke tempat yang paling jauh, yaitu India.”

Nabi Sulaiman pun memenuhi permintaannya. Sang menteri Jalil Al Qodri akhirnya pergi saat itu juga menuju India dengan berkendaraan angin.

Esok harinya, malaikat maut datang lagi menemui Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman pun bertanya kepadanya, “Hei malaikat maut, kamu kemarin sudah bikin sahabatku meriang ketakutan. Kenapa kamu kemarin menatapnya dengan demikian tajam ?”

Malaikat maut pun menjawab, “Duh Kanjeng Nabi, saat saya mendatangi anda kemarin pagi, saya kaget melihat Jalil Al Qodri masih ada bersama anda di tempat ini. Padahal sebelumnya, Gusti Allah Ta’ala telah memerintah saya untuk mencabut nyawanya ba’da dzuhur di India.”

Dan sesaat kemudian, baru datang kabar duka dari India. Bahwa kemarin, Menteri Jalil Al Qodri meninggal dunia.

Gusti Allah berfirman.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan,” (Al-Jumu’ah ayat 8).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *