Saya tadi malam bercerita kepada para santri putri tentang pengalaman beberapa tahun silam. Awalnya ada santri putri yang baru dipondokkan. Si anak sering pingsan dan malah kadang teriak-teriak.
Tanpa saya tahu beberapa santri meminta tolong seorang guru yang katanya peruqyah, ahli ngusir jin. Si guru dengan mantap langsung menuduh jin yang mengganggu santri putri itu.
Lalu apa yang terjadi? Malamnya malah ada santri putri lain yang melaporkan melihat kayak anak-anak kecil balita di dalam pondok. Hingga beberapa hari berjalan demikian. Sementara anak yang gampang pingsan dan teriak tetap seperti itu.
Maka terpaksa saya yang bukan peruqyah, bukan dukun juga bukan ahli jin mengumpulkan santri. Saya bilangi kepada mereka, “Jin Memang ada dan bisa berada dimana-mana. Orang memang bisa terkena gangguan jin. Namun jin yang ada di sini tidak menganggu. Kenapa kamu malah membangkitkan dan menciptakan ketakutan dan kekhawatiran berlebih atas jin. Kalau kekhawatiranmu berlebih, maka jin yang usil yang suka membuat manusia was-was malah suka menjahili kamu. Lebih dari itu, was-wasmu menjadikanmu apa-apa yang mencurigakan langsung kamu anggap jin.”
Lalu para santri saya “ancam” dengan tujuan agar kekhawatiran dan ketakutan berlebih berkurang dengan berkata, “Saya bawa ramuan yang ini kalau kamu hirup saja, pasti kamu akan kaget dan bisa batuk. Kalau nanti ada yang was-was atau ada yang pingsan dan -teriak-teriak, maka ramuan ini akan datang kepadamu. Maka jangan takut berlebih, kamu kan punya amalan wiridan!”
Eh setelah itu selesai masalah. Tidak ada yang pingsan dan teriak dan tidak ada yang ketakutan. Serta tidak ada yang melihat anak kecil.
Mirip di atas, sikap beberapa orang atas virus covid. Virus itu memang ada dan bisa saja orang kena virus sebagaimana kita semua bisa kena flu atau batuk. Tapi kalau kekhawatirannya berlebih, maka psikologinya akan terganggu dan seakan-akan kemana-mana dikejar atau bertemu dengan virus itu.
Padahal sebenarnya yang namanya virus itu beragam dan penyakit juga bermacam-macam bukan hanya covid. Tapi fokusnya hanya covid dan abai atas yang lain.
Repotnya, mereka takut dan kawatir berlebih, akhirnya covid kayak menghantui dirinya kemanapun dia berada. Karena merasa dihantui, maka selalu merasa tidak aman, walau sudah bermasker, sudah cuci tangan dan jaga jarak.
Hal tersebut bisa menyebabkan gangguan psikologis dan bisa sakit pisik beneran. Beberapa sakit pisik yang terkait gangguang psikologis baca:
1.https://www.alodokter.com/gangguan-psikosomatis-ketika-pikiran-menyebabkan-penyakit-fisik
2.https://www.idntimes.com/science/experiment/izza-namira/apa-itu-gangguan-psikosomatik-wit-c1c2
Maka penting bersikap sewajarnya (tawasuth) alias imbang antara takut dan berani. Tidak boleh takut berlebih juga tidak boleh berani kebablasan.
Kia berusaha semampunya, selanjutnya pasrah kepada Gusti Allah, semoga tidak terkena segala penyakit, bila kena pun semoga bisa cepat sembuh. Tetap gembira serta optimis.

No responses yet