Oleh : Muhammad Ali Rifqi (Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta)
Internet merupakan salah satu dari kemajuan teknologi yang menurut saya memberi kemudahan di semua kalangan, kemudahan itu berupa informasi yang mudah dijangkau meskipun terkendala jarak, kemudahan akan akses berita atau peristiwa yang sedang terjadi dan kemudahan-kemudahan lainnya.
Di dalam dunia internet, khususnya media sosial yang notabene dahulu hanya berfungsi sebagai sarana hiburan atau alat komunikasi antara keluarga dan teman, tetapi saya kira Media Sosial kini bagaikan pasar malam: dikunjungi banyak sekali orang dari segala lapisan. Bahkan, para pendakwah pun turut menyebarkan syiar agama di sana.
Ada cukup banyak media sosial yang populer digunakan berdakwah oleh para pendakwah atau ustaz-ustaz di Indonesia. Salah satu yang paling lazim dipakai adalah Youtube, Facebook dan Instagram. Jadi tak heran kini bermunculan istilah kiai “dumay” dan ajengan “digital”.
Dulu kita mengenal sosok KH Zainuddin MZ (alm), sang kyai sejuta umat yang menurut saya mempunyai kelebihan dalam berbagai hal, salah satu ciri khas dari ceramahnya beliau adalah gaya bahasa yang santai dan tidak menghilangkan substansi dari materi ceramah yang akan disampaikan.
Kini kita mengenal Ustaz Abdul Somad yang dikenal dengan sebuta UAS, sang ustaz dengan jutaan follower.
Jumlah subscriber dan followernya memang fantastis. Di kalangan nahdliyin, kyai yang populer di Youtube adalah KH Anwar Zahid, jauh sebelum publik mengenal UAS. kini kyai muda dari Nahdhatul Ulama yang digandrungi di media sosial adalah KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang sohor dengan panggilan Gus Baha. Ada juga ustaz muda yang akhir-akhir ini juga digandrungi oleh anak muda dengan gerakan pemuda hijrahnya, Hanan Attaki.
Sejauh yang dapat saya amati, ustaz yang telah disebutkan di atas memiliki keragaman gaya bahasa ceramah yang berbeda-beda contoh UAS (ustaz Abdul Somad) yang memiliki ciri khas akan humornya dalam berceramah, Gus Baha yang mengedepankan sikap netral dengan tidak memihak serta menggunakan topik pihak-pihak mana pun dalam berceramah.
Tidak jauh-jauh, Yi Mad Asnawi atau KH Achmad Asnawi begitulah sebutan salah satu kyai yang ada didaerah kudus, beliau merupakan kyai yang terkenal akan bahasanya yang sangat santai tapi serius, kajian ceramahnya berupa pembahasan kitab dan pemaknaan kitab seperti kitab Irsyadul Ibad, Muntakhab Ahadist, tafsir dan lain-lain.
Keragaman ciri bahasa dan kajian ceramah dari ustaz-ustaz yang terkenal di media sosial merupakan bentuk pemanfaatan akan teknologi dengan sempurna untuk menarik minat masyarakat akan ajaran Islam.
Sayyidina Ali R.A. pernah memberikan nasihatnya, “Siapa yang merasa aman menghadapi zaman, zaman akan menghancurkannya. Siapa yang tinggi hati menghadapinya, zaman akan merendahkannya. Siapa yang bersandar pada tanda-tanda zaman, zaman akan menyelamatkannya”.
Relevansinya, Muslim dengan segala keterbatasannya dapat memanfaatkan perkembangan jaman, seperti media sosial, untuk menghasilkan konten yang berfaedah, membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

No responses yet